Sebuah helm emas 15 karat yang ditemukan di makam kerajaan Ur, Irak modern, mengungkap kisah menarik seorang pangeran Sumeria dari 4.500 tahun lalu.
Ringkasan
- Helm emas ini ditemukan di makam kerajaan di kota kuno Ur oleh arkeolog Inggris pada 1927.
- Helm dihias menyerupai rambut bergelombang dan cepol, serta memiliki lubang telinga dan dagu.
- Artefak ini kemungkinan milik seorang pangeran bernama Meskalamdug dari Dinasti Pertama Ur.
HELM Emas Meskalamdug bukan hanya pelindung kepala, juga memperlihatkan detail gaya rambut sang pemakainya, lengkap dengan cepol khas bangsawan Mesopotamia kuno.
Meski mungkin hanya dipakai dalam upacara, helm ini menjadi salah satu artefak tertua yang menggambarkan mode dan status sosial zaman dulu.
Helm emas ini pertama kali ditemukan oleh arkeolog Sir Leonard Woolley saat menggali makam kerajaan di Ur, salah satu kota tertua di Mesopotamia yang kini berada di wilayah Irak.
Dalam penggalian tahun 1927 itu, Woolley juga menemukan berbagai benda mewah lainnya: vas alabaster, belati emas, dan mangkuk emas bertuliskan nama Meskalamdug, yang berarti "pahlawan dari tanah yang baik."
Namun, karena makam tersebut tidak semegah makam raja lainnya, ia menyimpulkan bahwa Meskalamdug ini adalah seorang pangeran, bukan raja.
Helm ini tidak sekadar mewah, tapi juga penuh detail artistik. Terbuat dari selembar emas 15 karat, helm ini dibentuk menyerupai rambut pemakainya yang diikat pita dan digelung menjadi man bun di belakang kepala.
Ukurannya pun pas kepala manusia, tingginya 22,7 cm dan lebarnya 21 cm. Sang pengrajin bahkan menambahkan lubang telinga dan dagu, kemungkinan untuk kenyamanan serta pemasangan tali dagu.
Sebuah helm emas 15 karat yang ditemukan di makam kerajaan Ur, Irak modern, mengungkap kisah menarik seorang pangeran Sumeria dari 4.500 tahun lalu. Foto:The British Museum Menurut James Ogden, tukang emas awal abad ke-20 yang membuat dua replika helm ini, helm asli kemungkinan adalah hiasan seremonial, bukan helm perang.
Di sekitar tepi helm terdapat lubang-lubang kecil yang mungkin digunakan untuk menjahitkan lapisan kain empuk di bagian dalam.
Ogden bahkan menemukan sisa kain itu saat mengerjakan replika helm untuk Museum Britania dan Museum Penn.
Yang menarik, bentuk helm dan tatanan rambutnya mirip dengan ikonografi raja-raja Mesopotamia seperti Eannatum dan Sargon Agung dari Akkad pada abad ke-25 hingga ke-24 SM.
Ini menegaskan bahwa gaya rambut, dan mungkin jenis helm seperti ini, merupakan simbol kekuasaan dan status pada masa itu.
Di Royal Cemetery Ur memang ditemukan nama Meskalamdug sebagai seorang raja Sumeria, tetapi helm ini berasal dari makam yang tidak menunjukkan tanda-tanda kebangsawanan tinggi.
Maka besar kemungkinan helm ini milik seorang kerabat, entah anak atau cucu dari Raja Meskalamdug, yang hidup pada era Dinasti Pertama Ur.
Menariknya, istri kedua dari raja tersebut adalah Ratu Puabi, tokoh perempuan berpengaruh dari masa itu.
Kini, helm asli disimpan di Museum Irak di Baghdad. Sempat disembunyikan sebelum Perang Teluk pertama dan terlindung dari penjarahan, artefak ini berhasil dipulihkan pada 2003.
Sementara dua replika resminya tetap dipamerkan di museum-museum besar dunia sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Sumeria.
Disadur dari Live Science.

Posting Komentar