Objek Tercepat Buatan Manusia, bahkan Belum Melambat hingga Kini

Tugas wahana ini sangat berat: mengamati mahkota luar Matahari yang sangat panas dari jarak dekat.


(Gambar: Credit: NASA/Johns Hopkins APL/Steve Gribben via Scitech Daily)


ngarahNyaho - Parker Solar Probe milik NASA baru saja menyamai rekor objek buatan manusia yang bergerak paling cepat sepanjang masa yang sebelumnya dipegang wahana itu sendiri.


Objek ini tercatat melaju dengan kecepatan 635.266 kilometer (394.736 mil) per jam pada tanggal 29 Juni, yang kedua kalinya mencapai kecepatan tersebut sejak diluncurkan pada tahun 2018. 


Kita berbicara tentang 500 kali lebih cepat daripada kecepatan suara di sini.


Parker Solar Probe ini juga akan menjadi lebih cepat lagi, dengan kecepatan tertinggi diperkirakan sekitar 692.000 kpj (430.000 mph) ketika ia mencapai titik terdekatnya dengan Matahari pada tahun 2025. 


Dengan kecepatan itu, perjalanan dari Washington, DC di Amerika Serikat ke Tokyo, Jepang, hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit.


Mencapai kecepatan luar biasa ini bergantung pada waktu dan momentum. 


Saat Parker Solar Probe berputar mengelilingi Matahari, ia sejajar dengan orbit Venus, menggunakan gravitasi planet yang bergerak untuk menciptakan semacam ketapel bertenaga gravitasi.


Wahana ini pada akhirnya akan mendekati massa plasma ultra-panas yang berputar-putar di sekitar Matahari. Objek ini akan melakukan banyak pengukuran untuk membantu kita memahami Matahari. 


Pada April 2021, wahana tersebut 'menyentuh' bintang terdekat kita untuk pertama kalinya, mengumpulkan sampel plasma dan mengukur perubahan medan magnetnya. 


Pesawat ruang angkasa ini mengumpulkan data yang sangat berharga yang tidak dapat kita kumpulkan dari sini di Bumi. Ini, tentu saja, adalah sebuah perjalanan yang spektakuler.


Saat Parker Solar Probe kini telah menyelesaikan pendekatan jarak dekatnya yang ke-20, berada dalam jarak 7,26 juta kilometer dari lapisan gas terionisasi yang dianggap sebagai permukaan Matahari. 


Pada akhirnya, jaraknya akan mencapai 6,12 juta kilometer.


Dan tentu saja wahana tersebut harus cukup kokoh untuk menahan tidak hanya kecepatan luar biasa ini, namun juga panas dan radiasi yang luar biasa. 


Perlindungan pesawat ruang angkasa ini mencakup perisai komposit karbon berukuran 11,4 sentimeter (4,5 inci) yang mampu menahan suhu hampir 1.371 derajat Celcius (2.500 derajat Fahrenheit). | Sumber: Science Alert

Post a Comment

أحدث أقدم