Napoleon Bonaparte tidaklah pendek, melainkan memiliki tinggi rata-rata pria Prancis, namun mitos postur tubuhnya tetap abadi karena propaganda Inggris.
Ringkasan
- Napoleon Bonaparte sebenarnya memiliki tinggi sekitar 169 cm, yang merupakan kategori rata-rata untuk pria pada masanya.
- Mitos "tubuh pendek" muncul akibat perbedaan standar satuan inci antara Prancis dan Inggris serta strategi visual pengawal pribadinya.
- Istilah "Napoleon Complex" justru baru populer seabad setelah kematiannya dan lebih banyak ditemukan dalam perilaku dunia hewan.
PERNAHKAH kamu mendengar istilah "Napoleon Complex"? Sebutan ini biasanya disematkan pada pria yang dianggap memiliki kepribadian agresif atau haus kekuasaan untuk menutupi kekurangan pada tinggi badan mereka.
Namun, sejarah mencatat sebuah ironi besar, Sang Kaisar Prancis sebenarnya tidak sependek yang dikira banyak orang.
Berdasarkan catatan medis saat kematiannya, tinggi Napoleon tercatat 5 kaki 2 inci dalam satuan Prancis. Di sinilah letak kerancuannya.
Pada abad ke-19, satu inci Prancis setara dengan 2,7 cm, sedangkan inci Inggris hanya 2,54 cm. Jika dikonversi ke sistem metrik modern, tinggi Napoleon mencapai sekitar 169 cm (5 kaki 6 inci).
Sebagai perbandingan, menurut data National Gallery of Victoria, rata-rata tinggi pria Prancis di abad ke-18 adalah sekitar 165 cm. Artinya, Napoleon sebenarnya sedikit lebih tinggi dari rata-rata pria di zamannya.
Lantas, mengapa ia dijuluki "Si Korporal Kecil"?
Reputasi "pendek" Napoleon diperkuat oleh citra visualnya di medan perang. Ia membentuk pasukan elite pengawal pribadi yang syarat utamanya adalah memiliki tubuh sangat tinggi.
"Banyak jenderal dan pengawalnya jauh lebih tinggi darinya. Bahkan istrinya, Josephine, juga lebih tinggi," ungkap Michael Broers, profesor sejarah dari University of Oxford kepada The Washington Post.
Berdiri di samping para raksasa ini tentu membuat Napoleon terlihat mungil di mata publik.
Selain itu, julukan Le Petit Caporal sebenarnya adalah panggilan sayang dari prajuritnya. Bukan karena ukuran fisiknya, melainkan karena ia meraih pangkat tinggi di usia yang sangat muda.
Bagi para veteran perang yang lebih tua, Napoleon adalah "anak kecil" yang jenius dalam strategi.
Propaganda juga memegang peran kunci. Kartunis Inggris, James Gillray, menciptakan karakter "Little Boney", karikatur Napoleon yang digambarkan sebagai bocah pemarah yang memakai sepatu bot kebesaran dan topi raksasa.
Karikatur ini sukses membentuk opini publik di Inggris bahwa sang penakluk Eropa hanyalah pria kecil yang sedang mengamuk.
Menariknya, istilah "Napoleon Complex" justru baru muncul secara medis sekitar tahun 1924, seratus tahun setelah kematiannya.
Melansir dari Britannica, secara psikologis teori ini mengasumsikan bahwa kompensasi atas kekurangan fisik diwujudkan melalui perilaku dominan.
Namun, penelitian terbaru justru melihat fenomena ini lebih nyata di dunia hewan, di mana hewan yang lebih kecil cenderung lebih agresif untuk merebut sumber daya dari lawan yang lebih besar.
Meski tubuhnya rata-rata, kepribadian Napoleon memang dikenal tajam dan sulit. Ia bahkan dikenal sebagai "polisi fesyen" pertama karena sering menumpahkan tinta ke baju wanita yang menurutnya tidak modis.
Terlepas dari tinggi badannya, ambisi dan dampaknya terhadap hukum modern (Napoleonic Code) tetap menjadikannya sosok "raksasa" dalam sejarah dunia.
Disadur dari HowStuffWorks.

Posting Komentar