Resep Rahasia Ramuan Cat Mesir Kuno Akhirnya Terbongkar!

Para ilmuwan berhasil mengupas resep rahasia lem dan cat Mesir kuno menggunakan teknik analisis protein tanpa merusak artefak bersejarah.


Para ilmuwan berhasil mengupas resep rahasia lem dan cat Mesir kuno menggunakan teknik analisis protein tanpa merusak artefak bersejarah.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan


SELAMA ribuan tahun, rahasia ketahanan lukisan pada dinding makam dan peti mumi Mesir kuno selalu membingungkan para peneliti.


Masalah utamanya, untuk tahu racikan bahannya, dulu peneliti harus mengambil sampel yang berisiko merusak artefak mahal tersebut. Tindakan itu tentu membuat para kurator museum jantungan.


Namun, studi terbaru di jurnal Science Advances mengungkap bahwa tim peneliti kini memanfaatkan analisis proteomics berbasis spektrometri massa.


Teknologi super sensitif ini sanggup membedah sisa-sisa protein purba tanpa perlu menghancurkan benda cagar budaya.


Hasilnya cukup mengejutkan sekaligus sedikit menggelitik. Orang Mesir kuno ternyata tidak ragu merebus kulit dan jaringan ikat sapi, domba, kuda, keledai, hingga antelop untuk dijadikan lem.


Tampaknya, hewan apa pun yang apes dan melintas di dekat bengkel kerja sang seniman berpotensi diubah menjadi bahan perekat cat.


Bahan hewani ini dicampur ke lapisan dasar agar pigmen warna seperti merah hematit, kuning orpiment, hingga hitam karbon menempel sempurna.


Selain ramuan hewani, peneliti juga mendeteksi protein biji wijen dan pohon kelor (moringa). Selain dipakai untuk obat, kosmetik, dan bahan pengawet mayat mumi, kelor memiliki makna spiritual mendalam.


Tanaman ini dianggap sebagai manifestasi Dewa Ptah, sosok pelindung para pengrajin.


Menyelipkan minyak kelor ke dalam peti mati kemungkinan besar merupakan "doa keselamatan" agar karya seni sang seniman terhindar dari marabahaya melintasi zaman.


Temuan ini melengkapi riset Washington State University yang sebelumnya berhasil mereplikasi warna legendaris Egyptian Blue dengan memanggang campuran tembaga, silikon, kalsium, dan natrium karbonat pada suhu ekstrem.


Kombinasi riset ini membuktikan bahwa seniman Mesir kuno tak sekadar melukis, tetapi juga bertindak sebagai "ahli kimia" yang sangat berniat.


Disadur dari Ars Technica - Scientists unlock secrets of ancient Egyptian materials with proteomics yang diakses pada September 2026.



Post a Comment

أحدث أقدم