Para ilmuwan sebelumnya telah berspekulasi tentang keberadaan gua-gua di bawah permukaan bulan, kini, melalui gambar hasil tangkapan radar, dugaan itu terkonfirmasi.
ngarahNyaho - Tim peneliti mengeklaim telag menemukan sebuah gua di Bulan dalam gambar radar. Menurut mereka, situs itu akan menjadi tempat penting bagi manusia yang ingin menjelajah satelit berbatu kita.
Terowongan ini berada di lubang Mare Tranquillitatis atau Sea of Tranquility (Lautan Ketenangan), lubang terdalam yang diketahui di Bulan.
Sea of Tranquility adalah tempat misi Apollo 11 mendarat pada tahun 1969.
Lubang tersebut terbentuk karena runtuhnya atap tabung lava atau runtuhnya struktur kosong yang disebabkan oleh proses tektonik.
Para peneliti mempelajari gambar radar tampak samping yang diambil oleh instrumen Mini-RF Lunar Reconnaissance Orbiter antara tahun 2009 dan 2011.
Tim kemudian melakukan simulasi radar 3D dari potensi geometri lubang dan gua tersebut. untuk menentukan bahwa kecerahan yang mereka lihat pada gambar radar mungkin disebabkan oleh fitur bawah permukaan.
Pada akhirnya, tim menentukan ada terowongan di dalam lubang yang panjangnya antara 98 kaki (30 meter) dan 262 kaki (80m).
Kawah lubang Mare Tranquillitatis (Foto: NASA/Goddard/Arizona State University)
Terowongan ini lebarnya kira-kira 148 kaki (45m) dan berbentuk datar atau miring dengan kecuraman maksimum 45 derajat. Penelitian mereka dipublikasikan di Nature Astronomy.
Sebuah gua di Bulan bisa menjadi keuntungan bagi eksplorasi bulan, menurut tim peneliti dalam laporannya.
“Eksplorasi gua bulan melalui misi robotik di masa depan dapat memberikan perspektif baru tentang bawah permukaan bulan dan menghasilkan wawasan baru tentang evolusi vulkanisme bulan.
“Selain itu, eksplorasi langsung dapat memastikan keberadaan lingkungan bawah permukaan yang stabil, terlindung dari radiasi, dan memiliki kondisi suhu optimal untuk pemanfaatan manusia di masa depan.”
Mengutip Gizmodo, bayangan lubang bulan yang menjorok membuat sebagian lubang tersebut relatif beriklim sedang.
Pada tahun 2022, data dari LRO menunjukkan bahwa suhu bagian dalam beberapa lubang di bulan berkisar sekitar 63° Fahrenheit (17,2° Celsius).
Rekan penulis studi Leonardo Carrer dan Lorenzo Bruzzone dari Universitas Trento Italia, membangun pangkalan bulan di dalam gua memiliki keuntungan signifikan.
Satu di antara keuntungan itu adalah perlindungan dari sinar kosmik dan radiasi matahari yang berbahaya bagi manusia dan terus menerus menerpa permukaan bulan.
Selain itu, stabilitas termal, karena suhu di permukaan bulan bervariasi secara dramatis sedangkan bagian dalam gua bulan mempertahankan suhu yang stabil.
Keuntungan lainnya, perlindungan mikrometeorit, karena batuan gua memberikan perisai alami terhadap benturan. Juga ketersediaan sumber daya. Gua mungkin lebih dekat dengan sumber air es atau mineral lainnya.
Memahami interior bulan
Kehadiran semi permanen di Bulan akan menjadi keuntungan bagi misi penelitian di permukaan satelit serta landasan peluncuran untuk misi yang lebih jauh di tata surya.
Selain lokasi gua yang berpotensi menjadi pangkalan bulan, Carrer dan Bruzzone mengatakan bahwa sejarah bulan dapat dilestarikan di gua-gua tersebut.
Tidak terpengaruh oleh lingkungan keras di permukaan bulan, bebatuan di gua bulan “dapat memberikan wawasan yang signifikan” terhadap pertanyaan tentang aktivitas vulkanik Bulan dan komposisi interior satelit. | Sumber: Gizmodo


إرسال تعليق