Penyebab rendahnya energi pada penderita sindrom kelelahan kronis (ME/CFS) kini semakin terang setelah ilmuwan menemukan gangguan penting pada mekanisme penghasil energi di dalam sel.
Ringkasan
- Peneliti menemukan gangguan pada jalur TRPM3-kalsium di sel imun penderita ME/CFS.
- Gangguan tersebut menghambat masuknya kalsium ke mitokondria, sehingga produksi energi sel ikut menurun.
- Temuan ini membuka peluang pengembangan metode diagnosis dan terapi baru untuk penyakit yang selama ini masih sulit dipahami.
SINDROM Myalgic Encephalomyelitis/Chronic Fatigue Syndrome (ME/CFS) merupakan penyakit kronis yang membuat penderitanya mengalami kelelahan ekstrem yang tidak membaik meski sudah beristirahat.
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan mengetahui bahwa mitokondria, "pembangkit listrik" di dalam sel, tidak bekerja optimal pada pasien ME/CFS. Namun, penyebab utamanya masih menjadi misteri.
Kini, tim peneliti dari Griffith University melalui National Centre for Neuroimmunology and Emerging Diseases (NCNED) berhasil menemukan salah satu mata rantai yang diduga menjadi pemicunya.
Para peneliti menggunakan teknik live-cell imaging atau pencitraan sel hidup untuk mengamati secara langsung bagaimana ion kalsium bergerak menuju mitokondria pada sel imun yang disebut natural killer (NK) cells.
Hasilnya menunjukkan adanya gangguan pada jalur TRPM3, yaitu protein saluran ion yang berfungsi sebagai "pintu masuk" bagi ion kalsium ke dalam sel.
Pada penderita ME/CFS, pintu ini tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Penulis utama penelitian, Chandi Magawa, menjelaskan bahwa gangguan tersebut membuat lebih sedikit kalsium yang berhasil masuk ke dalam mitokondria.
Akibatnya, mitokondria tidak dapat menghasilkan energi secara optimal.
Dampak ini kemudian memicu reaksi berantai yang mengganggu fungsi sel imun sekaligus berkontribusi terhadap rasa lelah berkepanjangan yang menjadi ciri khas penyakit tersebut.
Meski lebih dikenal sebagai mineral penyusun tulang, kalsium juga berperan sebagai "bahasa komunikasi" di dalam sel.
Ketika kadar kalsium berubah, berbagai proses biologis akan aktif, mulai dari kontraksi otot, pengiriman sinyal saraf, hingga produksi energi.
Mitokondria memerlukan pasokan kalsium dalam jumlah yang tepat agar dapat mengubah nutrisi menjadi molekul energi ATP (adenosine triphosphate).
Jika pasokan kalsium terganggu, produksi ATP ikut menurun sehingga sel menjadi kekurangan energi.
Para peneliti menduga inilah yang menjelaskan mengapa penderita ME/CFS sering merasa sangat lelah bahkan setelah melakukan aktivitas ringan.
Menurut peneliti Griffith University, ME/CFS merupakan penyakit kompleks yang hingga kini belum memiliki pengobatan maupun terapi yang benar-benar efektif.
Gejalanya tidak hanya berupa kelelahan berat, tetapi juga meliputi memburuknya kondisi setelah aktivitas fisik atau mental (post-exertional malaise), nyeri otot, gangguan konsentrasi dan daya ingat (brain fog).
Muncul juga gejala pusing, gangguan pengaturan suhu tubuh, hingga sensitivitas terhadap cahaya, suara, atau sentuhan.
Gejala-gejala tersebut dapat membatasi kemampuan seseorang untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalani aktivitas sehari-hari.
Direktur NCNED, Profesor Sonya Marshall-Gradisnik, mengatakan temuan ini membantu menjelaskan bahwa ME/CFS memiliki dasar biologis yang nyata.
Karena itu, penyakit ini tidak lagi dianggap sekadar keluhan psikologis atau kelelahan biasa.
Penelitian ini belum menghasilkan obat baru. Namun, penemuan gangguan pada jalur TRPM3-kalsium memberi petunjuk penting mengenai target terapi di masa depan.
Jika penelitian lanjutan berhasil mengembangkan cara untuk memulihkan fungsi saluran ion tersebut atau memperbaiki proses pensinyalan kalsium, bukan tidak mungkin akan lahir metode pengobatan yang lebih efektif bagi penderita ME/CFS.
Selain itu, gangguan pada jalur ini juga berpotensi dikembangkan sebagai biomarker, yaitu penanda biologis yang dapat membantu dokter mendiagnosis ME/CFS secara lebih akurat.
Saat ini, hal tersebut masih menjadi tantangan besar karena belum tersedia tes laboratorium khusus.
Disadur dari laman Griffith University - Chain reaction in cells may be driving low energy in ME/CFS patients yang diakses pada Juli 2026.

إرسال تعليق