Aktivitas menumpuk batu saat mendaki gunung ternyata bisa merusak ekosistem alam dan membahayakan keselamatan pendaki lain karena membingungkan jalur pendakian.
Ringkasan
- Tumpukan batu atau cairn awalnya dibuat sebagai penanda jalur pendakian di medan yang membingungkan.
- Memindahkan batu dapat merusak habitat satwa liar, menghancurkan sarang, dan mempercepat erosi tanah.
- Jika menemukan tumpukan batu di alam, sebaiknya jangan membangun yang baru maupun merusak yang sudah ada karena sebagian memiliki fungsi atau nilai sejarah.
BAGI sebagian orang, menyusun batu hingga tinggi dan seimbang saat sedang hiking atau berkunjung ke sungai terdengar seperti aktivitas yang seru, estetik, dan menenangkan.
Bahkan, foto-foto tumpukan batu ini sering kali berseliweran di media sosial sebagai simbol kedamaian.
Namun, di balik keindahannya, tren ini ternyata memicu perdebatan sengit di kalangan pencinta alam.
Baru-baru ini di forum Reddit, seorang pengguna dengan akun notorious-bacons melempar pertanyaan di forum "no stupid questions".
Ia penasaran mengapa banyak video memperlihatkan orang-orang yang sangat marah lalu merubuhkan tumpukan batu.
"Apakah menumpuk batu benar-benar merusak lingkungan atau ini cuma lelucon internal yang tidak saya pahami?" tulisnya.
Lantas, apa sih sebenarnya fungsi tumpukan batu ini, dan mengapa kita dilarang keras membuatnya atau bahkan menyentuhnya?
Fungsi asli cairns
Tumpukan batu ini sebenarnya punya nama resmi, yaitu cairns, berasal dari bahasa Gaelik Skotlandia yang berarti "tumpukan batu". Secara historis, cairns bukanlah dekorasi atau sarana seni.
Fungsi utamanya adalah sebagai navigator atau pemandu jalan bagi para pendaki, terutama di jalur gunung yang membingungkan, berkabut, atau berbatu tanpa vegetasi.
Di beberapa kawasan taman nasional, seperti di El Malpais National Monument di New Mexico, cairns sengaja dibangun dan dirawat secara resmi oleh petugas National Park Service (NPS) Amerika Serikat sebagai penanda rute yang sah.
Bahaya bagi satwa dan lingkungan
Masalahnya muncul ketika wisatawan mulai membuat tumpukan batu sendiri demi estetika atau konten media sosial.
Memindahkan batu dari tempat asalnya, meski terlihat sepele, ternyata bisa berdampak fatal bagi ekosistem lokal.
Sebagai contoh, pada September 2025, pihak Great Smoky Mountains National Park membagikan kisah tragis melalui akun Facebook mereka.
Seekor eastern hellbender, spesies salamander terbesar di Amerika Utara yang kini terancam punah, ditemukan mati mengenaskan akibat tertimpa batu yang dipindahkan dan ditumpuk oleh pengunjung.
"Membangun bendungan kecil, saluran air, atau menumpuk batu mungkin terdengar tidak berbahaya, tapi bagi satwa liar yang bersembunyi di bawahnya, tindakan ini bisa mematikan," jelas pihak taman nasional tersebut.
Batu-batu di alam liar berfungsi sebagai rumah, tempat berlindung, dan sarang bertelur bagi berbagai makhluk hidup kecil.
Pada akhir musim panas hingga awal musim gugur, salamander hellbender biasanya bertelur sebanyak 100 hingga 300 butir di bawah batu.
Ketika batu tersebut diangkat atau digeser, seluruh generasi satwa tersebut bisa musnah dalam sekejap.
Tidak hanya itu, menggeser batu juga dapat menggemburkan tanah di sekitarnya. Akibatnya, area tersebut menjadi lebih rentan terhadap erosi saat hujan dan merusak vegetasi serta mikro-ekosistem yang sangat rapuh.
Keselamatan pendaki
Selain merusak alam, membuat tumpukan batu sembarangan bisa mengancam nyawa manusia.
Ketika kamu membuat cairns tiruan untuk sekadar dekorasi, pendaki lain bisa salah mengira tumpukan tersebut sebagai penanda jalur resmi.
Hal ini berisiko membuat mereka keluar dari jalur aman (off-piste) dan tersesat di alam liar.
Berdasarkan data dari National Park Service, mereka mencatat ada lebih dari 323 million kunjungan pada tahun 2025.
Bayangkan jika setiap pengunjung memindahkan atau menumpuk satu batu saja, kerusakan kumulatif yang terjadi pada vegetasi dan ekosistem global akan sangat masif.
Oleh karena itu, prinsip utama saat menjelajah alam adalah "Leave No Trace" atau tidak meninggalkan jejak apa pun. Biarkan alam tetap seperti apa adanya saat kamu datang.
Jika kamu melihat tumpukan batu saat mendaki, aturan terbaiknya adalah jangan menyentuhnya sama sekali. Jangan menambah kepingan batu baru, dan jangan pula merobohkannya.
Beberapa tumpukan batu sengaja dipasang petugas sebagai penunjuk arah, dan sebagian lainnya sengaja dipertahankan karena nilai sejarahnya, seperti cairns dengan gaya unik buatan Waldron Bates pada tahun 1896.
Merusak tumpukan batu resmi tersebut bahkan bisa dikategorikan sebagai tindakan vandalisme yang melanggar hukum.
Disadur dari IFL Science - People Are Confused Why You Really Shouldn't Stack Rocks Whilst Hiking, Nor Touch Them If You Find Them.

إرسال تعليق