Kupu-kupu Cantik 'Painted Lady' Mampu Terbang Tanpa Henti Lintasi Samudera Atlantik

Kupu-kupu kerap dianggap cantik namun rapuh, tapi ilmuwan memberikan bukti bahwa hewan ini tangguh dan mampu melakukan hal yang luar biasa. 


Foto: Roger Vila via CSIC
(Foto: Roger Vila via CSIC)


ngarahNyaho - Kupu-kupu painted lady (Vanessa cardui) memang dikenal gemar melakukan perjalanan jauh untuk melintasi daratan, namun kini ada bukti baru yang bisa membuat kita tercengang.


Hewan ini juga mampu melakukan penerbangan tanpa henti melintasi lautan. Para saintis berhasil memetakan migrasi painted lady sejauh 4.200 km melintasi Samudera Atlantik.


Hasil temuan para peneliti itu diterbitkan di Nature Communications.


Indikasi pertama penerbangan transatlantik ini muncul pada bulan Oktober 2013, ketika peneliti Gerard Talavera melihat beberapa kupu-kupu painted lady di sebuah pantai di Guyana Prancis. 


Kupu-kupu itu terlihat sedang beristirahat dan semuanya mengalami kerusakan pada sayapnya. Kupu-kupu ini biasanya tidak ditemukan di Amerika Selatan.


Mengingat reputasi mereka sebagai migran jarak jauh dan sayap mereka yang compang-camping, serangga berwarna-warni ini kemungkinan besar telah melakukan perjalanan yang cukup jauh. 


Apakah kapal itu membawa mereka menyeberangi lautan?


Talavera dan tim peneliti internasional akan menjawab pertanyaan ini dengan menggunakan berbagai teknik.


Memasang pelacak pada kupu-kupu seperti yang biasanya para peneliti lakukan pada burung, tentu saja bukan hal yang mungkin. Jadi, Talavera harus kreatif.


Tes DNA pertama kali menunjukkan bahwa spesimen di pantai tersebut terkait dengan populasi di Eropa dan Afrika, sehingga mengesampingkan teori awal tim bahwa kupu-kupu tersebut berasal dari Amerika Utara.


Ya, daerah yang paling dekat untuk menemukan kupu-kupu painted lady dari Amerika Selatan adalah di Amerika Utara. 


Mereka juga menguji DNA butiran serbuk sari yang ditemukan pada kupu-kupu tersebut, yang ternyata berasal dari tumbuhan yang hanya ditemukan di wilayah Sahel Afrika.


Hal ini menunjukkan bahwa kupu-kupu ini memang terbang melintasi Samudra Atlantik.


Hanya saja, dengan menggunakan teknik baru yang disebut geolokasi berbasis isotop, tim menemukan bahwa perjalanan hewan cantik itu mungkin tidak dimulai dari sana.


“Kupu-kupu painted lady mencapai Amerika Selatan dari Afrika Barat, terbang setidaknya 4.200 km di atas Atlantik,” jelas rekan penulis studi Clément Bataille. 


“Tetapi perjalanan mereka bisa lebih lama lagi, dimulai dari Eropa dan melewati tiga benua, yang berarti migrasi sejauh 7.000 km atau lebih. Ini merupakan prestasi luar biasa bagi serangga sekecil itu.”


Terbang tanpa henti melintasi Samudera Atlantik tentu membutuhkan energi yang besar, lalu bagaimana serangga dengan lebar sayap sedikit lebih besar dari batang korek api bisa melakukannya?


Ternyata sebelum ditemukannya kupu-kupu di Guyana Prancis, terdapat arus angin yang menguntungkan dan berkelanjutan dari Afrika melintasi Atlantik. 


Artinya, kupu-kupu itu mampu melakukan perjalanan tanpa henti melintasi lautan dalam waktu sekitar lima hingga delapan hari; tanpa angin, perjalanan tersebut hanya akan bertahan sekitar 780 kilometer.


“Kupu-kupu menggunakan strategi bergantian antara upaya minimal untuk menghindari jatuh ke laut, yang difasilitasi oleh angin kencang dan penerbangan aktif yang membutuhkan lebih banyak konsumsi energi.”


Penulis studi Eric Toro-Delgado menjelaskan sebagaimana dikutip dari IFL Science.


Meski begitu, pencapaian serangga kecil ini masih terbilang luar biasa.


“Kita cenderung melihat kupu-kupu sebagai simbol kerapuhan keindahan, namun ilmu pengetahuan menunjukkan kepada kita bahwa mereka dapat melakukan hal-hal luar biasa,” pungkas rekan penulis studi Roger Vila. | Sumber: IFL Science

Post a Comment

أحدث أقدم