Ahli Coba Sibak Misteri Simbol Asiria Berusia Ribuan Tahun yang Membingungkan

Simbol-simbol kuno pada kuil berusia 2.700 tahun telah membingungkan para ahli selama lebih dari satu abad.

Gambar simbol singa akhir abad ke-19 diterbitkan oleh ekskavator Prancis Victor Place. (Foto: New York Public Library via Trinity College Dublin)

ngarahNyaho! - Rangkaian 'simbol misteri' terlihat di kuil-kuil di berbagai lokasi di kota kuno Dūr-Šarrukīn, yang sekarang dikenal Khorsabad, Irak.

Kota ini didirikan di masa Sargon II, yang memerintah kerajaan Asiria dari tahun 721 hingga 705 SM. Ia sudah paruh baya saat mengambil takhta secara paksa dari saudaranya, Shalmaneser V.

Rangkaian lima simbol, yakni singa, elang, banteng, pohon ara, dan bajak, pertama kali diketahui dunia modern melalui gambar yang diterbitkan oleh ekskavator Perancis pada akhir abad ke-19. 

Sejak itu, muncul banyak gagasan tentang arti simbol-simbol tersebut.

Ada yang membandingkannya dengan hieroglif Mesir, dipahami sebagai cerminan kekuatan kekaisaran, dan diduga mewakili nama raja.

Terakhir, Dr Martin Worthington dari Trinity College Dublin mengusulkan pendapatnya dalam makalah yang terbit di Bulletin of the American Schools of Oriental Research pada akhir April lalu. 

Dia berpendapat bahwa kata-kata Asiria untuk lima simbol (singa, elang, banteng, pohon ara, dan bajak) mengandung, dalam urutan yang benar, bunyi-bunyi yang mengeja bentuk nama 'Sargon' (šargīnu) Asiria.

(Foto: New York Public Library via Trinity College Dublin)

Terkadang, situs arkeologi yang sama hanya menggunakan tiga simbol (singa, pohon, bajak), yang menurut Dr Worthington ditulis ulang dengan nama ‘Sargon’, mengikuti prinsip serupa.

Menurut Dr Worthington, masing-masing dari kelima simbol tersebut juga dapat dipahami sebagai konstelasi. 

Jadi, singa melambangkan Leo, dan elang melambangkan Aquila (rasi bintang kita sebagian besar diwarisi dari Mesopotamia, melalui orang Yunani, sehingga banyak di antaranya yang sama). 

Pohon ara mewakili konstelasi 'Rahang' yang sulit diilustrasikan (yang tidak kita miliki saat ini), karena 'pohon' isu terdengar mirip dengan isu'rahang'.

(Foto: New York Public Library via Trinity College Dublin)

“Efek dari kelima simbol tersebut adalah menempatkan nama Sargon di surga, selamanya – sebuah cara cerdas untuk menjadikan nama raja abadi," kata dia seperti dikutip dari laman Trinity College Dublin. 

"Dan, tentu saja, gagasan tentang individu-individu bombastis yang menuliskan nama mereka di gedung-gedung tidak hanya terjadi di Asyur kuno…”

Mesopotamia kuno, atau Irak modern dan wilayah sekitarnya, adalah rumah bagi orang Babilonia, Asyur, Sumeria, dan lainnya. Wilayah ini sering dianggap sebagai 'tempat lahirnya peradaban' saat ini.

Di sini pula. kerajaan pertama kali lahir, bersama dengan kota-kota dan bahkan bahasa tertulis.

Karena kebiasaan orang Mesopotamia menghitung angka enam puluhan, maka saat ini kita mempunyai waktu 60 menit dalam satu jam, dan Abraham atau Ibrahim konon berasal dari kota Ur di Mesopotamia. 

“Memecahkan teka-teki (atau mencoba) adalah hal yang sangat menyenangkan,” kata Dr Worthington.

“Tetapi penelitian di Mesopotamia secara umum memiliki tujuan yang lebih besar untuk memahami kompleksitas dan keragaman sebagian besar masyarakat manusia dan pencapaian budaya.” | Sumber: Trinity College Dublin. 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama