Bisa Menyelam, Kecoak Siber Amfibi Siap Jadi Tim SAR Masa Depan

Para peneliti Singapura berhasil menciptakan kecoak siber amfibi berkostum selam yang mampu bertahan dan berjalan mulus di dalam air.


Para peneliti Singapura berhasil menciptakan kecoak siber amfibi berkostum selam yang mampu bertahan dan berjalan mulus di dalam air.Ilustrasi dibuat oleh AI berdasarkan foto vdari Nanyang Technological University.


Ringkasan

  • Peneliti di Singapura mengembangkan "baju selam" mini yang memungkinkan kecoa bernapas di bawah air.
  • Kecoa amfibi ini dirancang untuk membantu inspeksi pipa, mengangkut benda kecil, hingga operasi pencarian dan penyelamatan.
  • Teknologi tersebut berpotensi diterapkan pada serangga lain seperti belalang dan kumbang.


SIAPA sih yang tidak sebal dengan kecoak? Serangga yang satu ini terkenal sebagai musuh bersama di dalam rumah karena kemampuannya bertahan hidup yang luar biasa. 


Ada mitos populer yang menyebutkan bahwa kecoak adalah satu-satunya makhluk yang bakal selamat dari kiamat nuklir. 


Nah, bayangkan apa jadinya jika kemampuan bertahan hidup mereka yang sudah setingkat "dewa" itu ditambah lagi dengan teknologi siber?


Terdengar seperti skenario film horor, bukan? Tapi, inilah yang justru diwujudkan oleh sekelompok peneliti dari School of Mechanical and Aerospace Engineering di Nanyang Technological University (NTU), Singapura. 


Mereka baru saja memublikasikan sebuah penelitian unik: membuatkan baju selam mini khusus untuk kecoak!


Dalam abstrak penelitiannya, para ilmuwan menjelaskan bahwa baju selam ini mengintegrasikan modul generator oksigen miniatur dengan cangkang fleksibel yang kedap air. 


Alat ini berfungsi mengisolasi kecoak dari air di sekitarnya sekaligus menyuplai oksigen secara terus-menerus. 


Sederhananya, baju ini mengubah kecoak biasa menjadi semacam cyborg amfibi yang bisa bernapas dengan santai di dalam air.


Seperti kebanyakan serangga darat lainnya, kecoak bernapas melalui spirakel toraks. Itu adalah lubang-lubang kecil di bagian dada mereka yang menyerap oksigen langsung dari udara.


Baju selam buatan tim NTU ini membungkus lubang tersebut dengan cangkang kedap air. 


Di dalamnya, generator oksigen mini akan memompa gas, menciptakan gelembung udara buatan di sekitar organ napas si kecoak. 


Berkat teknologi ini, kecoak siber tersebut mampu bertahan dan bernapas di dalam air hingga tiga jam lamanya!


Proses pembuatannya pun tidak langsung mulus. Pada uji coba awal, para peneliti sempat menghadapi masalah desain. 


Ketika generator oksigen dipasang di bagian punggung (dorsal), kecoak mengalami hambatan air yang besar saat berjalan. Akibatnya, posisi tubuh mereka menjadi tidak stabil dan sering kali terguling. 


Namun, setelah posisinya disesuaikan, kecoak siber ini bisa berjalan di dasar air dengan sangat stabil, mulus, dan tanpa drama terbalik lagi.


Jika proyek ini terdengar mengerikan bagi kamu yang fobia kecoak, tenang dulu. Para ilmuwan menegaskan bahwa kecoak siber amfibi ini diciptakan untuk tujuan mulia. 


Karena tubuhnya yang kecil dan tangguh, mereka sangat ideal dikirim ke area berbahaya yang sulit dijangkau manusia. 


Beberapa fungsi utamanya meliputi inspeksi pipa bawah air, pengangkutan objek mikro, hingga membantu misi pencarian dan penyelamatan (SAR) saat terjadi bencana banjir atau runtuhan bangunan basah.


Sebenarnya, riset mengenai serangga siber (cyborg insects) sudah berjalan cukup lama, baik di dunia akademik maupun industri hobi. Pada tahun 2013 lalu, sempat viral sebuah proyek Kickstarter bernama RoboRoach. 


Produk seharga $200 (sekitar Rp3 jutaan) ini merupakan perangkat Do-It-Yourself (DIY) untuk menciptakan kecoak siber sendiri di rumah. 


Di situs resminya, alat ini bahkan dipasarkan sebagai media edukasi untuk anak sekolah tingkat "Grade 9+" dengan pengawasan orang dewasa. 


Tentu saja, membayangkan remaja usia 15 tahun melakukan "operasi bedah" pada kecoak demi eksperimen siber bisa membuat sebagian orang merasa agak geli atau tidak nyaman.


Kembali ke eksperimen serius di NTU Singapura, para peneliti merasa puas dengan hasil yang dicapai. Mereka menyimpulkan bahwa konsep baju selam serangga ini terbukti sukses besar. 


Ke depannya, teknologi serupa tidak hanya diterapkan pada kecoak, melainkan bakal diperluas ke platform serangga darat lainnya, seperti belalang dan kumbang. 


Siap-siap saja, di masa depan mungkin kita tidak hanya melihat kecoak menyelam, tapi juga kawanan belalang amfibi yang siap berenang!


Disadur dari Gizmodo - Scientists Built Amphibious Cyborg Cockroaches and We Regret to Inform You They Work yang diakses Juli 2026.




Post a Comment

أحدث أقدم