Cokelat Jenis Baru yang Diklaim Lebih Sehat dan Untungkan Petani

Ilmuwan dari Swiss menemukan jenis cokelat baru yang terbuat dari “jeli buah coklat”. Ramuan baru ini menggunakan lebih banyak buah kakao, menjadikannya lebih sehat dan berkelanjutan.

(Foto Ilustrasi: Pablo Merchán Montes/Unsplash)
(Foto Ilustrasi: Pablo Merchán Montes/Unsplash)

ngarahNyaho! - Biasanya cokelat terbuat dari biji kakao yang dicampur dengan sedikit daging buah. Massa kakao ini kemudian dipadukan dengan gula, susu bubuk, dan bahan lainnya.

Tentu saja, menuangkan gula bisa membuat cokelat bukanlah camilan yang sehat, dan ada masalah lingkungan dan ekonomi yang berarti kita mungkin akan mengalami kekurangan cokelat secara global.

Menemukan konsentrasi yang tepat memerlukan banyak percobaan dan kesalahan. Terlalu banyak jeli cokelat akan membuatnya menjadi menggumpal, tetapi terlalu sedikit berarti kurang manis. 

Akhirnya, tim ilmuwan dari Swiss menentukan formulasi yang dapat mengandung hingga 20 persen jeli kakao.

Varian baru ini memiliki profil rasa manis yang mirip dengan cokelat hitam yang sudah ada. Itu berdasarkan uji rasa buta yang dilakukan dengan panel ahli terlatih.

Cokelat yang dihasilkan juga memiliki serat 20 persen lebih banyak dan lemak jenuh 30 persen lebih sedikit dibandingkan rata-rata cokelat hitam Eropa. 

Diagram cara pembuatan coklat buah kakao baru, dibandingkan dengan coklat hitam konvensional. (ILustrasi: Kim Mishra/ETH zurich)
Diagram cara pembuatan coklat buah kakao baru, dibandingkan dengan coklat hitam konvensional. (ILustrasi: Kim Mishra/ETH zurich)

“Artinya, petani tidak hanya bisa menjual bijinya, tapi juga mengeringkan sari dari daging buah dan endokarpnya, menggilingnya menjadi bubuk dan menjualnya juga,” kata Kim Mishra, penulis utama studi tersebut. 

“Hal ini akan memungkinkan mereka menghasilkan pendapatan dari tiga aliran penciptaan nilai. Dan penciptaan nilai lebih pada buah kakao membuatnya lebih berkelanjutan.”

Hanya saja, sebelum cokelat jeli buah kakao sampai ke rak supermarket, diperlukan perubahan infrastruktur. 

Petani kakao, misalnya, memerlukan peralatan untuk mengeringkan bahan pembuatan jeli, dan produsen coklat harus mampu menerapkannya ke dalam alur kerja mereka.

Hasil penelitian cokelat terbaru ini dipublikasikan di jurnal Nature Food. | Sumber: New Atlas

Post a Comment

أحدث أقدم