Dampak Bermain Video Game Tak Selalu Buruk, Ternyata Bisa Tingkatkan Kinerja Otak

Peneliti menunjukkan bukti yang mengejutkan. Bermain video games ternyata bisa tingkatkan kinerja otak. 


(Foto Ilustrasi:  Lisa Fotios/Pexels)
(Foto Ilustrasi:  Lisa Fotios/Pexels)


ngarahNyaho - Peneliti menemukan manfaat video games untuk kinerja kognitif, tapi tidak untuk keseahatan mental. Beda lagi dengan kegunaan olahraga.


Temuan tersebut merupakan bagian dari studi Body and Soul, sebuah kolaborasi antara Universitas Western dan Museum Sains dan Industri untuk Festival Sains Manchester. Pracetak karya tersebut diterbitkan di PsyArXiv.


Lebih dari 2.000 peserta dari seluruh dunia mendaftar untuk penelitian ini. Mereka diminta menyelesaikan survei gaya hidup yang diikuti dengan permainan otak online Creyos.


Permainan tersebut mengukur berbagai aspek kognisi, seperti memori, perhatian, penalaran, dan kemampuan verbal.


Penelitian yang dipelopori oleh ahli saraf dari Universitas Western, Adrian Owen, menunjukkan bahwa di antara sekitar 1.000 orang yang menyelesaikan semua tugas, bermain video game memiliki efek positif pada kognisi seseorang.


Hanya saja, bermain games tampaknya tidak berdampak pada kesehatan mental para peserta penelitian ini.


Namun, berolahraga lebih dari 150 menit per minggu, sesuai dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dianggap meningkatkan kesejahteraan mental tetapi tidak berpengaruh pada kognisi.


“Bermain video game dikaitkan dengan peningkatan kemampuan kognitif, namun bukan kesehatan mental yang lebih baik atau buruk," kata Owen seperti dikutip dari Medical Xpress. 


"Sedangkan, aktivitas fisik yang lebih banyak dikaitkan dengan peningkatan kesehatan mental, namun bukan kesehatan kognitif yang lebih baik atau lebih buruk,” lanjut dia.


Berdasarkan hasil penelitian, orang yang sering bermain video game, lima jam atau lebih per minggu untuk satu jenis permainan, rata-rata memiliki kinerja kognitif yang sama dengan orang yang berusia 13,7 tahun lebih muda. 


Seseorang yang jarang terlibat dengan video game, kurang dari 5 jam per minggu di semua jenis game, memiliki perilaku yang sama dengan orang yang berusia 5,2 tahun lebih muda.


Dalam hal kesehatan mental, peserta yang beraktivitas fisik 150 menit per minggu memiliki kemungkinan 12 persen lebih besar untuk melaporkan tidak memiliki gejala depresi dan 9 persen lebih mungkin tidak memiliki gejala kecemasan.


Meskipun data yang diperoleh dari penelitian ini bergantung pada informasi yang dilaporkan sendiri, yang mungkin bias, namun hasilnya dapat membantu peneliti memahami lebih banyak tentang bagaimana tubuh dan pikiran terhubung.


“Hasil penelitian ini dapat membantu kita semua memilih aktivitas yang mendorong penuaan kognitif yang sehat,” tambah Owen. |


Sumber: Medical Xpress


Post a Comment

أحدث أقدم