Peneliti berhasil mengoperasikan panel surya di kedalaman 10 meter Laut China Selatan untuk menyuplai listrik perangkat bawah laut.
Ringkasan
- Menghasilkan listrik sebesar 324 miliwatt-jam (mWh) hanya dalam dua jam pencahayaan di kedalaman 10 meter.
- Mampu mempertahankan efisiensi hingga 96% dan diproyeksikan sanggup beroperasi terus-menerus hingga 5,5 tahun.
- Menjadi solusi pengisian daya mandiri untuk sensor, kamera kelautan, hingga robot penjelajah dasar laut tanpa kabel permukaan.
SELAMA ini panel surya identik terpanggang di atap rumah atau padang pasir terik. Mendorong teknologi ini masuk ke dalam air biasanya cuma berujung pada bayangan korsleting.
Lagipula, sinar matahari meredup drastis begitu menembus air.
Riset-riset sebelumnya bahkan cuma berani main aman di kedalaman dua meter, skenario yang jujur saja cuma pas buat menyalakan mainan bebek karet di kolam renang.
Namun, kendala tersebut berhasil ditaklukkan oleh tim ilmuwan pimpinan Wen-Hua Zhang dari Universitas Yunnan dan Southwest United Graduate School.
Dalam studi yang terbit di jurnal Joule pada September 2026, mereka mengembangkan sel surya berbasis perovskit dengan celah pita (bandgap) lebar.
Desain khusus ini memungkinkan sel menyerap spektrum cahaya biru hingga jingga yang paling efektif menembus remang-remangnya dasar laut.
Sebelum dibawa ke laut lepas, panel ini diuji ketat di laboratorium.
Hasilnya, setelah disimpan 300 hari dalam kotak gas nitrogen dan disimulasikan menyelam selama 1.160 jam, panel ini nyaris tak mengalami penurunan performa.
Pengujian sesungguhnya dilakukan dengan memasang modul sel surya pada robot bawah laut di perairan Kepulauan Weizhou, Laut China Selatan.
Di kedalaman 10 meter, modul ini terbukti memanen listrik hingga 324 mWh hanya dalam waktu dua jam.
Inovasi ini menjadi angin segar bagi pemantauan budidaya perikanan (akuakultur), kamera observasi, hingga sistem komunikasi lepas pantai.
Tanpa perlu kabel menggantung yang rawan tersangkut atau ritual bongkar-pasang baterai yang merepotkan, perangkat laut kini bisa beroperasi mandiri.
Lagi pula, melihat kondisi iklim daratan yang kian kacau, menyiapkan pembangkit listrik di bawah laut adalah langkah antisipasi yang cukup pragmatis..
Ke depannya, tim Zhang berencana menguji teknologi fotovoltaik bawah air ini di kedalaman yang lebih ekstrem sekaligus menyusun protokol pengujian terstandar.
Disadur dari TechXplore - Underwater solar cells can operate 10 meters below the ocean's surface yang diakses September 2026.

إرسال تعليق