Studi besar di Inggris menemukan durasi jalan kaki yang lebih lama efektif menurunkan risiko kematian dibanding langkah singkat terputus-putus.
Ringkasan
- Studi Inggris menunjukkan sesi jalan kaki panjang menurunkan risiko kematian dan penyakit jantung.
- Manfaatnya terlihat meski total langkah harian tidak meningkat.
- Dampak paling besar terjadi pada orang dewasa yang sangat kurang aktif.
JUMLAH langkah kaki per hari memang penting, tetapi cara kita 'mengumpulkan' langkah-langkah itu ternyata tak kalah menentukan.
Hasil studi di Inggris menunjukkan, orang dewasa dengan tingkat aktivitas rendah yang berjalan kaki dalam sesi lebih panjang dan tidak terputus memiliki risiko kematian dini dan penyakit jantung yang jauh lebih rendah.
Hal itu bila dibandingkan dengan mereka yang bergerak dalam sesi yang lebih singkat sepanjang hari.
Penelitian ini melibatkan 33.560 orang dewasa dari basis data UK Biobank yang rata-rata berjalan kurang dari 8.000 langkah per hari, kelompok yang dikategorikan sebagai kurang aktif.
Para peneliti ingin mengetahui apakah pola akumulasi langkah, bukan hanya total langkah, berpengaruh terhadap kesehatan jangka panjang. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.
Para peserta dikelompokkan berdasarkan durasi sesi jalan kaki yang paling sering mereka lakukan, yakni kurang dari 5 menit, 5–10 menit, 10–15 menit, dan 15 menit atau lebih.
Median langkah harian peserta sekitar 5.165 langkah. Hampir setengah dari mereka (42,9 persen) mengumpulkan langkah terutama dalam sesi kurang dari lima menit.
Hanya sekitar 8 persen yang rutin berjalan kaki selama 15 menit atau lebih dalam satu waktu.
Selama masa tindak lanjut rata-rata 9,5 tahun, para peneliti menemukan pola yang konsisten. Semakin lama sesi jalan kaki, semakin rendah risiko kematian dari semua penyebab.
Kelompok yang paling sering berjalan kurang dari lima menit memiliki risiko kematian sekitar 4,36 persen. Angka ini turun drastis menjadi 1,83 persen pada mereka yang berjalan 5–10 menit.
Manfaatnya makin terlihat pada sesi yang lebih panjang. Peserta yang mayoritas langkahnya berasal dari sesi 10–15 menit memiliki risiko kematian sekitar 0,84 persen.
Sementara mereka yang rutin berjalan 15 menit atau lebih mencatat risiko terendah, sekitar 0,80 persen. Perbedaan ini tetap terlihat meski total langkah harian relatif sama.
Hubungan antara pola berjalan dan penyakit kardiovaskular (CVD) bahkan lebih mencolok.
Setelah 9,5 tahun, peserta yang sebagian besar berjalan dalam sesi sangat singkat menghadapi risiko CVD kumulatif sekitar 13 persen. Risiko ini menurun menjadi 11 persen pada sesi 5–10 menit.
Penurunan tajam terjadi pada sesi lebih panjang. Kelompok 10–15 menit memiliki risiko CVD sekitar 7,7 persen, sedangkan mereka yang berjalan 15 menit atau lebih hanya sekitar 4,4 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa jantung dan pembuluh darah tampaknya “lebih menghargai” aktivitas yang berkelanjutan daripada gerak singkat yang terputus-putus.
Manfaat berjalan lebih lama paling jelas terlihat pada peserta yang sangat sedentari, yakni mereka yang berjalan kurang dari 5.000 langkah per hari.
Pada kelompok ini, mengganti banyak sesi pendek dengan satu atau dua sesi berjalan yang lebih panjang berhubungan kuat dengan penurunan risiko kematian dan penyakit jantung.
Secara fisiologis, hal ini masuk akal.
Jalan kaki berkelanjutan menjaga denyut jantung tetap meningkat lebih lama, memperbaiki sensitivitas insulin, aliran darah, serta fungsi metabolik, efek yang sulit dicapai jika gerak hanya berlangsung satu-dua menit.
Organisasi kesehatan seperti WHO dan American Heart Association juga menekankan pentingnya aktivitas aerobik berkelanjutan untuk kesehatan jantung, meski durasinya moderat.
Temuan ini tidak berarti langkah singkat tak berguna. Bergerak tetap lebih baik daripada diam. Namun bagi orang yang sibuk atau kurang aktif, studi ini memberi pesan praktis.
Luangkan waktu untuk satu jalan kaki yang sedikit lebih panjang, misalnya 15–20 menit, alih-alih hanya mengandalkan langkah-langkah kecil yang tercecer sepanjang hari.
Disadur dari ScienceDaily.

إرسال تعليق