Ilmuwan Universitas Tokyo berhasil menciptakan lem super fleksibel berdaya rekat kuat pada lapisan anti-lengket yang mudah dibersihkan menggunakan alkohol.
Ringkasan
- Lem baru mampu merekat kuat pada permukaan yang selama ini terkenal sulit ditempeli, seperti PTFE (Teflon).
- Cukup dibersihkan menggunakan etanol, lem langsung terlepas tanpa residu dan bahkan dapat digunakan kembali.
- Teknologi ini bisa memudahkan pembongkaran produk elektronik, kendaraan, dan berbagai barang konsumsi.
INDUSTRI manufaktur selalu dihadapkan pada dilema klasik dalam memilih zat perekat. Lem yang super kuat biasanya berkarakter kaku, rapuh, dan sangat sulit dibersihkan tanpa merusak permukaan material.
Sebaliknya, jenis perekat yang mudah dikelupas umumnya tidak memiliki daya tahan yang cukup kuat untuk menopang beban berat.
Tarik-ulur antara kekuatan perekatan dan kemudahan pelepasan ini menjadi tantangan besar di dunia sains material.
Namun, kebuntuan tersebut berhasil dipecahkan oleh tim peneliti dari Universitas Tokyo.
Mereka sukses mengembangkan formula lem baru bernama CyclicFP-fmoc yang dipublikasikan dalam Journal of the American Chemical Society.
Hebatnya, perekat mutakhir ini mampu menempel erat pada permukaan paling licin sekalipun, seperti Teflon (PTFE), tetapi bisa langsung luntur seketika hanya dengan disiram sedikit cairan alkohol jenis etanol.
Bila lem konvensional pada umumnya terbuat dari rantai polimer yang panjang dan saling mengikat, zat perekat baru ini justru tersusun atas struktur molekul-molekul kecil.
Secara teoretis, lem berbasis molekul kecil cenderung rapuh dan lemah. Kunci rahasia dari ketangguhan CyclicFP-fmoc terletak pada penambahan atom fluorin ke dalam ramuan kimianya.
Atom fluorin ini memicu lahirnya jutaan interaksi nonkovalen, yakni gaya tarik-menarik antarmolekul yang sebenarnya lemah jika berdiri sendiri.
Namun, ketika jutaan interaksi lemah tersebut bekerja secara serentak, mereka menciptakan efek kolektif yang luar biasa kuat dan lentur.
Alhasil, zat perekat ini memiliki sifat elastisitas tinggi (duktil) yang belum pernah ditemukan pada jenis perekat molekul kecil sebelumnya.
Guna menguji keampuhannya, para ilmuwan menempelkan dua bilah pelat Teflon menggunakan lapisan tipis lem tersebut, lalu menariknya dengan mesin uji mekanis.
Hasilnya, lem sanggup menahan tegangan tarik hingga 1,3 megapaskal. Bahkan, kekuatan rekatnya terbukti mampu mengangkat sekaligus menahan beban seberat 8 kilogram dalam posisi menggantung.
Keunggulan utama yang membuat inovasi ini begitu revolusioner adalah sifatnya yang mudah dibersihkan dan ramah lingkungan.
Cukup dengan menyemprotkan cairan etanol, lem akan larut sepenuhnya tanpa meninggalkan residu lengket pada permukaan benda.
Tidak hanya itu, cairan lem yang luruh tersebut dapat dikumpulkan kembali dan digunakan ulang hingga lebih dari 10 kali tanpa menurunkan performa rekatnya.
Kehadiran teknologi ini membawa angin segar bagi gerakan keberlanjutan global.
Di masa mendatang, pabrikan elektronik, otomotif, maupun barang konsumen dapat memanfaatkan lem ini untuk menyatukan berbagai komponen produk.
Saat barang tersebut sudah usang dan memasuki fase daur ulang, produsen cukup membilasnya dengan alkohol untuk memisahkan setiap komponen secara bersih, cepat, dan efisien.
Langkah inovatif ini diharapkan mampu memangkas limbah elektronik dunia secara signifikan.
Disadur dari Phys.org - New super strong glue grips non-stick surfaces and wipes away easily yang diakses pada Juli 2026.

إرسال تعليق