Seluruh tubuh hewan albino biasanya berwarna putih, kecuali mata merahnya yang mencolok. Anehnya, tidak adanya pigmentasilah yang menyebabkan ciri warna-warni ini.
Salah satu ciri khas hewan albino adalah warna matanya berwarna merah. (Foto: Greg Johnson/Unsplash)
ngarahNyaho - Ciri pertama yang diperhatikan kebanyakan orang tentang makhluk albino adalah kulit, bulu, atau bulunya yang pucat. Namun, ada ciri khas lain yang biasanya mencolok.
Pada banyak hewan albino, “bagian putih” dan iris matanya sebenarnya berwarna merah mencolok. Jadi, apa ilmu di balik sifat yang tidak biasa ini?
Ada kesalahpahaman umum bahwa mata hewan albino memiliki pigmen merah. Kemerahan pada mata mereka tidak disebabkan oleh adanya warna; itu karena kekurangannya.
Dijelaskan The New York Times, seperti dikutip ngarahNyaho via Mental Flosh, iris dan jaringan di sekitar retina benar-benar transparan atau hanya memiliki sedikit warna sehingga pembuluh darah di belakangnya terlihat.
Hal tersebutlah yang membuat mata tampak merah.
Ini adalah konsekuensi alami dari albinisme. Mutasi genetik yang langka mencegah tubuh memproduksi melanin, pigmen yang mewarnai rambut, bulu, bulu, sisik, kulit, atau mata suatu organisme.
Lebih khusus lagi, sel melanosit tidak dapat mensintesis atau mendistribusikan melanin melalui jaringan dermal dan mata. Kondisi ini membuat spesimen yang terkena dampak tampak sangat pucat.
Berbeda dengan hewan, manusia albino cenderung memiliki variasi warna mata. Biasanya berwarna biru, tetapi beberapa orang dengan albinisme mungkin juga memiliki mata berwarna abu-abu muda, ungu, atau coklat.
Mata mereka mungkin tampak merah atau merah muda ketika cahaya dipantulkan dari bagian belakang mata, karena kurangnya pigmentasi membuat pembuluh darah mereka lebih terlihat.
Albinisme tidak hanya memengaruhi warna mata; itu berdampak pada fungsi mata juga.
Karena albinisme menghambat produksi melanin pada mata—yang menyerap radiasi inframerah-dekat, cahaya tampak, dan UV—sebagian besar hewan albino dan manusia menderita gangguan penglihatan atau kebutaan.
Hewan albino juga menghadapi masalah unik di alam liar. Salah satu masalah yang jelas adalah perbedaan warna yang mencolok dibandingkan dengan anggota spesies lainnya.
Akibatnya, predator lebih mungkin melihat hewan albino karena mereka tidak dapat berbaur dengan sebagian besar lingkungan. Demikian pula, hewan predator albino lebih mungkin terlihat oleh mangsanya dan melewatkan makan.
Hewan albino juga rentan terkena kanker kulit karena tidak adanya melanin membuat mereka rentan terhadap sinar matahari. Mereka mungkin menakjubkan, tetapi kehidupan hewan albino sangatlah sulit. |
Sumber: Mental Flosh

Posting Komentar