Duh, Ternyata "Sampah Plastik" Bisa Jadi Sudah Nyelip di Otak Kita

Partikel mikroplastik ditemukan menyusup ke dalam hampir seluruh sampel jaringan otak manusia, memicu kekhawatiran serius mengenai dampak kesehatan jangka panjang.


Partikel mikroplastik ditemukan menyusup ke dalam hampir seluruh sampel jaringan otak manusia, memicu kekhawatiran serius mengenai dampak kesehatan jangka panjang.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Mikroplastik ditemukan di hampir semua sampel otak manusia, termasuk jaringan sehat.
  • Partikel ini mampu menembus pelindung otak dan berasal dari berbagai sumber sehari-hari.
  • Dampaknya belum jelas, tetapi ada indikasi hubungan dengan proses biologis seperti pertumbuhan tumor.


SELAMA ini kita mungkin berpikir bahwa polusi plastik hanya masalah lautan atau perut ikan. Tapi, plastik ternyata sudah sampai ke organ paling vital dan paling dijaga ketat di tubuh kita, yaitu otak.


Dalam sebuah studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature Health, peneliti asal China mengungkapkan temuan yang cukup bikin merinding.


Mereka menemukan mikro dan nanoplastik (MNP) di hampir semua sampel otak yang mereka uji.


Padahal, otak punya sistem pertahanan super canggih yang disebut sawar darah-otak (blood-brain barrier), yang fungsinya menyaring zat berbahaya agar tidak masuk ke saraf pusat. Eh, ternyata plastik-plastik ini tetap bisa nyelonong masuk.


Para peneliti menggunakan alat canggih seperti spektroskopi inframerah laser resolusi tinggi (LDIR) untuk membedah 191 sampel otak.


Rinciannya, ada 156 sampel dari pasien yang menjalani operasi tumor, dan 35 sampel dari donor yang otaknya sehat.


Hasilnya? Mikroplastik ditemukan pada 99,4% jaringan otak yang sakit dan 100% pada jaringan otak yang sehat. Kadar tertingginya mencapai 129 mikrogram per gram pada jaringan tumor.


Sebagai perbandingan, jaringan otak sehat memiliki angka median sekitar 50,3 mikrogram per gram.


Meski angkanya tidak sebanyak klaim bombastis "satu sendok makan" yang sempat viral di awal April 2026, temuan ini tetap membuktikan bahwa plastik sudah menjadi bagian tak terundang dari tubuh kita.


Plastik apa saja sih yang ditemukan? Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi "pelakunya":

  • PET: Bahan yang biasa dipakai untuk botol minuman plastik.
  • Polyethylene: Bahan utama kantong kresek.
  • Poliamida: Serat yang ada pada tekstil seperti nilon.
  • PVC: Bahan yang sering dipakai untuk pipa dan peralatan industri.


Yang lebih mengkhawatirkan, penelitian ini mencatat bahwa semakin luas permukaan mikroplastik yang menempel, semakin cepat pula pertumbuhan sel tumornya.


Memang ini bukan berarti plastik adalah penyebab langsung kanker, tapi para ilmuwan mulai curiga bahwa plastik punya peran dalam mempercepat progresivitas penyakit tersebut.


Mengutip data dari Journal of Hazardous Materials, mikroplastik masuk ke tubuh tidak hanya lewat makanan yang terkontaminasi atau minuman dari botol plastik, tapi juga lewat udara yang kita hirup sehari-hari (mikroplastik di atmosfer).


Partikel ini begitu kecil sehingga bisa terhirup langsung ke paru-paru dan masuk ke aliran darah.


Fenomena ini adalah pengingat keras bagi kita semua. Masalah mikroplastik bukan lagi sekadar isu lingkungan yang jauh di sana, tapi sudah masuk ke dalam kepala kita, secara harfiah.


Perlu langkah nyata dari pemerintah, produsen, hingga kita sebagai konsumen untuk mulai mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai sebelum semuanya terlambat.


Disadur dari Medical Xpress - Microplastics turn up in nearly every human brain sample, including healthy tissue.




Post a Comment

أحدث أقدم