Merokok Bisa Bikin Struktur Tulang Kita Berubah

Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa tembakau meninggalkan bekas permanen pada tulang, bahkan berabad-abad setelah kematian.


(Gambar ilustrasi dibuat oleh AI/Pikaso/Freepik)
(Gambar ilustrasi dibuat oleh AI/Pikaso/Freepik) 


ngarahNyaho - Para ilmuwan di Universitas Leicester mengeksplorasi kerangka abad 12-19 untuk melihat bagaimana merokok mengubah struktur tulang dan mengungkap efek jangka panjang tembakau pada tubuh manusia.


Tembakau pertama kali diperkenalkan di Eropa pada akhir abad ke-16. 


Para peneliti tertarik untuk mengeksplorasi apakah pengenalan tersebut menghasilkan perubahan yang dapat diamati pada tubuh manusia, khususnya struktur kerangka mereka. 


Menurut Interesting Engineering, hasil penelitian mereka cukup jelas: merokok mempunyai efek mendalam dan bertahan lama pada tulang yang masih dapat dideteksi bahkan lama setelah kematian.


Meskipun penemuan ini masih menyisakan pengetahuan tentang bagaimana hal itu terjadi, para ilmuwan kini menelusuri perubahan dan menghubungkan konsumsi tembakau dengan disfungsi tulang dan penyakit. 


Data ini relevan karena memberikan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana tembakau, yang saat ini dikonsumsi oleh 1,3 miliar orang di seluruh dunia, telah berdampak terhadap kesehatan manusia selama bertahun-tahun.


Bertentangan dengan penelitian sebelumnya, para ahli osteoarkeolog lebih fokus pada identifikasi penggunaan tembakau hanya berdasarkan pemeriksaan gigi. 


Meskipun metode ini bermanfaat, namun tidak sepenuhnya dimanfaatkan karena buruknya pengawetan sampel gigi dalam banyak kasus. 


Penemuan perubahan struktur tulang di antara sisa-sisa pengguna tembakau memungkinkan para arkeolog untuk pertama kalinya mengkategorikan sisa-sisa tanpa gigi. (Foto: Universitas Leicester)
Penemuan perubahan struktur tulang di antara sisa-sisa pengguna tembakau memungkinkan para arkeolog untuk pertama kalinya mengkategorikan sisa-sisa tanpa gigi. (Foto: Universitas Leicester)


Bentuk lain dari merokok atau mengonsumsi tembakau, seperti menghirup, mungkin tidak selalu menunjukkan tanda-tanda apa pun pada gigi sehingga tidak terlihat.


Mengingat hal ini, para peneliti di Universitas Leicester fokus pada tulang. Jaringan spons yang mengelilingi sumsum dan membentuk sebagian besar kerangka merupakan titik konsentrasi yang paling jelas.


Analisis bagian tubuh ini diharapkan dapat memberikan petunjuk menuju metode yang lebih akurat dalam mendeteksi penggunaan tembakau pada masa ini dan juga implikasinya terhadap kesehatan.


Diterbitkan di Science Advances, penelitian ini melibatkan 177 kerangka orang dewasa di pemakaman perkotaan dan 146 di pedesaan. 


Mereka membagi kerangka menjadi dua kelompok: pra-introduksi tembakau, mereka yang meninggal sebelum tembakau diperkenalkan ke Eropa, dan pasca-tembakau: mereka yang meninggal setelah diperkenalkannya tembakau.


Dengan menggunakan metode seperti spektroskopi massa, mereka mengisolasi 45 tanda molekul berbeda dari tulang para perokok yang tidak mereka temukan pada bukan perokok.


Penelitian tersebut untuk pertama kalinya difokuskan pada pemeriksaan metabolisme tulang, yaitu sistem yang bertugas menjalankan fungsi metabolisme tulang. 


Temuan mereka membuktikan bahwa penggunaan tembakau meninggalkan catatan metabolisme unik di tulang yang bertahan lama setelah kematian.


Hasil penelitian tersebut mendukung bukti bahwa konsumsi tembakau menyebabkan efek yang mendalam dan permanen pada struktur kerangka. 


Saat ini, para peneliti memiliki metode yang lebih baik dalam mengumpulkan data kesehatan dari sejarah populasi untuk mengetahui bagaimana penyakit yang disebabkan oleh penggunaan tembakau telah berubah seiring berjalannya waktu.


Pendekatan baru ini membuka ruang lingkup penelitian terhadap fenotipe lain yang terpengaruh oleh kebiasaan merokok. |


Sumber: Interesting Engineering 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama