Tanah Beracun di Balik Aki Bekas

Pembersihan tanah di lokasi daur ulang aki bekas terbukti menurunkan kadar timbal dalam darah anak hingga lebih dari 20%.


Pembersihan tanah di lokasi daur ulang aki bekas terbukti menurunkan kadar timbal dalam darah anak hingga lebih dari 20%.Ilustrasi dibuat oleh AI berdasarkan foto dari Pure Earth.


Ringkasan


DAUR ulang aki bekas memang terdengar seperti solusi ramah lingkungan. Tapi praktik ini justru menyisakan masalah serius, tanah yang tercemar timbal dan anak-anak yang terpapar racun berbahaya.


Sebuah studi terbaru di jurnal International Journal of Hygiene and Environmental Health menunjukkan, pembersihan tanah di sekitar lokasi daur ulang aki bisa menjadi langkah efektif untuk mengurangi risiko tersebut.


Aki timbal-asam digunakan di hampir semua kendaraan, dari motor hingga mobil listrik, serta sebagai penyimpan energi cadangan.


Masalah muncul ketika aki bekas ini didaur ulang secara informal—tanpa standar keamanan yang memadai.


Proses peleburan timbal sering dilakukan dekat pemukiman dan lahan pertanian, sehingga partikel beracun menyebar ke tanah dan air.


Penelitian yang dilakukan di Distrik Tangail, Bangladesh, mengamati dampak pembersihan tanah di sekitar lokasi bekas daur ulang aki.


Para peneliti menganalisis kadar timbal dalam darah (blood lead levels/BLLs) pada 130 anak yang tinggal dekat dua lokasi tersebut, serta 37 anak dari area yang tidak terpapar.


Salah satu lokasi menjalani proses remediasi tanah: lapisan tanah yang tercemar dikupas, lalu ditangani dengan senyawa fosfat untuk mengikat timbal agar tidak mudah terserap tubuh.


Hasilnya cukup signifikan. Dalam waktu satu tahun, kadar timbal dalam darah anak-anak di area tersebut turun dari 90,1 menjadi 70,4 mikrogram per liter—penurunan lebih dari 21%.


Sebaliknya, anak-anak yang tinggal di dekat lokasi lain yang tidak dibersihkan hanya mengalami penurunan sekitar 8,4%.


Penurunan kecil ini diduga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah setempat yang mengurangi kandungan timbal dalam kunyit, salah satu sumber paparan lain.


Tak hanya itu, kadar timbal di tanah juga mengalami penurunan drastis. Dari lebih dari 20.000 bagian per juta (ppm), turun menjadi di bawah 400 ppm, batas yang saat itu dianggap aman oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA).


Meski demikian, standar ini bahkan diperketat lagi menjadi 200 ppm pada 2024.


Menurut Mahbubur Rahman, ilmuwan kesehatan lingkungan yang terlibat dalam studi ini, praktik daur ulang aki informal memang marak karena biayanya murah.


Namun, dampaknya sangat mahal bagi kesehatan masyarakat. “Kami tahu bahwa area di sekitar lokasi daur ulang aki bekas bisa setercemar wilayah tambang timbal yang ditinggalkan,” ujarnya.


Penelitian ini sejalan dengan studi serupa di Brasil dan Bangladesh yang menemukan penurunan kadar timbal dalam darah anak masing-masing hingga 46% dan 35% setelah dilakukan pembersihan tanah.


Artinya, intervensi ini memang efektif—meski belum cukup.


Masalahnya, bahkan setelah penurunan signifikan, kadar timbal dalam darah anak-anak masih jauh di atas ambang batas aman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 50 mikrogram per liter.


Ini menunjukkan bahwa sumber paparan timbal tidak hanya berasal dari tanah, tetapi juga dari cat, peralatan masak, hingga paparan jangka panjang yang tersimpan dalam tulang.


Paparan timbal pada anak-anak bukan hal sepele. Menurut berbagai penelitian kesehatan lingkungan, timbal dapat mengganggu perkembangan otak, menurunkan IQ, serta meningkatkan risiko gangguan perilaku dan penyakit kronis di masa depan.


Efeknya sering kali tidak langsung terlihat, tapi bersifat permanen.


Meski efektif, pembersihan tanah bukan solusi yang mudah. Prosesnya membutuhkan tenaga besar, biaya tinggi, dan waktu panjang.


Dengan ratusan lokasi tercemar akibat daur ulang informal, sulit bagi pemerintah atau peneliti untuk membersihkan semuanya.


Di sinilah dilema muncul: praktik informal tetap bertahan karena murah, sementara solusi resminya mahal.


 Tanpa regulasi ketat dan investasi besar dalam teknologi daur ulang yang aman, siklus pencemaran ini akan terus berulang.


Namun, studi ini memberi secercah harapan. Setidaknya, kita tahu bahwa intervensi sederhana seperti membersihkan tanah bisa memberikan dampak nyata bagi kesehatan anak-anak.


Langkah kecil, tapi penting, dalam menghadapi masalah besar yang selama ini tersembunyi di balik industri daur ulang.


Disadur dari Eos.org Cleanup of Battery Recycling Sites May Lower Childhood Lead Exposure




Post a Comment

أحدث أقدم