Onderdil Sendi Buatan Bisa 'Jalan-Jalan' Sampai ke Otak, Bahayakah?

Penelitian menemukan bahwa serpihan logam dari sendi buatan dapat bermigrasi ke otak.


Penelitian menemukan bahwa serpihan logam dari sendi buatan dapat bermigrasi ke otak.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Partikel mikroskopis dari implan sendi terbukti mampu menembus sawar darah-otak yang biasanya dijaga sangat ketat.
  • Ada peningkatan protein terkait penyakit Alzheimer di area otak, tapi hal ini tidak lantas membuat pasien kehilangan ingatannya.
  • Operasi sendi tetap diklaim sangat aman, jadi kita tidak perlu buru-buru membongkar lutut bionik kita karena panik.


BAGI yang sudah, atau berencana, memasang sendi buatan untuk mengatasi masalah tulang, ada temuan baru yang mungkin terdengar seperti plot film horor fiksi ilmiah:


Serpihan logam dari sendi buatan tersebut ternyata bisa nyasar hingga ke otak.


Studi terbaru dari tim ilmuwan Amerika Serikat dan Australia baru saja mengonfirmasi perdebatan panjang di dunia medis mengenai apakah artroplasti (operasi penggantian sendi total) dapat memicu Alzheimer.


Mereka menemukan bukti kuat, partikel aus dari sendi buatan bisa masuk ke jaringan saraf. Namun, sebelum menuntut dokter bedah, ada kabar baik, ilmuwan tidak menemukan bukti, invasi logam ini merusak fungsi otak.


Singkatnya, otak mungkin sedikit "berdebu" oleh serpihan logam, tapi tidak akan tiba-tiba berubah menjadi Iron Man yang pikun.


"Selama bertahun-tahun, kita tahu partikel bisa mengendap di jaringan sekitar sendi, tapi ini adalah studi pertama yang melihat partikel itu mengendap sampai ke otak."


Demikian Robin Pourzal, Direktur Analisis Material Implan di Rush University, AS, menjelaskan.


Secara statistik, lebih dari 1,5 juta pasien osteoartritis di AS menerima sendi buatan setiap tahunnya, dan lebih dari 7 juta orang mengidap Alzheimer.


Karena kedua kondisi ini ibarat "sahabat karib" yang gemar menyerang lansia, ilmuwan curiga ada benang merah di antara keduanya.


Logikanya, gesekan bertahun-tahun pada sendi buatan akan menghasilkan serpihan logam super kecil yang bisa masuk ke aliran darah.


Untuk membuktikannya, peneliti menganalisis 701 sampel otak jenazah dari Rush Memory and Aging Project, di mana 229 di antaranya memiliki sendi buatan (panggul, lutut, atau bahu).


Hasilnya cukup mengejutkan. Pemeriksaan menemukan bahwa konsentrasi logam kobalt di empat area otak pada orang dengan implan panggul tercatat 8,9% lebih tinggi.


Lebih jauh, serpihan kobalt ini memicu sedikit kenaikan protein amyloid-beta (protein penyumbang Alzheimer).


Lucunya, logam jenis lain yakni titanium justru menunjukkan efek sebaliknya, kehadirannya malah menekan jumlah protein Alzheimer tersebut.


Meski logam-logam ini sukses menerobos masuk ke otak, data secara krusial menunjukkan bahwa fungsi kognitif pasien sama sekali tidak terganggu semasa hidupnya.


"Operasi penggantian sendi total tetap menjadi salah satu intervensi paling sukses dan mengubah hidup dalam pengobatan modern," tambah Pourzal.


Meskipun begitu, ia memperingatkan bahwa partikel aus ini tetap butuh penelitian lebih lanjut, terutama pada implan yang lebih cepat aus.


Kesimpulannya? Jika lutut atau panggulmu sudah mulai berderit, silakan ganti dengan yang baru. Operasi ini masih sangat aman.


Lagipula, risiko memiliki sedikit partikel nyasar di otak tampaknya masih jauh lebih masuk akal daripada tidak bisa berjalan sama sekali.


Disadur dari New Atlas - Particles from a joint replacement can enter your brain, study finds yang diakses pada September 2026.




Post a Comment

أحدث أقدم