Ini nih Cara Sederhana Biar Bisa Berkomunikasi dengan Kucing

Sejumlah ilmuwan di Inggris menemukan trik sederhana agar kita bisa berkomunikai dengan kucing. 


(Foto Ilustrasi: Marko Blazevic/Pexels)(Foto Ilustrasi: Marko Blazevic/Pexels)


ngarahNyaho - Berkomunikasi dengan kucing bukan hal yang tak mungkin, setidaknya psikolog dari Inggris menemukan trik sederhana. Caranya dengan banyak tersenyum. 


Ya, sering tersenyum adalah kunci agar kita bisa menjadi komunikasi dengan anak berbulu kita itu. Tapi, senyumannya tentu saja bukan ala manusia; menarik sudut bibir dan sedikit memperlihatkan gigi kita. 


Menurut peneliti yang mempublikasikan karyanya di Scientific Report, kita bisa menyipitkan mata lantas mengedipkannya perlahan. 


Dengan mengamati interaksi kucing-manusia, para ilmuwan memastikan bahwa ekspresi tersebut membuat kucing – baik yang akrab maupun yang asing – mendekat dan lebih mudah menerima manusia.


“Ini adalah sesuatu yang sudah diduga oleh banyak pemilik kucing, jadi sangat menarik untuk menemukan buktinya,” kata Karen McComb, psikolog dari Universitas Sussex, seperti dikutip dari Science Alert.


Bagi pemilik kucing atau pecinta hewan berbulu itu, mungkin pernah melihat ekspresi wajahnya 'mata tertutup sebagian', disertai dengan kedipan lambat tersebut. 


Ekspresi itu mirip dengan bagaimana mata manusia menyipit saat tersenyum dan biasanya terjadi saat kucing sedang rileks dan puas. Ekspresi tersebut diartikan sebagai semacam senyuman kucing.


Hal itu bukti dari pemilik kucing mengisyaratkan bahwa manusia dapat meniru ungkapan ini untuk menyampaikan kepada kucing bahwa kita ramah dan terbuka untuk berinteraksi. 


Jadi, tim psikolog merancang dua eksperimen untuk menentukan apakah kucing berperilaku berbeda terhadap manusia yang berkedip lambat.


Pada percobaan pertama, pemilik mengedipkan mata secara perlahan pada 21 kucing dari 14 rumah tangga berbeda. 


Setelah kucing sudah tenang dan nyaman di satu tempat di lingkungan rumahnya, pemilik diinstruksikan untuk duduk sekitar 1 meter dan berkedip perlahan saat kucing melihat ke arah mereka. 


Kamera merekam wajah pemilik dan wajah kucing, dan hasilnya dibandingkan dengan cara kucing berkedip tanpa interaksi manusia.


Hasilnya menunjukkan bahwa kucing lebih cenderung berkedip lambat ke arah manusia setelah manusia berkedip lambat ke arahnya, dibandingkan dengan kondisi tanpa interaksi.


Percobaan kedua melibatkan 24 kucing dari delapan rumah tangga berbeda. Kali ini, bukan pemiliknya yang melakukan kedipan, melainkan para peneliti, yang belum pernah melakukan kontak dengan kucing tersebut sebelumnya. 


Sebagai kontrol, kucing-kucing tersebut direkam dalam kondisi tidak berkedip, yaitu manusia menatap kucing tanpa mengedipkan mata.


Para peneliti melakukan proses kedipan lambat yang sama seperti percobaan pertama, yaitu dengan mengulurkan tangan ke arah kucing. 


Mereka menemukan bahwa kucing tidak hanya cenderung berkedip ke belakang, tapi mereka juga lebih cenderung mendekati tangan manusia setelah manusia berkedip.


“Penelitian ini adalah penelitian pertama yang menyelidiki secara eksperimental peran kedipan lambat dalam komunikasi kucing-manusia,” kata McComb.


"Dan ini adalah sesuatu yang bisa Anda coba sendiri dengan kucing Anda sendiri di rumah atau dengan kucing yang Anda temui di jalan. Ini adalah cara yang bagus untuk meningkatkan ikatan yang Anda miliki dengan kucing. 


"Cobalah persempit mata Anda ke arah mereka seperti yang Anda lakukan saat tersenyum santai diikuti dengan memejamkan mata selama beberapa detik," saran McComb. 


"Anda akan mendapati mereka merespons dengan cara yang sama, dan Anda dapat memulai semacam percakapan," lanjut dia.


Kucing merespons dengan cara yang sama terhadap manusia yang menerima mereka – jadi jika kita menganggap kucing angkuh, itu mungkin masalahnya bagi kita, bukan kucingnya. 


Demikian pula, kucing memiliki kesamaan dengan ciri-ciri kepribadian manusia yang tinggal bersama mereka. Hal ini mungkin terkait dengan alasan mengapa kucing tampak sadar ketika manusia yang mereka tinggali bersedih. 


Kucing juga dapat mengenali nama mereka, meskipun hewan ini sering kali memilih untuk mengabaikannya. Ikatan kucing dengan manusia ternyata sangat dalam.


Sulit untuk mengetahui mengapa kucing berkedip lambat ke arah manusia dengan cara ini. Ini telah ditafsirkan sebagai sarana untuk menandakan niat baik karena kucing dianggap menafsirkan tatapan tak terputus sebagai ancaman. 


Namun mungkin juga kucing mengembangkan ekspresi tersebut karena manusia meresponsnya secara positif. Pada hewan peliharaan, seringkali sulit untuk membedakannya. |


Sumber: Science Alert


Post a Comment

أحدث أقدم