Ilmuwan Akhirnya Punya Jawaban, Mengapa Kepiting Jalan Menyamping

Kepiting berjalan menyamping sejak satu momen evolusi sekitar 200 juta tahun lalu, memberi mereka keunggulan bertahan hidup dan menyebar luas.


Kepiting berjalan menyamping sejak satu momen evolusi sekitar 200 juta tahun lalu, memberi mereka keunggulan bertahan hidup dan menyebar luas.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan

  • Kepiting kemungkinan mulai berjalan menyamping sekitar 200 juta tahun lalu dari satu nenek moyang yang sama.
  • Gaya berjalan ini membantu mereka menghindari predator dan berkontribusi pada kesuksesan evolusi.
  • Berbeda dengan bentuk tubuh yang bisa berevolusi berulang, perilaku ini sangat jarang muncul kembali dalam evolusi.


PARA ilmuwan akhirnya punya jawaban yang lebih jelas untuk salah satu kebiasaan paling ikonik di dunia hewan: cara kepiting berjalan menyamping. 


Studi yang dipublikasikan sebagai reviewed preprint di jurnal eLife menunjukkan bahwa perilaku ini kemungkinan besar muncul sekitar 200 juta tahun lalu dan diwariskan ke hampir semua kepiting modern.


Penelitian ini menggabungkan dataset terbesar sejauh ini tentang cara bergerak kepiting. 


Tim ilmuwan mengamati 50 spesies kepiting sejati (kelompok Brachyura) dan merekam gerakan mereka selama 10 menit dalam lingkungan buatan yang menyerupai habitat alami. 


Hasilnya, 35 spesies lebih sering berjalan menyamping, sementara 15 lainnya cenderung bergerak maju.


Ketika data perilaku ini dipadukan dengan peta evolusi (filogeni) kepiting yang mencakup ratusan spesies, muncul pola yang cukup mencolok. 


Gerakan menyamping tampaknya berevolusi hanya sekali, dari nenek moyang yang berjalan maju, tepat di awal kemunculan kelompok kepiting sejati yang lebih “modern” (Eubrachyura). 


Setelah itu, gaya berjalan ini hampir tidak berubah selama jutaan tahun.


Berjalan menyamping bukan sekadar gaya unik. Ini bisa jadi senjata bertahan hidup. 


Gerakan lateral memungkinkan kepiting bergerak cepat ke arah kiri atau kanan tanpa perlu memutar tubuh, sehingga lebih sulit diprediksi oleh predator.


Menurut peneliti, kemampuan ini kemungkinan besar berkontribusi besar terhadap kesuksesan ekologis kepiting. 


Saat ini, ada sekitar 7.900 spesies kepiting sejati yang hidup di berbagai habitat, mulai dari laut dalam, perairan tawar, hingga daratan.


Menariknya, bentuk tubuh “mirip kepiting” sendiri telah berevolusi berulang kali dalam proses yang disebut carcinization


Namun, berbeda dengan bentuk tubuh, perilaku berjalan menyamping justru sangat jarang berevolusi ulang. Ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku bisa jauh lebih “langka” dibanding perubahan bentuk fisik.


Untuk memahami asal-usul perilaku ini, para peneliti tidak hanya mengandalkan observasi langsung. Mereka juga menggunakan data genetik dari 344 spesies kepiting untuk membangun pohon evolusi yang rinci. 


Karena tidak semua spesies dalam eksperimen cocok dengan data genetik tersebut, mereka menyederhanakan analisis ke tingkat genus dan keluarga.


Pendekatan ini memungkinkan mereka melacak kapan dan bagaimana perilaku berjalan menyamping muncul. Hasilnya konsisten, hanya satu peristiwa evolusi besar yang memicu perubahan ini.


Gerakan menyamping sebenarnya cukup jarang di dunia hewan. Selain kepiting, hanya beberapa kelompok lain seperti laba-laba kepiting dan nimfa serangga tertentu yang memiliki pola serupa. 


Salah satu alasannya, gerakan lateral bisa mengganggu aktivitas lain seperti menggali, kawin, atau mencari makan.


Namun, bagi kepiting, keuntungan dalam menghindari predator tampaknya jauh lebih besar daripada kerugiannya.


Penelitian ini juga menyoroti bahwa kesuksesan suatu spesies tidak hanya ditentukan oleh inovasi biologis. Faktor lingkungan memainkan peran besar. 


Sekitar 200 juta tahun lalu, Bumi mengalami perubahan besar. Superkontinen Pangaea mulai terpecah, habitat laut dangkal meluas, dan terjadi revolusi ekologi laut awal era Mesozoikum.


Kondisi ini membuka banyak peluang baru bagi spesies untuk berkembang dan kepiting tampaknya berhasil memanfaatkannya dengan sangat baik.


Studi ini memberi gambaran bahwa inovasi sederhana, seperti cara berjalan, bisa berdampak besar dalam sejarah evolusi. 


Dengan menggabungkan observasi perilaku dan analisis genetik, para ilmuwan kini semakin memahami bagaimana gaya bergerak hewan berkembang dan bertahan selama jutaan tahun.


Ke depan, peneliti berharap bisa menggali lebih dalam hubungan antara inovasi perilaku dan kesuksesan spesies, termasuk menguji langsung apakah berjalan menyamping benar-benar meningkatkan peluang bertahan hidup kepiting dalam kondisi nyata.


Disadur dari ScienceDaily - Why do crabs walk sideways? Scientists trace it back 200 million years.




Post a Comment

أحدث أقدم