Dikit-Dikit Minum Obat, Olahraga Santai Ternyata Ampuh Usir Nyeri

Olahraga ringan seperti yoga atau tai chi terbukti ampuh meredakan nyeri tubuh, bahkan melebihi efektivitas obat pereda nyeri komersial.


Olahraga ringan seperti yoga atau tai chi terbukti ampuh meredakan nyeri tubuh, bahkan melebihi efektivitas obat pereda nyeri komersial.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan 

  • Hasil analisis data lebih dari 220.000 orang, olahraga terbukti menekan angka nyeri hingga 1,1 poin pada skala 10.
  • Latihan berdurasi singkat di bawah 12 minggu justru lebih efektif dibanding olahraga berat yang menyiksa.
  • Senyawa endorfin dan serotonin aktif bekerja menenangkan peradangan tanpa merusak ginjal.


Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan pengganti saran medis.


SAAT pinggang terasa mau patah atau kepala berdenyut hebat, refleks pertama kebanyakan orang adalah menyambar pil pereda nyeri. 


Sayangnya, selain bikin kantong bolong, kebiasaan menelan kimia ini menyimpan risiko jangka panjang bagi organ dalam. 


Nah, penelitian terbaru dari Adelaide University membawa kabar segar.


Gerakan tubuh sederhana ternyata bisa jadi penawar sakit yang setara—bahkan lebih ampuh.


Dalam studi yang dipublikasikan pada jurnal PAIN Reports, para peneliti meninjau 157 analisis sistematis yang melibatkan 221.279 partisipan. 


Hasilnya, olahraga terbukti memangkas rasa sakit pada berbagai kondisi, mulai dari radang sendi, migrain, nyeri haid, hingga nyeri akibat kanker. 


Pada skala nyeri 0–10, aktivitas fisik berhasil menurunkan tingkat kesakitan rata-rata 1,1 poin. 


Angka peredaan ini sekitar 60 persen lebih tinggi ketimbang penurunan rata-rata yang dilaporkan dalam uji coba obat pereda nyeri umum.


Mengapa bergerak bisa mematikan rasa sakit? Dr. Ben Singh, peneliti utama riset tersebut, menjelaskan bahwa saat manusia bergerak, tubuh otomatis meracik senyawa kimia bawaan seperti endorfin dan serotonin. 


Senyawa ini bekerja layaknya "obat bius gratisan" yang menumpulkan respons nyeri di otak sekaligus meredakan peradangan. 


Sayangnya, meski bukti ilmiah sudah menumpuk, resep olahraga jarang diberikan dokter secara presisi dan pasien lebih sering dipasrahkan pada tumpukan pil.


Uniknya lagi, prinsip no pain no gain tidak berlaku di sini. 


Program latihan berdurasi pendek (kurang dari 12 minggu) dengan intensitas ringan seperti tai chi, pilates, dan yoga justru memberikan hasil paling maksimal. 


Para peneliti menilai fenomena ini wajar: manusia pada dasarnya lebih mampu konsisten melakukan gerakan santai ketimbang dipaksa latihan berat yang menyiksa batin.


Meski bukan obat ajaib yang menghapus penyakit dalam semalam, gerak badan menawarkan jalan keluar yang murah dan bebas efek samping. 


Jadi, sebelum buru-buru menenggak pil saat badan mulai encok, cobalah melakukan regangan ringan terlebih dahulu.


Disadur dari laman StudyFinds - "Exercise May Match Common Pain Medications, Major Review Finds" yang diakses pada September 2026.


Post a Comment

أحدث أقدم