Minum Segelas Jus Buah Setiap Hari Ternyata Bisa Turunkan Risiko Depresi

Menambahkan segelas jus buah murni atau smoothie setiap hari ke pola makan kaya buah dan sayur dikaitkan dengan skor depresi yang lebih rendah.


Menambahkan segelas jus buah murni atau smoothie setiap hari ke pola makan kaya buah dan sayur dikaitkan dengan skor depresi yang lebih rendah.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Penelitian menemukan peserta yang minum jus buah 100% atau smoothie setiap hari memiliki skor depresi lebih rendah dibanding kelompok lain.
  • Kedua kelompok sama-sama berhasil meningkatkan konsumsi buah dan sayur hingga lima porsi per hari.
  • Tidak ditemukan dampak negatif terhadap kesehatan metabolik selama penelitian berlangsung.


Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan pengganti saran medis atau diet profesional.


BANYAK orang sudah tahu kalau makan buah dan sayur itu sehat untuk fisik. Tapi, bagaimana kalau kebiasaan ini ternyata juga menjadi kunci untuk kesehatan mental yang lebih bahagia?


Sebuah studi menarik dari Newcastle University yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition membawa kabar segar. 


Para peneliti menemukan, perubahan pola makan yang sangat sederhana terbukti berkaitan erat dengan penurunan skor depresi dan peningkatan kesejahteraan mental.


Di Inggris, ada sebuah panduan nutrisi terkenal bernama "5-a-day", sebuah gerakan yang mengampanyekan agar masyarakat mengonsumsi lima porsi buah dan sayur setiap hari demi kesehatan jangka panjang. 


Sayangnya, realita di lapangan tidak seindah teori. 


Data menunjukkan baru sekitar 17% orang dewasa dan hanya 10% remaja di Inggris yang mampu memenuhi target tersebut karena berbagai alasan, mulai dari masalah biaya hingga kepraktisan.


Melihat fenomena ini, Dr. Courtney Neal dan tim penelitinya melakukan sebuah uji klinis acak (randomized controlled trial) selama empat minggu. 


Mereka mengumpulkan 42 partisipan dewasa yang punya kebiasaan buruk dalam hal nutrisi, yaitu mereka yang biasanya hanya makan dua porsi (atau kurang) buah dan sayur dalam sehari.


Para partisipan ini kemudian diberi dukungan finansial dan edukasi agar bisa mencapai target "5-a-day". Mereka dibagi menjadi dua kelompok:


Kelompok Pertama: Diminta memenuhi target lima porsi murni hanya dari buah dan sayur utuh.

Kelompok Kedua: Diminta memenuhi target dengan mengombinasikan buah/sayur utuh ditambah satu porsi segelas jus buah 100% atau smoothie setiap hari.


Setelah empat minggu berjalan, kedua kelompok sama-sama berhasil meningkatkan konsumsi buah dan sayur mereka secara drastis. 


Namun, kejutan terjadi saat peneliti mengukur kondisi psikologis mereka menggunakan kuesioner standar kesehatan mental untuk mengukur kecemasan dan depresi.


Partisipan yang memasukkan jus buah atau smoothie ke dalam menu harian mereka menunjukkan skor depresi yang lebih rendah secara signifikan dibanding kelompok yang hanya makan buah utuh. 


Skor depresi mereka turun sebanyak 2,52 poin dalam skala 27 poin. Meski terlihat kecil, bagi para peneliti angka ini memiliki arti statistik yang sangat penting dalam dunia medis.


Menariknya lagi, catatan diet menunjukkan bahwa kelompok yang meminum jus buah tetap mengalami kenaikan asupan serat sekitar 8 hingga 10 gram per hari. 


Ini membuktikan bahwa minum jus tidak membuat mereka malas mengonsumsi buah dan sayur utuh yang kaya serat lainnya.


Secara ilmiah, buah-buahan—terutama jenis sitrus seperti jeruk—kaya akan kandungan polifenol dan vitamin C


Dr. Oliver Shannon, dosen Nutrisi dan Penuaan di Newcastle University sekaligus salah satu penulis senior studi ini, menjelaskan bahwa temuan ini memperkuat penelitian-penelitian sebelumnya.


"Temuan ini menjanjikan dan layak diteliti lebih lanjut," jelas Dr. Shannon.


"Ini mendukung studi terdahulu yang melaporkan adanya peningkatan aliran darah ke otak dan perbaikan fungsi kognitif setelah seseorang meminum jus sitrus." 


Ketika aliran darah ke otak lancar dan kebutuhan mikronutrien terpenuhi, sistem saraf akan bekerja lebih baik dalam meregulasi suasana hati (mood).


Selain itu, para peneliti juga memantau indikator kesehatan metabolik para partisipan. 


Hasilnya, tidak ditemukan efek negatif sama sekali pada tubuh mereka akibat meminum jus buah atau smoothie selama satu bulan tersebut. 


Jadi, ketakutan berlebih soal kandungan gula dalam jus buah murni (tanpa pemanis buatan) tampaknya tidak terbukti dalam porsi konsumsi yang wajar.


Melansir artikel dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, kunci utama dari manfaat ini terletak pada label "100% jus buah murni"


Jus buah yang beredar di pasaran sering kali disalahpahami karena banyak produk "minuman rasa buah" yang sebenarnya mengandung tinggi sirup jagung kaya fruktosa dan sedikit sekali sari buah asli. 


Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memerasnya sendiri di rumah atau membaca label kemasan dengan saksama demi memastikan tidak ada gula tambahan (added sugar).


Disadur dari SciTechDailyAccording to Scientists, This Simple Dietary Change Is Linked to Lower Depression Scores. 



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama