Efek Malam Pertama di Tempat Baru, Saat Otak Kita Berjaga

Sulit tidur di malam pertama di tempat baru ternyata merupakan mekanisme alami otak untuk tetap waspada terhadap lingkungan asing.


Sulit tidur di malam pertama di tempat baru ternyata merupakan mekanisme alami otak untuk tetap waspada terhadap lingkungan asing.Gambar Ilustrasi: vecstock/Magnific


Ringkasan

  • Fenomena ini disebut first-night effect, dan dapat membuat tidur lebih singkat serta lebih mudah terbangun.
  • Pada malam pertama, sebagian aktivitas otak, terutama di belahan kiri, tetap lebih waspada, seolah menjalankan “jaga malam”.
  • Biasanya efek ini mereda setelah tubuh mulai mengenali lingkungan sebagai tempat yang aman.


Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan pengganti saran medis.


PERNAH tidur di hotel dan merasa kasurnya nyaman, bantalnya empuk, AC-nya pas, tetapi, kok, susah tidur atau kerap terjaga.


Kondisi tersebut secara ilmiah disebur first-night effect atau efek malam pertama. Fenomena ini sudah lama dikenal dalam penelitian tidur dan pertama kali dilaporkan pada 1960-an. 


Efek tersebut membuat kualitas tidur pada malam pertama berbeda dari malam-malam berikutnya. 


Penelitian terbaru menunjukkan seseorang bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk terlelap, lebih sering terjaga setelah tertidur, dan memiliki total waktu tidur yang lebih pendek.


Menariknya, ini bukan semata-mata karena kasur hotel terasa seperti papan setrika.


Salah satu penjelasan yang menarik datang dari penelitian Brown University pada 2016. 


Peneliti memantau aktivitas otak 35 orang selama tidur dan menemukan bahwa pada malam pertama di tempat baru, belahan kiri otak tetap lebih aktif dibandingkan belahan kanan, khususnya ketika memasuki tidur gelombang lambat atau slow-wave sleep.


Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai semacam “night watch”, penjagaan malam. Tubuh memang tidur, tetapi sebagian otak tampaknya belum sepenuhnya percaya bahwa lingkungan baru itu aman.


Mekanismenya mengingatkan pada strategi beberapa hewan. Lumba-lumba dan sejumlah burung, misalnya, dapat tidur dengan hanya satu belahan otak yang beristirahat. 


Dengan begitu, mereka masih bisa merespons ancaman di lingkungan. 


Manusia tentu tidak sampai tidur sambil mengapung seperti lumba-lumba. Namun, pada malam pertama di tempat asing, otak tampaknya sedikit memainkan trik serupa. 


Dengan kata lain, ketika kita terbangun gara-gara suara pintu kamar hotel di tengah malam, otak mungkin sedang berkata, “Tenang, saya belum percaya tempat ini.”


Yang lebih menarik, penelitian 2024 menemukan bahwa efek malam pertama tidak hanya terjadi di lingkungan yang benar-benar asing.


Anna Zoé Wick dan koleganya dari University of Fribourg meneliti tidur peserta pada beberapa malam yang tidak berurutan. Efek malam pertama tetap terlihat, bahkan ketika sebagian pengukuran dilakukan di rumah sendiri. 


Gangguan terutama terlihat pada waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, waktu terjaga setelah tidur, dan total durasi tidur. 


Temuan ini penting bagi penelitian tidur. Itulah sebabnya laboratorium tidur biasanya memberikan malam adaptasi sebelum data utama dikumpulkan. 


Kalau peserta baru pertama kali tidur dengan kabel, sensor, dan alat pemantau menempel di tubuh, data yang dihasilkan bisa mencerminkan keganjilan tidur malam pertama, bukan kondisi tidur normal mereka. 


Tidak ada tombol “matikan kewaspadaan otak”, sayangnya. Namun, kebiasaan tidur yang baik dapat membantu: 

  • kurangi penggunaan gawai menjelang tidur, 
  • beri tubuh waktu untuk rileks, 
  • dan pertahankan suasana kamar yang nyaman.


Membawa bantal sendiri atau menggunakan suara dan aroma yang sudah akrab juga mungkin membantu menciptakan rasa familiar. 


Dan jika besok adalah hari penting, presentasi, konferensi, atau acara yang menuntut otak bekerja maksimal, ada strategi yang jauh lebih sederhana, datang sehari lebih awal.


Sebab kadang masalahnya bukan kita tidak bisa tidur. Otak kita cuma belum menerima surat edaran bahwa hotel ini aman.


Disadur dari IFL Science - Ever Struggle To Sleep On Your First Night Somewhere New? Be Grateful – Your Brain Is Just Looking Out For You yang diakses pada Agustus 2026.




Post a Comment

أحدث أقدم