Kecele, Sinyal Alien di Bintang Kerdil Ternyata Cuma Ilusi Optik

Ilmuwan kembali gigit jari setelah Teleskop James Webb membuktikan sinyal inframerah misterius dari dua bintang kerdil bukanlah megastruktur buatan alien.


Ilmuwan kembali gigit jari setelah Teleskop James Webb membuktikan sinyal inframerah misterius dari dua bintang kerdil bukanlah megastruktur buatan alien.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Bola Dyson adalah konsep teoritis megastruktur alien yang dibangun untuk menguras habis energi sebuah bintang.
  • Ilmuwan sempat mendeteksi dua bintang dengan sinyal inframerah ganjil yang diduga kuat sebagai Bola Dyson.
  • Pengamatan lanjutan memastikan sinyal itu hanyalah tumpukan cahaya dari galaksi jauh, bukan peradaban luar angkasa.


MENCARI keberadaan alien itu mirip seperti menunggu balasan pesan dari orang yang tidak peduli: penuh dengan harapan palsu. 


Para astronom memiliki berbagai cara untuk mencari kehidupan cerdas, dan salah satu skenario paling gila, namun masuk akal secara hipotesis, adalah berburu Bola Dyson (Dyson sphere).


Dinamai dari fisikawan Freeman Dyson pada 1960, konsep ini membayangkan sebuah peradaban alien super-maju yang membungkus bintang mereka dengan instalasi raksasa untuk menyedot energinya secara langsung. 


Lucunya, Dyson dulu menganggap makalahnya sendiri sekadar "lelucon kecil." Namun, para ilmuwan malah menganggapnya serius sebagai salah satu metode paling logis untuk mendeteksi makhluk ekstraterestrial.


Logikanya, pabrik energi alien raksasa pasti akan membuang limbah panas dalam bentuk radiasi inframerah. 


Berbekal teori ini, Proyek Hephaistos di Universitas Uppsala, Swedia, menyeleksi sekitar satu juta bintang. Astrofisikawan Andreas Korn dan timnya menemukan dua bintang kerdil merah (M-dwarf) yang sangat mencurigakan.


Data dari satelit WISE milik NASA dan Gaia milik Eropa menunjukkan kedua bintang tersebut redup secara optik tapi memancarkan panas inframerah yang tinggi secara tidak wajar. 


"Ini adalah sinyal yang kami cari," jelas Korn sebelumnya, penuh percaya diri.


Tapi, bersiaplah untuk kecewa. Untuk memastikan temuan ini, tim menggunakan instrumen paling overpowered di dunia astronomi saat ini, Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST). 


Hasilnya? Nihil. Sinyal "alien" tersebut nyatanya cuma bintang kerdil M standar yang sama sekali tidak canggih.


Gambar dari satelit WISE yang lebih lawas memiliki resolusi kasar, sehingga foton (cahaya) dari galaksi di latar belakang yang sangat jauh tak sengaja bercampur dengan bintang kerdil di depannya. 


Hal ini menciptakan ilusi optik seolah bintang itu memiliki anomali inframerah. 


Dengan ketajaman JWST, kebohongan cahaya ini sukses dibongkar, dan galaksi maupun bintang tersebut akhirnya bisa dianalisis secara terpisah.


Ini bukan pertama kalinya ilmuwan Proyek Hephaistos tertipu oleh galaksi photobomber di latar belakang. 


Meski pencarian ini sering kali berujung pada kekecewaan ilmiah, perburuan Bola Dyson belum akan menyerah. 


Observatorium inframerah raksasa masa depan, seperti Giant Magellan Telescope yang saat ini sedang dibangun di Cile, dijadwalkan beroperasi pada 2030-an untuk mempertajam pencarian.


Sampai alat-alat canggih itu tiba, sepertinya kita harus menerima kenyataan pahit bahwa umat manusia, setidaknya untuk saat ini, masih dibiarkan sendirian meratapi nasib di galaksi ini.


Disadur dari Popular Science - Sorry, aliens didn’t build Dyson spheres around these dwarf stars yang diakses September 2026.



Post a Comment

أحدث أقدم