Air Keruh Bikin Ikan Stickleback Makin Kompak Cari Makan

Ikan stickleback ternyata menjadi lebih kompak dan sosial ketika air keruh membuat mereka sulit melihat lingkungan.


Ikan stickleback ternyata menjadi lebih kompak dan sosial ketika air keruh membuat mereka sulit melihat lingkungan.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Air keruh memperlambat ikan menemukan makanan, tetapi kelompok besar merespons lebih cepat.
  • Dalam kelompok kecil, ikan yang berenang lebih rapat dan searah lebih cepat mencapai makanan.
  • Perubahan perilaku sosial membantu ikan beradaptasi terhadap lingkungan yang makin keruh akibat aktivitas manusia.


AIR sungai dan laut tidak selalu sebening kaca. Lumpur, lanau, alga, hingga berbagai partikel lain dapat membuat air berubah menjadi keruh. Kondisi ini disebut turbiditas.


Di banyak perairan , turbiditas meningkat akibat pertanian, pertambangan, pembangunan, serta pencemaran.


Bagi ikan, air keruh bukan sekadar persoalan estetika. Penglihatan menjadi terbatas sehingga mencari makanan, mengenali teman, atau mendeteksi pemangsa menjadi lebih sulit.


Peneliti dari School of Biological Sciences, University of Bristol, mengamati perilaku kelompok (shoal) ikan three-spined stickleback (Gasterosteus aculeatus) ketika air tempat mereka berenang dibuat semakin keruh. 


Ikan-ikan tersebut kemudian diuji dengan kemunculan makanan secara tiba-tiba.


Hasilnya menarik. Dalam air yang lebih keruh, ikan memang membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan makanan dibandingkan ikan di air jernih. 


Namun, ukuran kelompok dan cara mereka bergerak ternyata dapat mengurangi kerugian tersebut.


Pada kelompok yang lebih besar, ikan secara keseluruhan merespons makanan lebih cepat. 


Sementara pada kelompok kecil yang hidup di air keruh, respons menjadi lebih cepat ketika ikan berenang lebih berdekatan dan bergerak ke arah yang sama.


Bahkan sebelum makanan muncul, ikan di air keruh cenderung memperkecil jarak satu sama lain, menyelaraskan arah gerakan, dan lebih responsif terhadap perilaku ikan di dekatnya. 


Dengan kata lain, ketika mata tidak lagi bisa diandalkan sepenuhnya, mereka tampaknya lebih mengandalkan “mata kolektif” kelompok.


Menurut Christos Ioannou, profesor ekologi perilaku di University of Bristol sekaligus penulis utama studi, perubahan perilaku shoaling tersebut membantu ikan mengompensasi keterbatasan penglihatan. 


Koordinasi yang lebih baik membuat mereka lebih mampu menemukan makanan meski kondisi lingkungan memburuk.


Yang juga menarik, aturan perilaku berkelompok ternyata tidak kaku. 


Sean Rands, salah satu penulis penelitian, mengatakan para peneliti sering mengasumsikan hewan memiliki seperangkat aturan tetap untuk mengatur perilaku kelompok. 


Studi ini menunjukkan aturan tersebut bisa berubah mengikuti tantangan lingkungan.


Temuan ini menjadi relevan ketika perubahan cuaca membuat sungai mengalami pergantian kondisi yang ekstrem, dari periode kering dan panas menuju hujan deras yang membawa banyak lumpur ke aliran air.


Jadi, ketika air mendadak berubah menjadi kuah lumpur, ikan stickleback tidak sekadar pasrah. Mereka mempererat barisan dan berenang lebih kompak. 


Disadur dari EurekAlert! - Muddying the waters makes fish more sociable, study finds yang diakses pada September 2026.




Post a Comment

أحدث أقدم