Hasil Penelitian Dr Asep Nugraha: Cat Pintar Bisa 'Perbaiki Sendiri' Saat Mulai Rusak

Peneliti University of Queensland mengembangkan lapisan antikarat yang bisa mendeteksi kerusakan dan melepaskan bahan pelindung secara otomatis.


Ilustrasi dibuat oleh AI berdasarkan foto dari The University of Queensland yang menunjukkan ilmuwan Dr. Asep Nugraha.Ilustrasi dibuat oleh AI berdasarkan foto dari The University of Queensland yang menunjukkan ilmuwan Dr. Asep Nugraha.


Ringkasan

  • Partikel nano dalam cat bertindak seperti wadah kecil yang menyimpan bahan penghambat karat.
  • Saat lapisan rusak dan kondisi kimianya berubah, bahan tersebut dilepaskan untuk membantu melindungi logam.
  • Dalam pengujian elektrokimia, laju korosi dibatasi sekitar 37 nanometer per tahun, sekitar 600 kali lebih rendah dibanding angka yang dilaporkan untuk sejumlah pelapis antikarat berkinerja tinggi.


CAT biasanya punya satu kelemahan klasik. Seiring waktu, goresan dan retakan akan muncul, lalu perlindungan terhadap logam ikut menurun.


Nah, tim peneliti dari Australian Institute for Bioengineering and Nanotechnology (AIBN) di University of Queensland (UQ), menemukan cara untuk melawan "kemalasan" materi dalam menjaga dirinya sendiri.


Tim peneliti yang dipimpin Dr. Asep Sugih Nugraha memberikan solusi, yakni partikel bubuk mikroskopis yang dicampurkan ke dalam cat berbasis air (waterborne polyurethane).


Partikel ini bekerja layaknya kapsul nano (nanocontainer) yang mengurung senyawa benzotriazole, zat kimia penangkal korosi.


Ketika lapisan cat tergores atau retak, kelembapan dan udara yang masuk memicu perubahan tingkat keasaman (pH).


Sinyal kimia ini seketika "membangunkan" nanokapsul untuk merilis zat pelindung dan menutupi kerusakan sebelum karat sempat terbentuk.


Konsep swa-pulih (self-healing) ini sejatinya memiliki jejak sejarah panjang.


Ribuan tahun lalu, arsitek Romawi Kuno tanpa sadar memanfaatkan abu vulkanik agar beton mereka bisa menutup retakannya sendiri saat terpapar air, teknologi lama yang belakangan direkayasa ulang oleh tim peneliti MIT.


Bedanya, versi modern ciptaan Dr. Asep dkk. ini bekerja di tingkat nanometer.


Hasil pengujian laboratorium menunjukkan cat pintar ini menekan laju korosi hingga tinggal 37 nanometer per tahun, 600 kali lebih efektif dibanding cat pelindung kelas atas yang rata-rata mengalami korosi 0,025 milimeter per tahun.


Dengan biaya perawatan korosi global yang menembus puluhan miliar dolar AS per tahun, inovasi ini menjadi angin segar bagi infrastruktur publik.


"Bayangkan jika Anda hanya perlu mengecat Story Bridge satu kali saja untuk perlindungan lebih dari 100 tahun," ujar Dr. Asep Nugraha.


Untuk konteks, Story Bridge adalah jembatan kerangka baja kantilever ikonik yang melintasi Sungai Brisbane di Australia.


Dr. Asep menyebut uji coba skala pilot akan segera dimulai, dengan target produk komersial siap meluncur dalam lima tahun ke depan.


Kabar buruk untuk kontraktor yang biasa memanen proyek cat ulang jembatan tiap beberapa tahun sekali, namun berita fantastis bagi efisiensi anggaran publik.


Disadur dari laman University of Queensland News  - Self-repairing rust prevention conquers corrosion yang diakses pada September 2026.




Post a Comment

أحدث أقدم