Satu lagi Planet yang Berpotensi Layak Huni, 'Lebih Hangat' dari Bumi

Astronom menemukan sebuah planet ekstrasurya mirip Bumi yang berjarak 40 tahun cahaya dan mungkin sedikit lebih hangat daripada bumi kita.

Ilustrasi Gliese 12 b, planet yang berpotensi layak huni. (Foto: NASA/JPL-Caltech/R. Hurt/Caltech-IPAC)
Ilustrasi Gliese 12 b, planet yang berpotensi layak huni. (Foto: NASA/JPL-Caltech/R. Hurt/Caltech-IPAC)


ngarahNyaho! - Planet yang berpotensi layak huni terbaru ini diberi nama Gliese 12 b. Ia mengorbit bintang katai merah dingin bernama Gliese 12, yang berjarak hampir 40 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Pisces.

Gliese 12 b mengorbit bintang induknya setiap 12,8 hari. Ukurannya sebanding dengan Venus, sedikit lebih kecil dari Bumi. 

Suhu permukaannya diperkirakan 42°C (107°F). Kondisi suhu tersebut lebih rendah dari sebagian besar 5.000 eksoplanet yang dikonfirmasi sejauh ini.

Namun, belum diketahui, apakah planet ini memiliki atmosfer. Ini merupakan langkah penting berikutnya untuk menentukan apakah planet tersebut layak huni.

“Gliese 12 b mewakili salah satu target terbaik untuk mempelajari apakah planet seukuran Bumi yang mengorbit bintang-bintang dingin dapat mempertahankan atmosfernya," kata Shishir Dholakia.

"Sebuah langkah penting untuk memajukan pemahaman kita tentang kelayakan huni di planet-planet di seluruh galaksi kita,” lanjut mahasiswa doktoral di University of Southern Queensland, Australia.

Perkiraan ukuran Gliese 12 b mungkin sebesar Bumi atau sedikit lebih kecil — sebanding dengan Venus di tata surya kita. (Gambar Ilustrasi: NASA/JPL-Caltech/R. Terluka/Caltech-IPAC)
Perkiraan ukuran Gliese 12 b mungkin sebesar Bumi atau sedikit lebih kecil — sebanding dengan Venus di tata surya kita. (Gambar Ilustrasi: NASA/JPL-Caltech/R. Terluka/Caltech-IPAC)


Dholakia memimpin tim peneliti bersama Larissa Palethorpe, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Edinburgh dan University College London.

Bintang induk planet ekstrasurya ini berukuran sekitar 27 persen dari ukuran Matahari kita dan memiliki suhu permukaan sekitar 60 persen dari bintang kita.

Namun, jarak antara Gliese 12 dan planet baru tersebut hanya 7 persen jarak antara Bumi dan Matahari. 

Oleh karena itu, Gliese 12 b menerima energi 1,6 kali lebih banyak dari bintangnya dibandingkan Bumi dari Matahari dan sekitar 85 persen energi yang diterima Venus.

Perbedaan radiasi matahari ini penting karena suhu permukaan planet sangat bergantung pada kondisi atmosfernya. 

Sebagai perbandingan dengan perkiraan suhu permukaan Gliese 12 b sebesar 42°C (107°F), Bumi memiliki suhu permukaan rata-rata 15°C (59°F).

“Atmosfer memerangkap panas dan – tergantung pada jenisnya – dapat mengubah suhu permukaan sebenarnya secara substansial,” jelas Dholakia seperti dikutip dari EurekAlert

Palethorpe menjelaskan, diperkirakan atmosfer pertama Bumi dan Venus terkelupas dan kemudian terisi kembali oleh pelepasan gas vulkanik dan pemboman dari material sisa di tata surya.

“Bumi bisa dihuni, tapi Venus tidak bisa dihuni karena kehilangan air sepenuhnya," kata Palethorpe. 

"Karena suhu Gliese 12 b berada di antara Bumi dan Venus, atmosfernya bisa mengajari kita banyak hal tentang jalur kelayakhunian yang diambil planet-planet saat mereka berkembang.”

Para peneliti, bersama dengan tim lain di Tokyo, menggunakan pengamatan TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite) milik NASA untuk membantu membuat penemuan mereka.

Faktor penting dalam mempertahankan atmosfer adalah sifat badai bintangnya. Katai merah cenderung aktif secara magnetis, sehingga menghasilkan semburan sinar-X yang kuat dan sering terjadi.

Namun, analisis yang dilakukan kedua tim menyimpulkan bahwa Gliese 12 tidak menunjukkan tanda-tanda perilaku ekstrem tersebut, sehingga meningkatkan harapan bahwa atmosfer Gliese 12 b mungkin masih utuh.

Penemuan 'exo-Venus' ini dipublikasikan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. | Sumber: EurekAlert 

Post a Comment

أحدث أقدم