Ilmuwan Temukan "Gen Rahasia" untuk Tumbuhkan Kembali Anggota Tubuh Manusia

Ilmuwan menemukan gen kunci pada tiga spesies berbeda yang membuka peluang terapi gen untuk menumbuhkan kembali anggota tubuh manusia.


Ilmuwan menemukan gen kunci pada tiga spesies berbeda yang membuka peluang terapi gen untuk menumbuhkan kembali anggota tubuh manusia.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Ilmuwan menemukan gen SP6 dan SP8 sebagai kunci regenerasi pada axolotl, zebrafish, dan tikus.
  • Terapi gen dengan molekul FGF8 berhasil memicu pertumbuhan kembali jaringan pada tikus.
  • Temuan ini membuka peluang masa depan untuk menumbuhkan kembali anggota tubuh manusia.


BAYANGKAN suatu hari manusia bisa menumbuhkan kembali tangan atau kaki yang hilang, bukan dengan prostetik, tetapi secara biologis.


Kedengarannya seperti fiksi ilmiah, tapi riset terbaru justru mulai membuka pintu ke arah sana.


Dalam studi yang terbit di jurnal PNAS, tim ilmuwan dari berbagai universitas di Amerika Serikat menemukan kesamaan genetik penting di tiga spesies yang sangat berbeda, axolotl, zebrafish, dan mouse.


Ketiganya ternyata berbagi “program genetik” yang mengatur regenerasi jaringan tubuh.


Penelitian ini melibatkan tim lintas institusi, termasuk Josh Currie dari Wake Forest University, David A. Brown dari Duke University, dan Kenneth D. Poss dari University of Wisconsin-Madison.


Setiap tahun, lebih dari satu juta amputasi terjadi di seluruh dunia akibat penyakit seperti diabetes, cedera, kanker, atau infeksi.


Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya usia populasi dan lonjakan kasus diabetes.


Selama ini, solusi utama adalah prostetik. Namun, prostetik tidak bisa sepenuhnya menggantikan fungsi kompleks anggota tubuh asli, seperti sensasi, fleksibilitas, dan kontrol gerak halus.


Di sinilah para ilmuwan mencoba mencari solusi biologis yang lebih “alami”.


Kunci dari penelitian ini adalah kelompok gen yang disebut SP genes, khususnya SP6 dan SP8. Gen ini ditemukan aktif pada jaringan kulit yang sedang beregenerasi di ketiga spesies tersebut.


Pada axolotl, hewan yang terkenal mampu menumbuhkan kembali anggota tubuh lengkap, gen SP8 memainkan peran penting.


Ketika peneliti “mematikan” gen ini menggunakan teknologi CRISPR, kemampuan regenerasi axolotl langsung terganggu, terutama pada pembentukan tulang.


Hal serupa juga terjadi pada tikus. Tanpa gen SP6 dan SP8, regenerasi ujung jari mereka tidak berjalan dengan baik.


Langkah berikutnya adalah mencoba “meniru” kemampuan regenerasi tersebut.


Tim peneliti menggunakan pendekatan terapi gen berbasis virus untuk mengirimkan molekul bernama FGF8, yang biasanya diaktifkan oleh gen SP8, ke jaringan tikus.


Hasilnya cukup menjanjikan. Tikus yang menerima terapi ini menunjukkan pertumbuhan kembali tulang pada ujung jari, meski tidak sempurna.


Ini menjadi bukti awal bahwa fungsi gen regeneratif bisa “digantikan” atau ditiru melalui intervensi medis.


Menariknya, manusia sebenarnya punya sedikit kemampuan regenerasi. Ujung jari manusia bisa tumbuh kembali jika bagian tertentu (seperti bantalan kuku) masih utuh.


Namun, kemampuan ini sangat terbatas dibandingkan hewan seperti axolotl.


Meski terdengar revolusioner, para ilmuwan menekankan bahwa penelitian ini masih tahap awal.


Mengembangkan terapi untuk menumbuhkan kembali seluruh anggota tubuh manusia adalah tantangan besar yang melibatkan banyak aspek—dari pembentukan tulang, otot, saraf, hingga pembuluh darah.


Namun, pendekatan terapi gen ini membuka jalur baru yang bisa dikombinasikan dengan teknologi lain, seperti sel punca (stem cells) dan rekayasa jaringan (tissue engineering).


Menurut Josh Currie, kekuatan utama penelitian ini justru terletak pada kolaborasi lintas spesies.


Dengan membandingkan organisme yang sangat berbeda, ilmuwan bisa menemukan prinsip dasar yang universal dalam proses regenerasi.


Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk “menumbuhkan kembali” bukan sekadar fantasi. Alam sudah memiliki cetak birunya, dan kini ilmuwan mulai memahaminya.


Jika penelitian ini terus berkembang, bukan tidak mungkin suatu hari terapi gen bisa membantu manusia memulihkan anggota tubuh yang hilang, bukan hanya menggantinya.


Disadur dari EurekAlert - For regrowing human limbs, this salamander gene could hold the key



Post a Comment

أحدث أقدم