Tiga menit bersepeda sekuat tenaga mengubah ratusan protein darah, jauh lebih banyak dibandingkan 90 menit bersepeda santai.
Ringkasan
- Enam sprint maksimal selama 30 detik mengubah 714 dari 2.884 protein darah yang diperiksa.
- Bersepeda intensitas sedang selama 90 menit hanya mengubah tujuh protein segera setelah olahraga.
- Meski begitu, olahraga intensitas sedang tetap bermanfaat; sprint bukan jalan pintas ajaib menuju tubuh sehat.
Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan pengganti saran medis
PUNYA waktu luang sedikit tapi ingin sehat? Kebanyakan dari kita sering dihadapkan pada dilema klise: lari pelan-pelan berjam-jam, atau olahraga intens (High-Intensity Interval Training/HIIT) beberapa menit sampai rasanya nyawa mau melayang.
Kalau kamu tim yang lebih suka "menyiksa diri" dalam waktu singkat, sains punya kabar baik.
Penelitian baru dari tim Rockefeller University dan kolaborator di Melbourne menunjukkan bahwa pilihan kedua ternyata memicu respons biologis yang sangat besar.
Dalam percobaan, 19 pria muda sehat melakukan enam sprint sepeda maksimal selama 30 detik, dengan jeda empat menit. Total waktu benar-benar mengayuh habis-habisan? Sekitar tiga menit.
Sebagai pembanding, kelompok lain bersepeda stabil selama 90 menit.
Para peneliti kemudian memeriksa darah sebelum olahraga, segera setelahnya, dan tiga jam kemudian.
Hasilnya , dari 2.884 protein yang dianalisis, 714 berubah setelah sprint, dan lebih dari 98 persen di antaranya meningkat. Pada latihan 90 menit, hanya tujuh protein yang berubah segera setelah olahraga.
Dengan kata lain, tubuh tidak sekadar menerima “dosis kecil” olahraga dari sprint. Responsnya justru berbeda secara kualitatif.
Beberapa protein yang meningkat berkaitan dengan hormon pertumbuhan, pembentukan pembuluh darah baru, dan perbaikan jaringan.
Namun, respons tersebut juga cepat mereda. Tiga jam kemudian jumlah protein yang berubah turun sekitar 20 kali lipat.
Olahraga intensitas sedang ternyata lebih “kalem” dalam urusan protein.
Tiga jam setelah bersepeda selama 90 menit, jumlah protein yang berubah menjadi 19. Namun, latihan ini memengaruhi jauh lebih banyak molekul kecil, terutama asam lemak.
Temuan tersebut mengisyaratkan bahwa saat olahraga berlangsung lebih lama, tubuh mungkin lebih banyak mengandalkan perubahan metabolit, termasuk pergeseran penggunaan energi dari gula menuju lemak selama pemulihan.
Menariknya, ketika plasma darah setelah sprint diberikan kepada sel lemak manusia di laboratorium, lebih dari 1.600 gen mengalami perubahan aktivitas.
Plasma setelah olahraga panjang hanya mengubah sekitar 25 gen. Pada sampel jaringan lemak manusia setelah tes lari sampai kelelahan, sekitar 2.600 gen juga berubah.
Peneliti kemudian membandingkan protein-protein tersebut dengan data UK Biobank yang mencakup pengukuran protein darah dari lebih dari 53.000 orang.
Sebanyak 143 protein yang berubah setelah olahraga berkaitan dengan risiko lebih rendah terhadap berbagai penyakit.
Untuk obesitas, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolik terkait, ditemukan 33 protein yang berkaitan dengan risiko lebih rendah. Sprint memengaruhi 32 di antaranya, sedangkan olahraga panjang hanya tiga.
Tetapi jangan buru-buru membeli sepeda statis lalu menganggap masalah kesehatan sudah pensiun.
Hubungan tersebut belum membuktikan sebab-akibat. Bisa saja orang yang rajin berolahraga memang sejak awal memiliki kadar protein tersebut lebih tinggi.
Selain itu, penelitian utamanya hanya melibatkan pria muda dan sehat. Belum diketahui apakah respons yang sama terjadi pada perempuan, kelompok usia berbeda, atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Jadi, kabar baiknya bukan bahwa olahraga 90 menit kalah telak dari tiga menit sprint. Kabar baiknya, keduanya dapat meningkatkan kesehatan, sementara latihan intensitas tinggi mungkin menawarkan cara yang lebih hemat waktu.
Hanya saja, tiga menit itu bukan berarti tiga menit sambil menggulir media sosial. Tubuh tetap meminta kamu benar-benar bekerja.
Disadur dari Earth.com - Short bursts of intense exercise trigger hundreds of changes in the blood yang diakses pada Agustus 2026.

إرسال تعليق