Misteri Jamur Yunnan: Makan Jamur Ini Bisa Bikin Kamu Lihat "Manusia Kurcaci"

Ilmuwan meneliti jamur langka asal China yang dilaporkan memicu halusinasi seragam berupa kemunculan manusia-manusia kecil pada orang yang memakannya mentah.


Ilmuwan meneliti jamur langka asal China yang dilaporkan memicu halusinasi seragam berupa kemunculan manusia-manusia kecil pada orang yang memakannya mentah.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Jamur Lanmaoa asiatica dilaporkan memicu halusinasi serupa pada banyak orang: melihat “manusia-manusia kecil”.
  • Efeknya berbeda dari jamur psilosibin dan bisa berlangsung hingga beberapa hari.
  • Penelitian ini berpotensi membuka wawasan baru tentang kesadaran dan aplikasi terapeutik.


BAYANGKAN kamu sedang asyik menyantap semangkuk sup jamur, lalu tiba-tiba muncul ratusan orang kecil berpakaian warna-warni seperti kartun. 


Mereka berbaris di atas meja, melompat ke dalam mangkuk, berenang, bahkan bergelantungan di sendokmu. 


Fenomena aneh inilah yang dilaporkan oleh orang-orang yang mengonsumsi jamur Lanmaoa asiatica dalam kondisi mentah atau kurang matang.


Jamur ini banyak ditemukan di Provinsi Yunnan, China. Bagi warga lokal, jamur ini adalah bahan makanan yang lezat jika dimasak dengan benar. Namun, jika salah olah, efeknya bisa sangat surealis. 


Colin Domnauer, kandidat doktor biologi dari University of Utah, merasa tertantang untuk meneliti fenomena yang disebut "halusinasi Lilliputian" ini, merujuk pada karakter manusia mini dalam kisah Gulliver’s Travels.


"Rasanya sangat aneh ada jamur yang bisa menyebabkan visi seperti dongeng dan dilaporkan secara konsisten di berbagai budaya dan waktu," ujar Domnauer. 


Ketertarikan Domnauer berawal dari peringatan pelayan restoran di Yunnan yang memintanya menunggu alarm masak selama 15 menit berakhir sebelum makan, agar ia tidak "melihat orang-orang kecil".


Berbeda dengan LSD atau jamur psilosibin yang memberikan efek bervariasi pada setiap orang, L. asiatica memberikan pengalaman yang hampir identik. 


Laporan dari Chinese Academy of Sciences sejak 1991 mencatat bahwa pasien sering melihat lebih dari sepuluh figur manusia mini yang bergerak di mana-mana, di baju, di piring, bahkan terlihat lebih jelas saat mata terpejam.


Halusinasi ini bisa berlangsung lama, antara satu hingga tiga hari, dan terkadang disertai pusing hebat hingga memerlukan perawatan rumah sakit. 


Inilah alasan mengapa jamur ini tidak digunakan sebagai narkoba rekreasi, melainkan murni sebagai tantangan kuliner yang berisiko.


Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa tikus yang diberi jamur ini mengalami fase hiperaktif diikuti fase diam yang panjang. Namun, senyawa kimia pastinya masih menjadi teka-teki. Yang jelas, ini bukan psilosibin.


Menurut Dennis McKenna, seorang etnofarmakologis, memahami rahasia kimia jamur ini bisa membuka jalan bagi terapi medis baru. 


Di sisi lain, Giuliana Furci dari Fungi Foundation menekankan bahwa dunia jamur adalah perpustakaan biokimia raksasa yang baru kita buka kulitnya saja. 


Mengingat baru sekitar 5% spesies jamur yang teridentifikasi, penemuan L. asiatica ini diharapkan bisa memberi petunjuk tentang bagaimana otak manusia memproses realitas dan kesadaran.


Di Yunnan, jamur ini sering dijuluki sebagai bagian dari kelompok "jamur setan" karena kemampuannya menipu panca indra. 


Mengutip laporan dari South China Morning Post (SCMP), setiap tahunnya pemerintah Yunnan rutin mengeluarkan peringatan publik saat musim jamur tiba (Mei hingga Oktober) karena banyaknya kasus keracunan serupa. 


Meskipun berisiko, industri jamur liar di Yunnan bernilai miliaran yuan karena cita rasanya yang dianggap umami dan tak tertandingi jika diolah dengan teknik yang tepat.


Disadur dari The Debrief - “There Could be a Mushroom Out There Causing Fairytale-Like Visions”: People Eating These Mushrooms Claim to Have the Same Hallucinations.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama