Makan Sambal Pedas Ternyata Berikan Efek Plasebo

Ilmuwan mengungkap, mengapa orang bisa tergila-gila dengan makanan pedas. Hal tersebut ternyata ada campur tangan dari apa yang disebut efek plasebo. 


Efek plasebo saat makan makanan pedas. (Foto Ilustrasi: Freepik)
Efek plasebo saat makan makanan pedas. (Foto Ilustrasi: Freepik) 


ngarahNyaho - Ekspektasi membentuk persepsi kita, dan sangat memengaruhi cara kita menafsirkan dunia.


Harapan positif terhadap rangsangan sensorik dapat mengurangi tekanan dan mengurangi rasa sakit melalui apa yang dikenal sebagai efek plasebo, sedangkan harapan negatif dapat meningkatkan kecemasan dan memperburuk rasa sakit.


Dalam studinya, Yi Luo dari East China Normal University, Kenneth Kishida dari Wake Forest School of Medicine, AS, dan rekan-rekannya meneliti dampak aspek ekspektasi kesengan terhadap pengalaman subjektif.


Secara khusus, para peneliti mengukur respons neurobehavioral terhadap rasa saus pedas pada individu dengan berbagai preferensi rasa.


Sebanyak 47 peserta penelitian menyelesaikan tugas saat menjalani pemindaian pencitraan resonansi magnetik fungsional.


Para peneliti mengidentifikasi partisipan yang menyukai versus mereka yang sangat tidak menyukai rasa pedas dan memberikan isyarat kontekstual mengenai pedasnya saus yang akan dicicipi.


Dengan cara ini, mereka dapat memisahkan efek ekspektasi positif dan negatif dari rangsangan sensorik (yaitu rangsangan visual dan rasa), yang sama pada semua peserta.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi positif menyebabkan modulasi intensitas pengalaman subjektif.


Modulasi ini disertai dengan peningkatan aktivitas di wilayah otak yang sebelumnya terkait dengan kesenangan, integrasi informasi, dan efek plasebo, termasuk insula anterior, korteks prefrontal dorsolateral, dan korteks cingulate anterior dorsal.


Sebaliknya, ekspektasi negatif menurunkan pengalaman hedonis dan meningkatkan aktivitas saraf di jaringan Neurological Pain Signature.


Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa aspek hedonis dari ekspektasi seseorang secara asimetris membentuk cara otak memproses masukan sensorik.


Penelitian ini juga melaporkan perilaku terkait dari pengalaman subjektif seseorang mengenai intensitas, kesenangan, dan rasa sakit.


Hasilnya menunjukkan dampak 'informasi kesenangan' yang tidak dapat dipisahkan.


Sementara ekspektasi positif memfasilitasi integrasi informasi tingkat tinggi dan pemrosesan penghargaan, ekspektasi negatif memicu proses tingkat rendah yang terkait dengan rasa sakit dan emosi.


Menurut penulis, penelitian ini menunjukkan peran kuat ekspektasi hedonis dalam membentuk realitas subjektif serta jalan potensial untuk intervensi konsumen dan terapeutik yang menargetkan proses saraf yang didorong oleh ekspektasi.


Para penulis menambahkan, “Studi kami menyoroti bagaimana ekspektasi hedonis membentuk pengalaman subjektif dan respons saraf, menawarkan wawasan baru tentang mekanisme di balik persepsi nyeri.”


Peneltian Luo, Kishida, dan rekan mereka dipublikasikan pada 8 Oktober 20243 di jurnal akses terbuka PLOS Biology. |


Sumber: Science Daily

Post a Comment

أحدث أقدم