Sikat Gigi Tempat Bersarang yang Nyaman bagi Virus, tapi Kamu Tak Perlu Takut

Sikat gigi dan 'shower' di kamar mandi penuh dengan ratusan virus yang tidak diketahui, tetapi jangan panik, virus-virus tersebut sebenarnya bisa menyelamatkan nyawa.


Ratusan virus bersarang di sikat gigi yang biasa kita pakai. (Gambar ilustrasi dibuat oleh AI/Pikaso/Freepik)
Ratusan virus bersarang di sikat gigi yang biasa kita pakai. (Gambar ilustrasi dibuat oleh AI/Pikaso/Freepik) 


ngarahNyaho - Para ilmuwan menemukan kumpulan virus yang hidup di perlengkapan kamar mandi sehari-hari seperti sikat gigi dan shower.


Menurut studi yang dipimpin oleh para peneliti di Northwestern University, shower dan sikat gigi di kamar mandi menampung ratusan virus, yang sebagian besar belum pernah terlihat sebelumnya.


Meskipun hal ini terdengar meresahkan, kamu tidak perlu panik. Virus ini, yang dikenal sebagai bakteriofag (atau fag), tidak berbahaya bagi manusia. 


Bahkan makhluk-makhluk itu berpotensi menjadi kunci untuk memecahkan salah satu tantangan medis paling mendesak di zaman kita: infeksi yang resistan terhadap antibiotik.


Bak hutan di kamar mandi


Dalam penelitian mereka, ahli mikrobiologi menemukan lebih dari 600 virus berbeda hidup di 92 pancuran dan 36 sikat gigi di seluruh Amerika Serikat.


“Jumlah virus yang kami temukan sangatlah liar,” kata Erica Hartmann, penulis utama studi tersebut, seperti dikutip dari ZME Magazine. 


“Kami menemukan banyak virus yang hanya sedikit kami ketahui dan banyak virus lain yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Sungguh menakjubkan betapa banyak keanekaragaman hayati yang belum dimanfaatkan di sekitar kita. 


"Kamu bahkan tidak perlu pergi jauh untuk menemukannya; itu tepat di depan hidung kita.”


Hartmann dan timnya mengembangkan penelitian sebelumnya yang berfokus pada bakteri yang hidup di permukaan yang sama. 


Dalam penelitian terbaru ini, mereka mengurutkan DNA dari usapan untuk mengetahui berapa banyak virus yang berbagi ruang. Mereka menemukan bahwa setiap sikat gigi dan shower tampaknya memiliki komunitas virus yang unik.


“Pada dasarnya tidak ada tumpang tindih jenis virus antar sampel,” kata Hartmann. “Setiap shower dan sikat gigi bagaikan pulau kecil tersendiri. Ini hanya menyoroti keragaman virus yang luar biasa di luar sana.”


Berbahayakah?


Bakteriofag yang terdeteksi kemungkinan besar ada di permukaan lembap di rumah, termasuk wastafel dan lemari es. Kehadirannya mungkin tidak berbahaya. 


Di sisi lain para peneliti semakin tertarik pada fag untuk tujuan medis dan bioteknologi. 


Virus-virus ini pada akhirnya dapat membantu memerangi bakteri yang resistan terhadap obat, yang kini menjadi ancaman yang semakin besar terhadap kesehatan global.


Patogen yang resistan terhadap obat membunuh hampir 1,3 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya dan berkontribusi terhadap kematian hampir lima juta orang lainnya. 


Perkiraan terbaru yang dipublikasikan di The Lancet menunjukkan bahwa lebih dari 39 juta orang akan meninggal akibat infeksi yang kebal antibiotik antara sekarang dan tahun 2050.


Bakteriofag bekerja dalam dua cara utama: mereka menghancurkan bakteri dengan membajak mesin bakteri untuk mereplikasi dirinya sendiri atau berintegrasi ke dalam genom bakteri, sehingga mengubah perilaku bakteri. 


Kedua mekanisme tersebut dapat memberikan cara baru untuk menargetkan bakteri berbahaya di lingkungan medis, atau bahkan untuk menjaga sistem perpipaan kita tetap bersih.


“Kami dapat membayangkan mengambil mikobakteriofag ini dan menggunakannya sebagai cara untuk membersihkan patogen dari sistem saluran air Anda,” jelas Hartmann. 


“Kami ingin melihat semua fungsi yang dimiliki virus ini dan mencari tahu bagaimana kami dapat menggunakannya.”


Cara mengelola kebersihan


Temuan para peneliti ini mungkin menggugah pemikiran untuk membeli disinfektan untuk membasminya, namun Hartmann menawarkan perspektif berbeda. 


“Semakin sering Anda menyerang mereka dengan disinfektan, semakin besar kemungkinan mereka menjadi resisten atau menjadi lebih sulit untuk diobati,” dia memperingatkan. 


Sebaliknya, ia menyarankan untuk merangkul mikroba yang hidup bersama kita, mengingat bahwa sebagian besar dari mereka tidak berbahaya. 


Metode pembersihan sederhana, seperti merendam pancuran dalam cuka dan mengganti sikat gigi secara teratur, sudah lebih dari cukup untuk menjaga kebersihan.


Temuan Hartmann ini dilaporkan dalam jurnal Frontiers in Microbiomes. |


Sumber: ZME Magazine 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama