Sarjana NeuroAI Kembangkan Algoritma Kecerdasan Buatan dengan Tiru Kerja Otak

Meskipun memiliki kemampuan yang mengesankan, namun kecerdasan buatan masih menghadapi keterbatasan signifikan terkait otak.


(Foto Ilustrasi: Freepik)
(Foto Ilustrasi: Freepik)


ngarahNyaho - Teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan modern, seperti ChatGPT, berinteraksi dengan dunia fisik dalam cara yang terbatas. 


Teknologi ini masih memerlukan miliaran contoh pelatihan untuk melakukan tugas-tugas seperti memecahkan masalah matematika atau menulis esai secara efektif.


Sarjana NeuroAI Cold Spring Harbor Laboratory (CSHL) Kyle Daruwalla mengeksplorasi metode yang tidak konvensional untuk mengatasi kendala komputasi ini.


Identifikasinya, konsumsi energi komputasi modern yang tinggi sebagian besar disebabkan oleh pergerakan data. Dalam jaringan saraf tiruan, data sering kali menempuh jarak yang jauh dan menghabiskan banyak energi.


Ketidakefisienan ini memotivasi Daruwalla untuk mencari inspirasi dari salah satu sistem komputasi paling efisien yang dikenal: otak manusia.


Beda dengan sistem buatan, otak manusia memproses informasi dengan efisiensi energi yang luar biasa. Neuron dan sinapsisnya mengelola data secara lokal, sehingga mengurangi kebutuhan transfer data yang ekstensif. 


Dengan mempelajari proses biologis tersebut, Daruwalla mengembangkan metode baru algoritma AI untuk memindahkan dan memproses data dengan lebih efisien.


Pendekatannya meniru strategi otak, memungkinkan “neuron” AI individu menerima umpan balik dan menyesuaikan diri secara real-time. 


Inovasi ini tidak hanya mengatasi masalah konsumsi energi tetapi juga meningkatkan daya tanggap dan kemampuan pembelajaran sistem AI.


“Di otak kita, koneksi kita berubah dan menyesuaikan diri setiap saat,” kata Daruwalla seperti dikutip dari Earth. 


“Ini tidak seperti Anda menghentikan semuanya, menyesuaikan diri, dan kemudian melanjutkan menjadi diri Anda sendiri.”


Keuntungan dari desain AI


Desain AI baru yang terinspirasi dari otak menawarkan beberapa keunggulan. 


Salah satu manfaat utamanya adalah peningkatan efisiensi energi, pengurangan biaya operasional dan dampak lingkungan. Hal ini membuat aplikasi AI lebih berkelanjutan dan mudah diakses.


Kemampuan penyesuaian real-time meningkatkan daya tanggap, sehingga memungkinkan sistem AI beradaptasi dengan cepat terhadap informasi baru dan perubahan kondisi.


Hal ini sangat penting untuk lingkungan dinamis seperti kendaraan otonom atau kota pintar.


Pendekatan ini juga meningkatkan skalabilitas sistem AI, karena pemrosesan data yang efisien mengurangi kebutuhan akan sumber daya komputasi yang besar.


Selain itu, kemampuan model untuk meniru proses pembelajaran manusia dapat menghasilkan antarmuka AI yang lebih intuitif dan ramah pengguna, sehingga meningkatkan pengalaman pengguna dan tingkat adopsi.


Kemampuan pembelajaran yang ditingkatkan memungkinkan AI untuk melakukan tugas-tugas kompleks dengan akurasi lebih tinggi, yang sangat bermanfaat dalam bidang-bidang yang membutuhkan presisi tinggi.


Secara keseluruhan, keunggulan-keunggulan ini memposisikan desain AI baru sebagai teknologi transformatif dengan penerapan luas dan dampak signifikan.


Desain AI baru yang terinspirasi dari otak ini memiliki beragam potensi penerapan di berbagai bidang. 


Dalam layanan kesehatan, teknologi ini dapat meningkatkan alat diagnostik, memungkinkan analisis data yang lebih akurat dan efisien untuk pencitraan medis dan catatan pasien.


Di bidang pendidikan, sistem AI dapat memberikan pengalaman belajar yang dipersonalisasi, beradaptasi secara real-time dengan kebutuhan siswa, dan meningkatkan hasil akademik.


Dalam robotika, peningkatan efisiensi energi dan penyesuaian waktu nyata dapat menghasilkan robot yang lebih otonom dan adaptif, yang mampu melakukan tugas-tugas kompleks dengan intervensi manusia yang minimal.


Teknologi ini juga dapat memberikan manfaat bagi pemantauan lingkungan dengan memproses data ekologi dalam jumlah besar secara lebih efisien.


Dengan demikian, menghasilkan wawasan yang lebih baik dan respons yang lebih cepat terhadap perubahan lingkungan.


Selain itu, di bidang keuangan, model AI ini dapat meningkatkan perdagangan algoritmik dan penilaian risiko dengan beradaptasi secara cepat terhadap fluktuasi pasar. 


Secara keseluruhan, pendekatan AI yang inovatif ini membuka kemungkinan-kemungkinan baru untuk penerapan yang lebih cerdas, lebih responsif, dan hemat energi di berbagai industri.


Hasil penelitian Daruwalla dipublikasikan di jurnal Frontiers in Computational Neuroscience. | Sumber: Earth.com 


Post a Comment

أحدث أقدم