Gajah Afrika di Kenya diketahui memilih tanaman tertentu saat sakit, bahkan induknya mencampurkan tanaman dengan susu untuk membantu melindungi anaknya.
Ringkasan
- Peneliti menemukan bukti perilaku pengobatan mandiri pada gajah Afrika di kawasan Mount Elgon, Kenya.
- Dari 35 jenis tumbuhan yang dilaporkan digunakan gajah, delapan menunjukkan pola konsumsi yang mengarah pada penggunaan sebagai obat.
- Induk gajah juga dilaporkan mengunyah daun, kulit batang, atau akar lalu mencampurkannya dengan susu untuk diberikan kepada anak.
SELAMA ini, kemampuan satwa memilih tanaman untuk membantu mengatasi penyakit lebih banyak diketahui pada primata seperti simpanse. Kini, gajah Afrika menunjukkan bahwa mereka juga bisa.
Penelitian yang diterbitkan di Scientific Reports pada 24 September 2026 ini mengandalkan pengetahuan delapan anggota komunitas Sabaot yang tinggal di kawasan Mount Elgon, Kenya.
Mereka telah mengamati perilaku gajah setempat selama bertahun-tahun.
Para informan melaporkan 35 spesies tumbuhan serta empat jenis tanah, mineral, atau lempung yang dikonsumsi gajah.
Dari seluruh sumber daya tersebut, 34 atau sekitar 87 persen juga dikenal masyarakat setempat memiliki kegunaan dalam pengobatan tradisional.
Namun, peneliti tidak langsung menganggap semua tanaman itu sebagai obat.
Mereka lebih berhati-hati dan mengidentifikasi delapan spesies yang menunjukkan pola penggunaan paling kuat sebagai sumber pengobatan.
Misalnya, gajah yang terlihat sakit dilaporkan mencari tanaman tertentu, memakannya dalam jumlah kecil, atau melakukan perjalanan jauh langsung menuju tanaman tersebut tanpa berhenti memakan tumbuhan lain.
Pola seperti ini mengisyaratkan bahwa pemilihan tanaman mungkin bukan sekadar kebetulan.
Yang lebih unik terjadi pada induk gajah. Mereka dilaporkan mengunyah bagian tertentu dari tanaman, kemudian mencampurkannya dengan susu sebelum diberikan kepada anak.
Salah satu kombinasi tanaman bahkan dianggap masyarakat setempat sebagai semacam “imunisasi” bagi anak gajah.
Kondisi yang hendak diatasi tidak selalu bisa diketahui. Namun, perilaku tersebut kadang dilakukan bahkan ketika anak tidak tampak sakit.
Artinya, campuran tanaman dan susu itu mungkin berfungsi sebagai tindakan pencegahan, bukan hanya pengobatan.
Tentu saja, penelitian ini belum membuktikan secara farmakologis bahwa semua tanaman tersebut benar-benar menyembuhkan penyakit pada gajah.
Bukti utamanya berasal dari pengamatan dan pengetahuan lokal, sehingga penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menguji senyawa aktif dan efek biologisnya.
Justru di sinilah temuan ini menjadi penting. Jika tumbuhan tertentu ternyata berperan dalam kesehatan gajah, hilangnya tumbuhan tersebut akibat perubahan habitat bukan sekadar kehilangan keanekaragaman hayati.
Itu juga berarti menghilangkan bagian dari “kotak obat” alami satwa.
Peneliti menyebut pendekatan ini sebagai One Health, yakni kesehatan manusia, satwa, dan ekosistem saling terhubung.
Di Mount Elgon, hubungan itu terlihat sangat konkret, manusia dan gajah ternyata berbagi sebagian “apotek” yang sama.
Barangkali alam memang sudah menyediakan apotek sejak lama. Kita saja yang baru sekarang mulai bertanya kepada pasien berkaki empat.
Disadur dari IFLScience - “Wild African Elephants Found To Self-Medicate And Feed Their Calves Immunization Smoothies” yang diakses pada September 2026.

إرسال تعليق