Selisih Usia Ideal Agar Hubungan Awet, Menurut Sains

Penelitian ilmiah mengungkap selisih usia ideal untuk hubungan langgeng adalah nol hingga tiga tahun demi menjaga keselarasan tujuan hidup.


Penelitian ilmiah mengungkap selisih usia ideal untuk hubungan langgeng adalah nol hingga tiga tahun demi menjaga keselarasan tujuan hidup.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Studi menunjukkan pasangan dengan selisih usia 0 hingga 3 tahun cenderung memiliki tingkat kepuasan dan stabilitas hubungan paling tinggi.
  • Semakin lebar jarak usia, risiko ketidakpuasan meningkat karena perbedaan fase hidup, minat, dan tujuan jangka panjang.
  • Meski angka itu penting, faktor kecocokan nilai, komunikasi, dan rasa hormat tetap menjadi kunci utama kesuksesan sebuah hubungan.


BANYAK orang bilang "cinta itu buta" dan "usia hanyalah angka". Namun, saat menjalani hubungan serius yang diharapkan bertahan selamanya, apakah angka-angka di akta kelahiran benar-benar tidak berpengaruh? 


Rupanya, sains punya catatan penting soal ini. Apakah Dewa Cupid butuh kalkulator untuk memanifestasikan cinta sejati? Yuk, kita bedah temuan para peneliti.


Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Population Economics melakukan pengamatan mendalam terhadap lebih dari 3.000 pasangan selama beberapa tahun. 


Para peneliti ingin melihat bagaimana selisih usia memengaruhi kepuasan dan stabilitas sebuah hubungan.


Hasilnya cukup mengejutkan bagi para pencinta hubungan "beda generasi". Studi tersebut menemukan bahwa pasangan yang paling bahagia dan stabil adalah mereka yang memiliki selisih usia antara nol hingga tiga tahun.


Mengapa demikian? Pasangan dalam rentang usia ini cenderung memiliki kesamaan dalam:

  • Minat dan hobi yang relevan dengan tren zaman mereka.
  • Target hidup yang setara (misalnya kapan ingin punya anak atau pensiun).
  • Gaya hidup yang sebanding.


Kesamaan fase hidup ini membuat pasangan lebih tangguh saat menghadapi badai kehidupan karena mereka memandang masalah dari perspektif yang serupa.


Lalu, bagaimana dengan pasangan yang selisih usianya terpaut 10 atau 15 tahun? Tenang, jangan buru-buru memutus hubungan hanya karena statistik. 


Sains memang melihat adanya tren penurunan kepuasan seiring melebarnya jarak usia, namun itu bukan "vonis mati".


Hubungan dengan selisih usia jauh tetap bisa berkembang pesat asalkan memiliki fondasi yang kuat pada:

  1. Kompatibilitas: Kecocokan sifat dan cara berpikir.
  2. Nilai Inti: Pandangan hidup yang sama meski beda generasi.
  3. Saling Menghargai: Menghormati perbedaan pengalaman hidup masing-masing.


Meskipun perbedaan usia mungkin membawa tantangan ekstra—seperti perbedaan energi atau cara bersosialisasi—tantangan ini jauh dari kata mustahil untuk diatasi jika keduanya berkomitmen bekerja sebagai tim.


Pada akhirnya, sukses atau tidaknya sebuah hubungan bergantung pada banyak bahan, bukan cuma soal tanggal lahir. 


Komunikasi yang jujur, dukungan emosional, ambisi yang selaras, hingga kebaikan kecil setiap hari memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada jumlah lilin di atas kue ulang tahun.


Ilmu pengetahuan memang memberikan wawasan berharga sebagai panduan, tapi cara kita memupuk koneksi emosional dan usaha yang kita berikan tetaplah faktor penentu utama. 


Baik pasangan Anda seumuran atau terpaut jauh, kunci rahasianya adalah terus tumbuh bersama melintasi sekat generasi.


Disadur dari Chronik.fr.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama