Ilmuwan Temukan "Pabrik" Gas Pemicu Pemanasan Global di Perut Sapi

Ilmuwan menemukan struktur sel baru pada mikroba perut sapi yang menjadi dalang tingginya emisi gas metana penyebab pemanasan global.


Ilmuwan menemukan struktur sel baru pada mikroba perut sapi yang menjadi dalang tingginya emisi gas metana penyebab pemanasan global.

Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Ilmuwan menemukan struktur baru bernama hydrogenobody dalam mikroba rumen sapi dan domba.
  • Struktur tersebut menghasilkan hidrogen yang membantu pembentukan gas metana pemicu pemanasan global.
  • Temuan ini dapat membuka peluang baru untuk mengurangi emisi metana dari sektor peternakan.


SAPI mungkin tampak tenang saat mengunyah rumput di padang hijau, namun di balik ketenangan itu, sistem pencernaan mereka adalah salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di planet ini.


Selama bertahun-tahun, peneliti mencoba memecahkan misteri mengapa hewan ternak seperti sapi, domba, dan kambing menghasilkan begitu banyak metana.


Diketahui, metana bisa memerangkap panas 28 kali lipat lebih dahsyat daripada karbon dioksida (CO2).


Jawabannya kini mulai terkuak. Para peneliti dari Chinese Academy of Sciences mempublikasikan temuannya di jurnal Science baru-baru ini.


Mereka menemukan struktur seluler yang sebelumnya tidak dikenal, tersembunyi di dalam mikroba usus hewan-hewan tersebut. Mereka menamainya hidrogenobodi (hydrogenobody).


Di dalam rumen, salah satu kompartemen khusus di perut sapi, terdapat ekosistem raksasa yang berisi jutaan mikroorganisme. Salah satu kelompok yang paling berpengaruh adalah rumen ciliates.


Para peneliti mengidentifikasi bahwa struktur hidrogenobodi di dalam ciliates ini bertugas memproduksi hidrogen.


Masalah muncul ketika hidrogen tersebut berinteraksi dengan mikroorganisme lain di dalam perut sapi, yang kemudian mengubahnya menjadi gas metana sebelum akhirnya dilepaskan melalui sendawa.


Tim peneliti menemukan bahwa spesies mikroba tertentu, seperti genus Dasytricha, memiliki jumlah hidrogenobodi yang sangat banyak, bahkan 28 kali lebih banyak dibandingkan spesies lain.


Menariknya, meskipun dua ekor domba memakan pakan yang sama, domba yang memiliki konsentrasi Dasytricha lebih tinggi menghasilkan metana 100 kali lipat lebih banyak.


Secara evolusi, hidrogenobodi ini unik karena hanya memiliki satu lapisan membran.


Ini membedakannya dari hidrogenosom yang sudah dikenal sebelumnya, yang memiliki dua lapisan membran mirip dengan mitokondria (pusat energi sel).


Perbedaan struktural ini menunjukkan cara kerja yang berbeda dalam memproses energi dan limbah gas di dalam tubuh ternak.


Ermias Kebreab, seorang ilmuwan hewan dari University of California, Davis, menyebut penemuan ini sebagai terobosan mekanistik. Kita kini tidak lagi menebak-nebak, melainkan tahu persis di mana pabrik gas tersebut berada.


Upaya menekan emisi ini menjadi tantangan besar. Meskipun kita sudah tahu target mikrobanya, memodifikasi isi perut sapi secara massal tidaklah mudah.


Hewan harus dipastikan mengonsumsi pakan tertentu dan dijauhkan dari penyebaran mikroba melalui udara.


Namun, penemuan hidrogenobodi ini memberikan harapan bahwa di masa depan, kita mungkin bisa menciptakan pakan tambahan atau suplemen yang secara spesifik menonaktifkan "pabrik" hidrogen tersebut tanpa mengganggu kesehatan sang sapi.


Disadur dari Smithsonian Magazine - Why Do Cows Burp Up So Much Planet-Warming Methane? ...




Post a Comment

أحدث أقدم