Paparan prenatal terhadap bahan kimia plastik DEHP dikaitkan dengan perubahan regulasi gen serta peningkatan gejala autisme dan ADHD pada anak.
Ringkasan
- Penelitian menemukan hubungan antara kadar DEHP pada ibu hamil dan perubahan epigenetik pada ratusan gen dalam darah tali pusat.
- Perubahan tersebut berkaitan dengan lebih banyak gejala yang berhubungan dengan autisme dan ADHD pada usia 2 dan 4 tahun.
- Temuan belum membuktikan DEHP menyebabkan autisme atau ADHD, yang dipengaruhi banyak faktor genetik dan lingkungan.
ZAT bernama di-(2-ethylhexyl) phthalate (DEHP) adalah alasan kenapa plastik PVC di sekitar kita, mulai dari selang, jas hujan, alat medis, hingga kantong plastik makanan, bisa bersifat lentur.
Masalahnya, struktur kimia phthalate sangat mahir meniru hormon alami tubuh.
Ketika masuk ke tubuh ibu hamil, zat ini bertindak seperti penyusup yang memasang "gembok epigenetik" (epigenetic locks) pada DNA janin.
Penelitian tim Florey Institute of Neuroscience and Mental Health di Australia mencoba melihat apa yang terjadi ketika paparan DEHP berlangsung selama kehamilan.
Mereka menggunakan data Barwon Infant Study, yang mengikuti anak-anak sejak masa kehamilan.
Para peneliti membandingkan kadar DEHP yang terdeteksi pada ibu dengan perubahan DNA dalam darah tali pusat serta penilaian perilaku anak.
Pada 847 anak dengan data paparan prenatal yang tersedia, lebih dari 98% memiliki kadar DEHP yang terdeteksi.
Hasilnya menunjukkan hubungan antara paparan DEHP, perubahan metilasi DNA, mekanisme epigenetik yang dapat mengatur aktivitas gen, dan gejala yang berkaitan dengan autisme serta ADHD.
Para peneliti menemukan jaringan lebih dari 500 gen yang menunjukkan perubahan epigenetik terkait kadar DEHP dan perilaku anak.
Jaringan tersebut juga kaya akan penanda sel saraf serta beberapa gen yang sebelumnya dikaitkan dengan autisme, termasuk FOXP1, SHANK2, dan PLXNB1.
Temuan itu kemudian diuji menggunakan kumpulan sampel darah independen dan jaringan otak dari pemeriksaan setelah kematian.
Hasilnya mendukung bahwa DEHP dapat berkaitan dengan perubahan cara gen diekspresikan. Namun, pola perubahan antara darah dan jaringan otak tidak sepenuhnya sama.
Di sinilah penelitian ini perlu dibaca dengan kepala dingin. Studi tersebut bersifat observasional sehingga tidak dapat memastikan hubungan sebab-akibat.
Autisme dan ADHD merupakan kondisi neuroperkembangan multifaktor, yang muncul dari kombinasi berbagai faktor genetik dan lingkungan.
Dengan kata lain, bukan berarti selembar plastik atau paparan DEHP otomatis “membuat” seorang anak menjadi autistik atau mengalami ADHD.
Biologi manusia, sayangnya, tidak sesederhana tombol on-off, bahkan ketika plastik tampaknya ikut bermain.
Masalah lainnya adalah paparan semacam ini sulit sepenuhnya dihindari. Hampir semua perempuan dalam studi Australia tersebut terpapar DEHP.
Karena paparan bahan kimia plastik banyak terjadi melalui lingkungan dan makanan, para peneliti menilai perlindungan terhadap ibu hamil dan bayi lebih tepat ditangani melalui kebijakan pengendalian bahan kimia.
Jadi, bukan sekadar meminta individu menjadi detektif plastik sepanjang hari.
Disadur dari New Atlas - Autism linked to early exposure to a common plastic additive yang diakses pada September 2026.

إرسال تعليق