Hasil Riset di Australia, Ilmuwan Ungkap Fakta Frekuensi Kentut yang Sehat

Sebuah studi besar terhadap lebih dari 6.000 warga Australia berhasil mengungkap standar frekuensi kentut yang sehat dalam sehari.


Sebuah studi besar terhadap lebih dari 6.000 warga Australia berhasil mengungkap standar frekuensi kentut yang sehat dalam sehari.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Rata-rata orang dewasa kentut lima kali sehari, menurut penelitian terbaru.
  • Hampir 80% peserta berada dalam rentang dua hingga tujuh kali kentut per hari.
  • Frekuensi kentut cenderung meningkat pada malam hari setelah waktu makan utama.


BAGI sebagian besar orang, kentut mungkin dianggap sebagai topik tabu yang jorok dan bikin malu. Namun di dunia medis, buang angin adalah aktivitas biologis yang sangat krusial. 


Tanpa adanya pelepasan gas, saluran pencernaan kita bisa mengalami tekanan tinggi yang memicu rasa begah dan sakit perut yang melilit.


Pertanyaannya, pernahkah kamu menghitung berapa kali kamu buang angin dalam sehari? Dan berapa sebenarnya angka yang bisa dikategorikan sebagai kentut yang sehat?


Misteri ini akhirnya terjawab lewat sebuah riset berskala besar yang dilakukan oleh badan sains nasional Australia, Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO). 


Studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open ini berhasil memetakan tabiat biologis dari 6.400 lebih warga Australia untuk menentukan batasan normal seputar kesehatan usus manusia.


Selama puluhan tahun, para dokter kesulitan menentukan batasan pasti mengenai seberapa banyak gas yang normal dikeluarkan oleh tubuh manusia yang sehat. 


Riset terdahulu biasanya hanya meneliti kelompok kecil atau orang yang memang sudah didiagnosis memiliki penyakit perut.


Namun, lewat pengumpulan data waktu nyata (real-time) terhadap ribuan warga Australia yang pencernaannya normal, para ilmuwan berhasil merumuskan standar baru. 


Hasilnya, hampir 80 persen orang yang sehat mengeluarkan gas antara dua hingga tujuh kali dalam sehari, dengan angka rata-rata umum berada di kisaran lima kali sehari.


Fakta menarik lainnya yang ditemukan dari perut warga Australia meliputi:

  • Pria vs Wanita: Kaum pria ternyata lebih sering buang angin dengan rata-rata 5,2 kali per hari, sementara wanita sedikit di bawahnya dengan rata-rata 4,8 kali sehari.
  • Faktor Usia: Remaja dan dewasa muda (usia 14 hingga 25 tahun) justru tercatat paling jarang kentut dibandingkan dengan kelompok usia di atasnya.
  • Waktu Puncak: Aktivitas buang angin paling sering terjadi pada malam hari, tepatnya antara pukul 6 sore hingga 10 malam. Hal ini sangat berkaitan dengan waktu makan malam, di mana masyarakat umumnya mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori dan serat paling tinggi.


Secara ilmiah, gas yang keluar dari tubuh kita berasal dari dua sumber yang berbeda. 


Sumber pertama adalah udara luar yang tidak sengaja tertelan saat kita makan, minum, atau berbicara. Udara ini umumnya tidak memiliki bau sama sekali.


Sumber kedua adalah hasil kerja keras miliaran bakteri yang hidup di dalam usus kita. 


Saat kita mengonsumsi makanan, terutama yang tinggi serat seperti kacang-kacangan, kubis, atau gandum, bakteri-bakteri ini akan memecah makanan tersebut melalui proses fermentasi


Nah, produk sampingan dari fermentasi bakteri inilah yang menghasilkan senyawa sulfur (belerang), yang menjadi dalang di balik aroma menyengat dari kentut seseorang.


Dengan adanya data konkret dari riset di Australia ini, masyarakat kini memiliki acuan mandiri untuk memantau kesehatan pencernaan mereka. 


Jika frekuensi kentut kamu sesekali melebihi angka tujuh, hal itu biasanya masih wajar, terutama jika kamu baru saja mengonsumsi makanan yang memicu gas atau menderita sindrom iritasi usus besar (Irritable Bowel Syndrome/IBS).


Namun, para ahli menekankan bahwa kondisi yang paling butuh kewaspadaan justru berada di arah sebaliknya: yaitu ketika seseorang terlalu jarang atau tidak bisa kentut sama sekali. 


Jika kamu tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk buang angin, yang disertai dengan gejala perut kembung keras, mual, atau nyeri hebat, itu bisa menjadi sinyal bahaya adanya penyumbatan (obstruksi) pada usus


Kondisi ini memerlukan penanganan medis darurat di rumah sakit.


Lewat pengungkapan fakta sains ini, para ilmuwan berharap masyarakat bisa mengubah pandangan sosial mereka terhadap kentut. 


Bukan lagi sebagai hal yang memalukan, melainkan sebagai indikator biologis yang berharga dan tanda bahwa ekosistem bakteri di dalam perut kita sedang bekerja dengan baik.


Disadur dari Medical Xpress - How often do people pass gas? There's now an app for that.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama