Pemindaian modern mengungkap struktur misterius terkubur di kota kuno Mesir, diduga kompleks religius berusia sekitar 2.600 tahun.
Ringkasan
- Struktur misterius berusia 2.600 tahun ditemukan di bawah kota kuno Buto di Mesir.
- Teknologi radar satelit dan ERT memungkinkan deteksi tanpa penggalian awal.
- Artefak religius menunjukkan kemungkinan fungsi bangunan sebagai kuil atau kompleks ritual.
ARKEOLOG menemukan sesuatu yang tak biasa di bawah reruntuhan kota kuno di Delta Nil, Mesir.
Bukan melalui penggalian tradisional, melainkan lewat teknologi canggih, mereka mendeteksi struktur besar yang selama ribuan tahun tersembunyi di dalam tanah.
Kota yang menjadi lokasi temuan ini memiliki sejarah panjang dan berlapis.
Dikenal sebagai Per-Wadjet oleh bangsa Mesir kuno, karena menjadi pusat pemujaan dewi ular Wadjet, kota ini kemudian disebut Buto saat era Yunani, dan kini dikenal sebagai Tell el-Fara’in, yang berarti “Bukit Para Firaun”.
Selama hampir 6.000 tahun, kota ini mengalami siklus pembangunan, kehancuran, dan pembangunan ulang, hingga akhirnya ditinggalkan sekitar abad ke-7 Masehi.
Lapisan demi lapisan sejarah itulah yang membuat situs ini begitu menarik, sekaligus sulit diteliti. Endapan lumpur, air tanah, dan kedalaman struktur membuat penggalian konvensional menjadi rumit dan mahal.
Karena itu, tim peneliti yang dipimpin oleh arkeolog Mohamed Abouarab dari Kafrelsheikh University memilih pendekatan berbeda: mengintip ke dalam tanah tanpa harus menggali lebih dulu.
Mereka memanfaatkan data radar dari satelit Sentinel-1 serta teknik geofisika bernama electrical resistivity tomography (ERT).
Metode ini bekerja dengan mengirimkan arus listrik ke dalam tanah melalui elektroda, lalu mengukur hambatan yang dihadapi arus tersebut.
Dari situ, para ilmuwan bisa “melihat” struktur tersembunyi—mirip CT scan, tapi untuk bumi.
Dari pemindaian awal, tim mengidentifikasi 15 titik potensial di area yang disebut Kom C. Setelah diuji lebih lanjut dengan ERT, mereka mengumpulkan lebih dari 1.300 data resistivitas.
Hasilnya mengejutkan, sebuah struktur bata lumpur berukuran sekitar 25 x 20 meter ditemukan terkubur sedalam 3 hingga 6 meter.
Struktur ini berada di bawah lapisan pecahan keramik dan puing-puing dari periode Yunani-Romawi, sekitar 332 SM hingga 395 M. Namun, usia bangunan itu sendiri ternyata jauh lebih tua.
Penggalian lanjutan mengonfirmasi bahwa struktur tersebut berasal dari sekitar 2.600 tahun lalu, tepatnya pada Periode Saite, dinasti ke-26 Mesir kuno, sebelum penaklukan Persia.
Yang membuat temuan ini semakin menarik adalah artefak yang ditemukan di sekitarnya.
Para arkeolog menemukan berbagai jimat (amulet), termasuk figur unik yang menggabungkan bentuk babun, elang, dan dewa kerdil Patikos.
Selain itu, ada juga representasi dewa-dewi terkenal seperti Isis, Horus, Taweret, dan tentu saja Wadjet.
Kehadiran benda-benda spiritual ini mengarah pada satu kemungkinan kuat: bangunan tersebut memiliki fungsi religius.
Bisa jadi sebuah kuil, kompleks ritual, atau bahkan tempat tinggal para pendeta. Namun, para peneliti masih berhati-hati dalam menarik kesimpulan akhir.
Menariknya, teknologi yang digunakan dalam penelitian ini terbukti sangat efektif.
Kombinasi data satelit dan pengukuran geofisika memberikan gambaran yang akurat tentang struktur bawah tanah tanpa harus menggali seluruh area terlebih dahulu.
Ini menjadi terobosan penting, terutama untuk situs kompleks seperti Buto.
Lebih jauh lagi, para peneliti menduga bahwa struktur yang ditemukan ini bukan satu-satunya. Ada kemungkinan kuil lain masih tersembunyi di bawah lapisan tanah liat tebal.
Rencana penelitian lanjutan pun sudah disiapkan untuk menggali lebih dalam, secara harfiah dan ilmiah.
Temuan ini bukan hanya membuka jendela baru ke masa lalu Mesir kuno, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi modern bisa merevolusi cara kita memahami sejarah.
Alih-alih menggali secara membabi buta, kini para arkeolog bisa “melihat” lebih dulu sebelum menentukan langkah berikutnya.
Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Acta Geophysica, menandai langkah awal yang menjanjikan dalam eksplorasi arkeologi berbasis teknologi.
Disadur dari Science Alert – Mysterious Structure Found Buried Beneath an Ancient Egyptian City

إرسال تعليق