Seorang fisikawan menunjukkan bahwa strategi tempur terkenal Star Trek secara teori benar, bahkan bisa menghasilkan tiga bayangan kapal, bukan dua.
Ringkasan
- Manuver Picard memanfaatkan efek aneh cahaya dari benda yang bergerak lebih cepat daripada cahaya.
- Perhitungan terbaru menunjukkan kapal lawan sebenarnya dapat melihat tiga citra Stargazer sekaligus.
- Kecepatan cahaya tetap tidak bisa dilampaui oleh benda bermassa dalam fisika yang kita kenal; bagian “warp”-nya masih wilayah fiksi.
DALAM episode kesembilan musim pertama Star Trek: The Next Generation, “The Battle”, Jean-Luc Picard mengenang masa ketika ia masih memimpin USS Stargazer.
Saat diserang, Picard menjalankan taktik nekat. Kapal dipacu dengan kecepatan warp menuju musuh, lalu dihentikan mendadak dan langsung menembak.
Idenya sederhana tetapi licik. Bila sebuah kapal bergerak lebih cepat daripada cahaya, cahaya yang dipancarkannya tidak tiba di pengamat secara berurutan seperti biasanya.
Dari sudut pandang kapal lawan, Stargazer secara teori dapat tampak berada di dua tempat sekaligus, posisi sebelumnya dan posisi akhirnya.
Dengan begitu, musuh berisiko menembak citra yang salah. Picard mendapat peluang 50:50 untuk membuat lawannya salah sasaran.
Lumayan untuk sebuah taktik yang pada dasarnya meminta fisika mengacaukan sistem bidik lawan.
Namun fisikawan Níckolas de Aguiar Alves dari Federal University of ABC, Brasil, menemukan bahwa hitungan itu justru terlalu sederhana.
Ketika menggambar diagram untuk sebuah persoalan fisika partikel, ia menyadari skenario tersebut mengingatkannya pada Manuver Picard.
Masalahnya terletak pada percepatan.
Dalam adegan Star Trek, Stargazer tidak melaju dengan kecepatan superluminal yang konstan.
Kapal mula-mula dipercepat hingga kecepatan warp, kemudian diperlambat hingga berhenti di dekat musuh. Artinya, lintasannya melibatkan dua perubahan kecepatan.
Menurut perhitungan Alves, perubahan tersebut dapat membuat kapal lawan melihat hingga tiga citra Stargazer, bukan dua.
Secara matematis, gerakan superluminal dengan percepatan memungkinkan lebih dari satu waktu “tertunda” bagi cahaya untuk mencapai pengamat.
Hasilnya, satu kapal dapat terlihat seperti beberapa kapal pada saat yang sama.
Temuan ini dituangkan Alves dalam makalah The unexpected effectiveness of the Picard maneuver: Seeing three images of the same superluminal spaceship, yang diterima untuk American Journal of Physics.
Tentu saja, ini bukan bukti bahwa pesawat luar angkasa bisa melaju melampaui cahaya.
Dalam fisika modern, perjalanan benda bermassa melewati kecepatan cahaya di ruang hampa masih dianggap tidak mungkin. Yang menarik justru matematika di balik eksperimen pikiran tersebut.
Jadi, para penulis Star Trek memang tidak menghitungnya dengan sempurna.
Tetapi mereka rupanya membuat kesalahan yang cukup produktif: fisikawan sekarang menemukan bahwa Manuver Picard secara teoritis lebih membingungkan bagi musuh daripada yang mereka bayangkan.
Disadur dari Popular Science - Physicist proves famous ‘Star Trek’ combat strategy Works yang diakses September 2026.

إرسال تعليق