Robot Super Kecil yang Bisa Ubah Dunia Medis

Ilmuwan berhasil menciptakan robot otonom terkecil di dunia seukuran rambut manusia yang mampu berpikir sendiri untuk menjalankan misi medis di masa depan.


Proyeksi timelapse lintasan partikel pelacak di dekat robot yang terdiri dari tiga motor yang diikat bersama. (Foto: Lucas Hanson/William Reinhardt/ Universitas Pennsylvania)Proyeksi timelapse lintasan partikel pelacak di dekat robot yang terdiri dari tiga motor yang diikat bersama. (Foto: Lucas Hanson/William Reinhardt/ Universitas Pennsylvania)


Ringkasan 

  • Ilmuwan menciptakan robot otonom berukuran 200 mikrometer yang mampu berpikir dan bergerak secara independen.
  • Memiliki biaya produksi hanya satu sen, robot ini dilengkapi komputer mikro dengan konsumsi daya super rendah.
  • Meski saat ini masih dalam tahap pengembangan, robot ini diproyeksikan untuk memantau kesehatan sel hingga merakit komponen mikro.


BAYANGKAN sebuah mesin yang sangat kecil, bahkan lebih kecil dari butiran debu, 'berenang' dalam darahmu. Ia bertugas memantau kesehatan sel satu per satu atau mengantarkan obat tepat ke sasaran yang sakit. 


Kedengarannya seperti film fiksi ilmiah? Namun, bagi para peneliti dari University of Pennsylvania (Penn) dan University of Michigan, ini adalah realitas yang sedang mereka bangun.


Baru-baru ini, tim gabungan tersebut memperkenalkan robot otonom dan dapat diprogram terkecil di dunia. Ukurannya hanya sekitar 200 mikrometer, atau kira-kira dua kali lebar helai rambut manusia. 


Hebatnya, robot mikro ini tidak butuh "remote control" dari luar; mereka bisa merasakan lingkungan sekitar, "berpikir," dan bertindak secara mandiri.


Menciptakan robot sekecil ini bukanlah perkara mudah. Pada skala mikroskopis, cairan seperti air akan terasa kental seperti aspal cair bagi robot. 


Untuk mengatasinya, tim Penn merancang sistem penggerak unik menggunakan cahaya LED


Robot ini beroperasi dalam larutan khusus yang menjadi bahan bakarnya, menciptakan medan listrik yang mendorong molekul air di sekitarnya sehingga robot bisa "berenang" secepat satu panjang tubuh per detik.


Agar bisa mandiri, robot terkecil tentu butuh komputer terkecil. Tim dari Michigan berhasil menyematkan prosesor, memori, dan sensor pada cip yang ukurannya kurang dari satu milimeter. 


Hebatnya lagi, daya yang digunakan hanya 75 nanowatt, 100.000 kali lebih kecil daripada jam tangan pintar!


Mungkin Anda mengira teknologinya akan sangat mahal. Ternyata, jika diproduksi secara massal, biaya pembuatan satu robot ini hanya sekitar satu sen saja (kurang dari Rp200). Bahkan, alat pemrogramannya pun murah. 


Marc Miskin, pemimpin penelitian ini, menyebutkan bahwa mereka bisa mengontrol robot ini hanya dengan modal sekitar $100 menggunakan perangkat sederhana seperti Raspberry Pi dan kamera ponsel pintar.


"Sistem murah ini kinerjanya hampir sama baiknya dengan mikroskop seharga $100.000 milik kami," ujar Miskin. Hal ini membuka peluang bagi banyak peneliti lain untuk mengembangkan teknologi serupa tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.


Robot ini dilengkapi sensor suhu yang sangat akurat, mampu mendeteksi perubahan sekecil 0,3 derajat Celsius. Ini sangat berguna untuk memantau aktivitas sel yang sedang mengalami peradangan atau kanker.


Namun, perjalanan menuju penggunaan dalam tubuh manusia masih panjang. Saat ini, robot tersebut masih menggunakan bahan kimia yang beracun bagi sel hidup untuk bergerak. 


Selain itu, mereka tidak memiliki "baterai" tetap, sehingga jika cahaya dimatikan, robot akan langsung mati dan memorinya terhapus. 


Meski begitu, para peneliti optimis bisa mengganti sistem penggeraknya dengan bahan yang ramah biologis (bio-compatible) dalam waktu dekat.


Disadur dari New Atlas.


Post a Comment

أحدث أقدم