Parasit Otak Ini Ternyata Tak Pernah Benar-Benar Tidur

Parasit otak Toxoplasma gondii yang menginfeksi jutaan manusia ternyata tetap aktif secara diam-diam, bahkan saat infeksi kronis.


Parasit otak Toxoplasma gondii yang menginfeksi jutaan manusia ternyata tetap aktif secara diam-diam, bahkan saat infeksi kronis.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Kista Toxoplasma gondii di otak ternyata berisi beberapa subtipe parasit, bukan satu bentuk dorman.
  • Beberapa subtipe menunjukkan tanda-tanda awal reaktivasi, bahkan pada infeksi kronis.
  • Temuan ini membuka peluang pengembangan obat yang lebih efektif dengan menargetkan kista parasit.


SELAMA puluhan tahun, Toxoplasma gondii dikenal sebagai “penumpang gelap” di otak manusia. 


Setelah menginfeksi, parasit ini diyakini membentuk kista kecil lalu tertidur pulas, menunggu sistem imun melemah sebelum bangkit kembali. 


Namun, riset terbaru menunjukkan gambaran yang tak terkira. Parasit ini ternyata tidak sepenuhnya dorman. Ia lebih mirip organisasi bawah tanah yang tetap sibuk, meski bergerak pelan dan senyap.


Penelitian yang dilakukan tim ilmuwan dari University of California, Riverside (UCR), mengungkap bahwa kista T. gondii di otak tikus bukan sekadar tempat persembunyian pasif. 


Dengan menggunakan teknik single-cell RNA sequencing, para peneliti menemukan bahwa dalam satu kista bisa hidup beberapa subtipe parasit sekaligus, masing-masing dengan fungsi dan potensi berbeda.


Temuan ini yang dimuat di jurnal Nature Communications cukup mengejutkan. 


Selama ini, ilmuwan mengira setiap kista hanya berisi satu bentuk T. gondii yang “tertidur”. Kenyataannya, di dalam kista tersebut terdapat hingga lima bentuk berbeda. 


Beberapa di antaranya tumbuh lambat untuk mempertahankan kista, sementara yang lain menunjukkan ciri-ciri awal reaktivasi, tanda bahwa parasit bisa kembali aktif kapan saja.


“Kista bukanlah tempat persembunyian yang sunyi,” kata Emma Wilson, peneliti biomedis dari UCR. 


“Ia adalah pusat aktivitas, tempat berbagai tipe parasit bekerja sama untuk bertahan hidup, menyebar, atau bersiap aktif kembali,” lanjut dia seperti dikutip dari Science Alert.


Saat ini, diperkirakan lebih dari sepertiga populasi dunia terinfeksi T. gondii. 


Penularannya umum terjadi melalui daging mentah atau kurang matang, serta kontak dengan kotoran kucing, satu-satunya inang tempat parasit ini bereproduksi secara seksual. 


Pada kebanyakan orang sehat, infeksi tidak menimbulkan gejala. Namun parasit tetap tinggal di jaringan otak, otot, dan jantung seumur hidup.


Masalah serius muncul pada orang dengan sistem imun lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau pasien transplantasi organ. Pada kelompok ini, toksoplasmosis bisa memicu kejang, gangguan penglihatan, hingga masalah kejiwaan


Menariknya, beberapa studi sebelumnya juga mengaitkan infeksi T. gondii dengan perubahan perilaku dan peningkatan risiko gangguan psikiatri, meski hubungan sebab-akibatnya masih diperdebatkan.


Dalam penelitian terbaru ini, tim UCR membandingkan infeksi akut dan kronis pada tikus. Pada tahap awal infeksi, parasit cenderung beralih ke fase pertumbuhan cepat. 


Namun setelah sekitar 28 hari, populasi parasit menjadi lebih beragam, dengan dominasi bentuk-bentuk yang tumbuh lambat dan menjaga keberlangsungan kista. 


Pola ini menunjukkan bahwa siklus hidup T. gondii jauh dari linier dan sederhana.


Temuan ini juga membantu menjelaskan mengapa pengembangan obat toksoplasmosis selama ini menemui jalan buntu.


Obat antiparasit yang ada biasanya efektif melawan bentuk aktif, tetapi kurang ampuh terhadap parasit yang bersembunyi dalam kista. 


Dengan mengetahui subtipe mana yang paling berpotensi aktif kembali, terapi di masa depan bisa dirancang lebih presisi.


“Jika kita ingin benar-benar mengobati toksoplasmosis, kista adalah target utamanya,” ujar Wilson. “Pemahaman baru ini memberi arah yang lebih jelas bagi pengembangan obat.”


Singkatnya, parasit otak ini tidak pernah benar-benar tidur. Ia hanya menurunkan volume aktivitasnya, menunggu waktu yang tepat.


Disadur dari ScienceAlert - A Brain Parasite Infecting Millions Is Far Less Sleepy Than We Thought.




Post a Comment

أحدث أقدم