Baterai Sekecil Beras, Bisa Nyalakan Lensa Kontak Pintar Masa Depan

Para ilmuwan mengembangkan baterai mikro solid-state seukuran butir beras untuk menyalakan lensa kontak pintar generasi berikutnya secara aman.


Para ilmuwan mengembangkan baterai mikro solid-state seukuran butir beras untuk menyalakan lensa kontak pintar generasi berikutnya secara aman.Ilustrasi dibuat oleh AI berdasarkan foto XPANCEO/ITEN


Ringkasan

  • Baterai solid-state seukuran butir beras dikembangkan untuk lensa kontak pintar.
  • Teknologi keramik berpori nano memungkinkan daya tinggi dalam ukuran sangat kecil.
  • Lebih aman dari baterai biasa karena tanpa elektrolit cair dan tidak mudah terbakar.


SEBUAH terobosan menarik datang dari kolaborasi perusahaan teknologi dalam yang berbasis di Uni Emirat Arab, XPANCEO, dengan perusahaan penyimpanan energi asal Prancis, ITEN.


Mereka berhasil menciptakan baterai super kecil, hanya beberapa puluh milimeter kubik, yang dirancang agar bisa ditanam langsung dalam lensa kontak pintar.


Baterai ini mengusung teknologi solid-state, yang berarti tidak menggunakan elektrolit cair seperti baterai lithium-ion konvensional.


Hasilnya: risiko kebocoran, pembengkakan, atau bahkan ledakan bisa ditekan secara signifikan.


Dalam konteks perangkat yang bersentuhan langsung dengan mata manusia, aspek keamanan ini bukan sekadar nilai tambah, melainkan syarat mutlak.


Lensa kontak pintar sering disebut sebagai “platform komputasi masa depan”.


Bayangkan, tampilan augmented reality (AR), pemantauan kesehatan secara real-time, hingga konektivitas nirkabel, semuanya langsung dari permukaan mata. Namun, mewujudkan semua itu bukan perkara mudah.


Salah satu kendala terbesar adalah sumber daya. Perangkat sekecil dan selembut lensa kontak harus tetap mampu menyimpan dan menyalurkan energi secara stabil.


Tugas ringan seperti sensor biologis atau koneksi sederhana memang bisa memanfaatkan energi dari kedipan mata, panas tubuh, atau cahaya.


Tetapi, untuk fungsi yang lebih berat, misalnya proyeksi gambar AR, dibutuhkan suplai daya yang konsisten pada level miliwatt.


Di sinilah baterai mikro ini memainkan peran kunci.


Dengan ukuran yang sangat kecil namun tetap memiliki kepadatan energi tinggi, baterai ini mampu memberikan daya yang cukup tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna.


Keunggulan utama baterai ini terletak pada desain elektrodanya yang berbasis keramik solid dengan struktur mesopori yang dipatenkan.


Teknologi ini memungkinkan terbentuknya jaringan pori-pori mikro yang sangat terkontrol di dalam material elektroda.


Dengan luas permukaan yang jauh lebih besar untuk reaksi elektrokimia, baterai bisa mengisi dan melepaskan energi lebih cepat.


Selain itu, pendekatan berbasis nanomaterial ini juga menjaga stabilitas performa meskipun ukurannya sangat mini.


Menurut CEO ITEN, Vincent Cobée, kombinasi teknologi ini membuka jalan bagi solusi energi berdaya tinggi dalam ruang yang sangat terbatas, tanpa mengorbankan keamanan.


Salah satu fitur penting lainnya adalah sifat “fail-safe”.


Jika baterai mengalami kerusakan, ia tidak akan bocor atau terbakar, melainkan langsung berhenti berfungsi. Ini sangat penting untuk perangkat yang digunakan langsung di tubuh manusia.


Tim peneliti juga mengembangkan sistem enkapsulasi berlapis untuk melindungi baterai sekaligus mata pengguna.


Selain itu, mereka merancang sistem permanen energi tambahan yang bisa bekerja bersama baterai untuk menjaga kestabilan daya di tengah fluktuasi sinyal nirkabel.


Pendiri sekaligus CTO XPANCEO, Valentyn Volkov, menyebut bahwa sistem daya selama ini menjadi “bottleneck” utama dalam pengembangan lensa kontak pintar.


Solusinya bukan sekadar perbaikan kecil, melainkan pendekatan baru secara menyeluruh, dan baterai mikro ini adalah jawabannya.


Menariknya, ITEN sudah mulai memproduksi generasi pertama baterai mikro keramik solid-state sejak Mei 2025. Kini, teknologi tersebut sedang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik lensa pintar XPANCEO.


Kolaborasi ini tidak hanya tentang mengadaptasi teknologi lama, tetapi menciptakan kategori komponen baru yang bahkan belum tersedia di rantai pasok industri saat ini.


Tantangannya besar, tetapi peluangnya juga tak kalah menjanjikan, terutama dalam membuka era baru perangkat wearable ultra-mini.


Disadur dari Interesting EngineeringRice grain-sized solid-state battery could power next-gen smart lenses, wearables.



Post a Comment

أحدث أقدم