Cara Manusia dari Zaman Perunggu agar Jenazah Tak Berkeliaran

Orang purba di daerah yang kini masuk wilayah Jerman punya strategi agar mayat tidak mengganggu kehidupan mereka. 

(Foto: Anja Lochner-Rechta/Kantor Negara untuk Pengelolaan Warisan dan Arkeologi Saxony-Anhalt)
Kuburan berusia 4.200 tahun ditemukan di sebuah situs dekat Oppin di negara bagian Saxony-Anhalt, Jerman. Pria yang meninggal itu dikuburkan dengan batu besar di kakinya, mungkin untuk mencegahnya hidup kembali, menurut para arkeolog. (Foto: Anja Lochner-Rechta/Kantor Negara untuk Pengelolaan Warisan dan Arkeologi Saxony-Anhalt)

ngarahNyaho! - Ketakutan akan kemungkinan bangkitnya mereka yang telah mati, seperti zombie, membuat orang-orang di zaman dulu melakukan berbagai upaya agar jenazah tetap berada di tempatnya.

Hal tersebut seperti terlihat pada penemuan kuburan berusia 4.200 tahun di Oppin, Jerman, menurut postingan Facebook dari Kantor Negara untuk Pengelolaan Warisan dan Arkeologi Saxony-Anhalt. 

Kaki jenazah yang diduga seorang pria paruh baya itu dijepit dengan batu sepanjang 91  cm dengan lebar hampir 50 cm. Dengan ketebalan empat inci, tentu saja batu itu tidaklah ringan.

“Harus diasumsikan bahwa batu itu ditempatkan di sana karena suatu alasan,” demikian pernyataan Kantor Negara untuk Pengelolaan Warisan dan Arkeologi Saxony-Anhalt di laman Facebook.

“Mungkin untuk menahan orang mati di dalam kubur dan mencegahnya datang kembali,” lanjut pernyataan tersebut sebagaimana dikutip ngarahNyaho! dari Popular Mechanics.

(Foto: Anja Lochner-Rechta/Kantor Negara untuk Pengelolaan Warisan dan Arkeologi Saxony-Anhalt)

Kuburan berusia 4.200 tahun ditemukan di sebuah situs dekat Oppin di negara bagian Saxony-Anhalt, Jerman. (Foto: Anja Lochner-Rechta/Kantor Negara untuk Pengelolaan Warisan dan Arkeologi Saxony-Anhalt)

Kantor negara percaya bahwa makam itu diletakkan pada masa kebudayaan Bell Beaker, seperti yang ditemukan di dekat penemuan budaya lainnya. 


Budaya ini hadir menjelang akhir periode Neolitikum dan awal Zaman Perunggu Awal (kira-kira 2.800 SM).

Meskipun hanya ada sedikit catatan tentang budaya Bell Beaker, temuan ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang takhayul masyarakat.

“Kita tahu bahwa di Zaman Batu, orang-orang takut terhadap revenant,” Susanne Friederich, seorang arkeolog di kantor negara dan manajer proyek penggalian mengatakan kepada Newsweek


“Saat itu, orang-orang percaya bahwa orang mati terkadang berusaha membebaskan diri dari kuburnya. Terkadang, orang mati dibaringkan tengkurap. 

"Jika orang mati berbaring tengkurap, ia menggali semakin dalam 
alih-alih mencapai permukaan.” 

Beberapa kuburan bahkan menunjukkan bahwa mengubur orang mati dengan posisi tengkurap tidak dianggap cukup. Ada yang ditancapkan tombak agar mayat tak kemana-mana.

Makam itu ditemukan kosong kecuali pria yang dikuburkan di dalamnya, yang diyakini berusia antara 40 dan 60 tahun ketika dia meninggal, dan ditemukan dalam posisi berjongkok dengan posisi miring. 

Batu besar itu diletakkan di kakinya.

(Foto: Anja Lochner-Rechta/Kantor Negara untuk Pengelolaan Warisan dan Arkeologi Saxony-Anhalt)
(Foto: Anja Lochner-Rechta/Kantor Negara untuk Pengelolaan Warisan dan Arkeologi Saxony-Anhalt)

Legenda-legenda fantastik telah lama melanggengkan gagasan bahwa mayat hidup dapat bangkit dan menimbulkan kesusahan pada makhluk hidup.

Para arkeolog yang menemukan kuburan “zombie” yang berasal dari masa lalu membantu menunjukkan betapa lazimnya kepercayaan ini dan betapa kuatnya sebuah balok batu untuk mencegah revenant. | Sumber: Popular Mechanics

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama