Kebotakan di Ubun-Ubun Bisa Jadi Sinyal Masalah Jantung

Riset terbaru menunjukkan bahwa lokasi kebotakan pada pria, khususnya di area ubun-ubun, dapat menjadi sinyal awal risiko penyakit jantung koroner.


Riset terbaru menunjukkan bahwa lokasi kebotakan pada pria, khususnya di area ubun-ubun, dapat menjadi sinyal awal risiko penyakit jantung koroner.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan 

  • Kebotakan di puncak kepala berkorelasi dengan risiko jantung, sedangkan garis rambut jidat yang mundur cenderung aman.
  • Hormon androgen menyusutkan folikel rambut sekaligus berpotensi memicu resistensi insulin dan gangguan prostat.
  • Hubungan ini bersifat asosiatif, bukan hubungan sebab-akibat langsung yang pasti membuat Anda jatuh sakit.


KEBOTAKAN kerap dianggap cuma ritual pubertas kedua pria, tanda bahwa koleksi topi harus ditambah dan cermin harus dihindari. 


Namun, riset ilmiah menunjukkan bahwa hilangnya mahkota kepala ini mungkin membawa pesan khusus dari dalam tubuh.


Riset yang dipublikasikan dalam BMJ Open (2013) terhadap hampir 37.000 pria menemukan fakta unik: tidak semua kebotakan diciptakan setara. 


Kebotakan di area vertex (puncak kepala atau ubun-ubun) terbukti berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. 


Sebaliknya, garis rambut jidat yang makin "lapang" ke belakang ternyata relatif aman.


Makin parah kebotakan di puncak kepala, makin tinggi risikonya, mulai dari 18 persen pada tingkat ringan hingga 48 persen pada kategori berat.


Epidemiolog Dr. Guy Eslick melalui analisisnya pada 2014 memperluas temuan ini. Ia mengaitkan kebotakan tipe pria (androgenetic alopecia) dengan resistensi insulin, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah tinggi. 


Bahkan, tinjauan riset pada 2025 menambahkan karsinoma prostat dan pembesaran prostat jinak ke dalam daftar potensi risiko tersebut.


Mengapa ini bisa terjadi? Prof. Desmond Tobin dari University College Dublin menjelaskan bahwa folikel rambut sebenarnya tidak mati. 


"Pabrik" rambut hanya menyusut akibat pengaruh hormon pria (androgen), sehingga hanya sanggup menghasilkan bulu halus yang hampir tak kasat mata.


Kendati demikian, jangan langsung memesan peti mati saat melihat ubun-ubun makin kinclong. Para peneliti menekankan bahwa bukti sains yang ada masih beragam. 


Hubungan ini bersifat asosiasi, bukan kepastian sebab-akibat. Banyak pria dengan kepala plontos tetap berumur panjang dan sehat bugar.


Disadur dari BBC Science Focus - "'It's where you're balding that counts': What your hairline can reveal about your health" yang diakses pada September 2026. 




Post a Comment

أحدث أقدم