Hilangnya es laut Arktik diduga dapat mengubah pola angin dan sirkulasi atmosfer yang memengaruhi musim hujan Asia.
Ringkasan
- Arktik memanas hampir empat kali lebih cepat daripada rata-rata global, sementara es laut musim panas terus menyusut.
- Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara berkurangnya es Arktik dan perubahan waktu maupun intensitas monsun Asia.
- Namun, pengaruhnya tidak seragam dan masih kalah dominan dibanding faktor tropis seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO).
MUSIM hujan Asia bukan sekadar urusan apakah besok perlu membawa payung. Jutaan petani, pasokan air, produksi pangan, hingga perekonomian bergantung pada kapan hujan datang dan seberapa deras.
Karena itu, perubahan kecil pada pola monsun bisa berdampak besar. Hujan berlebihan dapat memicu banjir, sementara hujan yang terlambat atau terlalu sedikit dapat menyebabkan kekeringan dan gagal panen.
Pada 2024, misalnya, hujan sangat deras membanjiri wilayah luas Bangladesh timur dan berdampak pada jutaan orang.
Selama ini, ilmuwan banyak menyoroti faktor tropis seperti ENSO dan kondisi Samudra Hindia untuk menjelaskan naik-turunnya monsun. Namun, perhatian kini mulai bergeser jauh ke utara, ke Arktik.
Arktik mengalami fenomena yang disebut Arctic amplification, yakni pemanasan yang berlangsung jauh lebih cepat dibanding rata-rata global.
Sejak pengamatan satelit dimulai pada 1979, luas minimum es laut Arktik pada musim panas telah menyusut sekitar 12% per dekade.
Ketika es menghilang, permukaan laut yang lebih gelap terbuka dan menyerap lebih banyak energi Matahari. Akibatnya, pemanasan di kawasan tersebut dapat semakin cepat.
Lalu, bagaimana perubahan di wilayah kutub bisa terasa ribuan kilometer jauhnya?
Salah satu dugaan berkaitan dengan jet stream, aliran angin kencang di atmosfer yang membantu mengatur pola cuaca di lintang menengah.
Pemanasan Arktik dapat mengurangi perbedaan suhu antara kutub dan wilayah lintang rendah.
Kondisi ini diduga dapat membuat jet stream lebih berkelok dan memungkinkan gangguan atmosfer dari Arktik merambat menuju Eurasia.
Ada pula mekanisme lain, seperti gelombang Rossby, perubahan kontras suhu daratan-lautan, hingga kemungkinan pengaruh melalui stratosfer.
Singkatnya, atmosfer ternyata punya jaringan komunikasi yang rumit, sayangnya tidak ada tombol mute ketika cuaca mulai berulah.
Penelitian terbaru menunjukkan hubungan tersebut mungkin nyata, tetapi hasilnya tidak selalu sama.
Duo dan Zhang (2025) menemukan, berkurangnya es Arktik berkaitan dengan mundurnya musim hujan yang lebih lambat serta peningkatan hujan pada masa peralihan pascamusim hujan di Asia Tenggara.
Sebaliknya, Sardana dan Agarwal (2025) menemukan bahwa berkurangnya es laut di kawasan Barents-Kara berkaitan dengan penurunan curah hujan musim panas di India bagian utara.
Sementara itu, Zhang dkk. (2024) menemukan bahwa hilangnya es Arktik dapat memengaruhi variasi jangka panjang monsun Asia Timur, antara lain melalui perubahan pola gelombang atmosfer di Eurasia.
Perbedaan tersebut bukan berarti penelitian-penelitian itu saling bertentangan. Pengaruh Arktik tampaknya bergantung pada wilayah, musim, kondisi atmosfer, dan interaksi dengan faktor iklim lain.
Para ilmuwan masih berhati-hati. ENSO tetap menjadi salah satu pengendali utama variasi monsun dari tahun ke tahun. Model iklim juga menghasilkan respons yang berbeda-beda terhadap hilangnya es Arktik.
Jadi, belum ada cerita sederhana bahwa es Arktik mencair, lantas Asia kebanjiran. Hubungannya jauh lebih rumit.
Namun, perubahan Arktik mungkin bertindak sebagai penguat risiko, dengan mengubah kondisi atmosfer yang menentukan kapan dan bagaimana monsun berkembang.
Temuan ini memperlihatkan bahwa sistem iklim tidak bekerja dalam kotak-kotak regional. Perubahan yang terjadi di kutub dapat berpotensi memengaruhi cuaca di wilayah tropis ribuan kilometer jauhnya.
Memahami hubungan lintas wilayah semacam ini menjadi semakin penting untuk meningkatkan prediksi musim hujan dan mengantisipasi kejadian cuaca ekstrem.
Disadur dari Eos - Arctic Sea Ice Loss May Be Reshaping the Asian Monsoon yang diakses pada September 2026.

إرسال تعليق