Baterai "Abadi" dari Air: Bisa Bertanan Berabad-abad!

Baterai air ramah lingkungan temuan peneliti China ini mampu bertahan hingga 300 tahun dan dapat dibuang ke alam tanpa merusak ekosistem.


Baterai air ramah lingkungan temuan peneliti China ini mampu bertahan hingga 300 tahun dan dapat dibuang ke alam tanpa merusak ekosistem.Ilustrasi dibuat oleh AI.


Ringkasan 

  • Ilmuwan China menciptakan baterai berbasis air yang diklaim mampu bertahan hingga sekitar 300 tahun.
  • Baterai ini memakai material organik khusus yang lebih stabil dan tidak mudah rusak.
  • Teknologi tersebut berpotensi menjadi alternatif baterai yang lebih aman dan ramah lingkungan dibanding lithium-ion.


PERNAH merasa kesal karena baterai smartphone kamu mulai drop setelah dua tahun pemakaian? Nah, bayangkan sebuah baterai yang kalau kamu beli sekarang, masih bisa dipakai sampai tahun 2300-an! 


Terdengar seperti fiksi ilmiah, tapi para peneliti di China baru saja menemukan formulanya.


Mereka berhasil menciptakan "baterai air" (aqueous battery) yang tidak hanya tahan lama, tapi juga sangat ramah lingkungan. Saking amannya, cairan di dalamnya diklaim seaman air rendaman tahu. 


Jadi, kalau masa pakainya habis, baterai ini bisa dibuang begitu saja tanpa membuat lingkungan "keracunan".


Masalah utama baterai air selama ini adalah umurnya yang pendek. Cairan elektrolit di dalamnya biasanya bersifat sangat asam atau sangat basa, yang lama-lama bakal mengikis komponen di dalamnya. 


Nah, tim peneliti ini menemukan trik baru menggunakan molekul organik tangguh yang disebut Covalent Organic Polymers (COPs).


Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, mereka menggunakan senyawa khusus (hexaketone-tetraaminodibenzo-p-dioxin) yang memiliki struktur mirip sarang lebah. 


Struktur ini sangat kokoh dan bisa menangkap ion dengan sangat efisien tanpa membuat baterai cepat rusak.


Hasilnya? Baterai ini bisa melewati 120.000 kali siklus pengisian daya. Sebagai perbandingan, baterai lithium-ion yang biasa dipakai untuk penyimpanan listrik skala besar biasanya hanya bertahan sekitar 10.000 siklus. 


Jika rata-rata pengisian dilakukan sekali sehari, baterai air ini secara teori bisa hidup selama 300 tahun!


Kenapa kita butuh baterai air? Baterai lithium yang kita pakai sekarang punya risiko terbakar yang cukup tinggi. Sebaliknya, baterai berbasis air secara alami tidak mudah terbakar. 


Harganya pun jauh lebih murah karena tidak membutuhkan logam langka yang mahal.


Terobosan ini sangat krusial untuk menyimpan energi dari panel surya atau kincir angin. 


Mengutip dari International Energy Agency (IEA), kebutuhan dunia akan penyimpanan energi skala besar akan melonjak berkali-kali lipat pada tahun 2040 demi mencapai target nol emisi karbon


Baterai air yang tahan lama dan murah adalah kandidat terkuat untuk mengisi posisi tersebut.


Meski terdengar sempurna, baterai air masih punya satu "PR" besar: mereka tidak bisa menyimpan energi sepadat baterai lithium. Artinya, untuk kapasitas listrik yang sama, ukuran baterai air bakal jauh lebih besar. 


Itulah sebabnya baterai ini lebih cocok digunakan untuk gedung atau pembangkit listrik ketimbang untuk HP atau laptop yang butuh ukuran ringkas.


Namun, dengan umur simpan yang mencapai tiga abad dan keamanan lingkungan yang terjamin, teknologi ini adalah lompatan besar bagi masa depan bumi yang lebih hijau. 


Kita tidak hanya mewariskan planet yang bersih untuk anak cucu, tapi mungkin juga mewariskan baterai yang masih berfungsi!


Disadur dari Live Science - New water battery could last until the 24th century — and it can be safely discarded in the environment.




Post a Comment

أحدث أقدم