Populasi Harimau Liar Terbanyak: India Memimpin, Indonesia Masuk Tiga Besar

Populasi harimau liar dunia kini terkonsentrasi di beberapa negara, dengan India memimpin berkat upaya konservasi jangka panjang.


Populasi harimau liar dunia kini terkonsentrasi di beberapa negara, dengan India memimpin berkat upaya konservasi jangka panjang.Ilustrasi: vladimircech/Freepik 


Ringkasan

  • India menjadi rumah bagi hampir 75% populasi harimau liar dunia berkat program konservasi habitat yang sangat ketat.
  • Rusia dan Indonesia menempati urutan berikutnya, meskipun harimau Sumatra kini menyandang status kritis akibat deforestasi.
  • Beberapa negara Asia Tenggara seperti Kamboja dan Vietnam telah kehilangan seluruh populasi harimau liar mereka akibat perburuan.


SEABAD lalu, harimau masih berkeliaran di sebagian besar wilayah Asia. Kini, ceritanya jauh berbeda. Hanya segelintir negara yang masih mampu menyokong kehidupan predator puncak ini di alam liar.


Berdasarkan survei nasional terbaru dan estimasi para ahli, berikut adalah daftar negara yang menjadi benteng terakhir bagi harimau liar di dunia.


1. India: Sang Raja Konservasi


India berdiri tegak di posisi pertama. Menurut survei tahun 2022, negara ini memiliki sekitar 3.682 ekor harimau liar. 


Rahasianya? India memiliki jaringan taman nasional yang luas, seperti Taman Nasional Jim Corbett, yang terhubung melalui koridor hutan. 


Upaya anti-perburuan yang sangat kuat serta program perlindungan habitat memastikan populasi indukan tetap stabil dan mampu membesarkan anak-anaknya dengan aman.


2. Rusia: Rumah bagi Harimau Amur


Di posisi kedua ada Rusia dengan populasi sekitar 750 ekor Harimau Amur. Mereka terkonsentrasi di wilayah Timur Jauh Rusia, dekat perbatasan China. 


Karena kepadatan penduduk yang rendah di sana, harimau jantan memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas. Berkat perlindungan ketat, Rusia berhasil membangkitkan spesies ini dari ambang kepunahan.


3. Indonesia: Benteng Terakhir Harimau Sumatra


Indonesia menempati posisi ketiga, sekaligus menjadi satu-satunya negara di mana harimau bertahan hidup di wilayah kepulauan. 


Saat ini, hanya tersisa Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) dengan jumlah kurang dari 400 ekor individu dewasa.


Meskipun menghadapi ancaman deforestasi dan perdagangan ilegal, penggunaan kamera jebak (camera trap) menunjukkan adanya populasi baru yang sedang berkembang di jantung hutan Sumatra. 


Namun, perjuangan belum berakhir, mengingat kerabat mereka, Harimau Jawa dan Harimau Bali, sudah lebih dulu dinyatakan punah.


Kisah Sukses dari Nepal dan Bhutan


Nepal menjadi salah satu kisah sukses paling inspiratif. Meski negaranya kecil, Nepal berhasil melipatgandakan populasinya menjadi 355 ekor. 


Sementara itu, Bhutan memiliki sekitar 131 ekor harimau yang unik karena mereka mampu hidup di wilayah hutan rendah hingga pegunungan tinggi.


Konservasi Jangka Panjang


Keberhasilan India bukan terjadi dalam semalam. Mengutip dari World Wildlife Fund (WWF), program "Project Tiger" yang diluncurkan sejak 1973 menjadi kunci. 


India menginvestasikan sumber daya besar pada pengawasan berbasis teknologi dan melibatkan masyarakat lokal dalam menjaga hutan. 


Mereka memahami bahwa menjaga harimau berarti menjaga seluruh ekosistem, termasuk ketersediaan air dan udara bersih bagi manusia.


Sayangnya, berita duka datang dari negara tetangga kita. Kamboja, Laos, dan Vietnam secara fungsional telah kehilangan populasi harimau liar mereka dalam beberapa dekade terakhir. 


Perburuan liar yang tak terkendali dan hilangnya mangsa alami menjadi penyebab utama mengapa "sang raja hutan" tak lagi terdengar suaranya di sana.


Masa depan harimau liar kini bergantung pada kerja sama internasional. 


Tanpa perlindungan habitat dan tindakan tegas terhadap pemburu, kucing besar yang memesona ini mungkin hanya akan menjadi legenda di masa depan.


Disadur dari HowStuffWorks - What's the Country With the Most Wild Tigers? 



Post a Comment

أحدث أقدم